// Ukur Tanah · Infrastruktur · Jalan & Jembatan BUMN
Jasa Ukur Tanah Infrastruktur Jalan & Jembatan.
Survey trase jalan tol, jembatan, jaringan utilitas, dan koridor infrastruktur publik untuk konsultan & kontraktor Jasa Marga. Output cross section per stasiun + data eksisting siap dipadukan dengan alinyemen rencana konsultan di AutoCAD Civil 3D corridor, dokumentasi safety operasional lengkap untuk audit BUMN.
Skala koridor
1-50 km
jalan tol hingga jaringan utilitas
Density cross section
Per 25 m
interval lazim DED jalan, final sesuai KAK (custom 10-50 m)
Lead time
15-45 hari
per 10 km koridor lengkap
// Data Points Unik Tipe Ini
12 km
rekor panjang koridor single-mobilisasi Ambaja
~510 stasiun
cross section dalam 1 proyek DED 12 km
STA 25 m
interval lazim DED jalan, final sesuai KAK (custom 10-50 m)
24 BM
contoh BM permanen per koridor 12 km (±500 m)
~110 pts/m²
density LiDAR drone preliminary
// Tentang Tipe Proyek Ini
Workflow & deliverable disesuaikan tipe proyek.
Ukur tanah bukan one-size-fits-all — developer perumahan punya workflow berbeda dari sengketa batas atau monitoring tambang. Ambaja sesuaikan alat, density, deliverable, dan dokumentasi audit sesuai konteks proyek.
Proyek infrastruktur jalan & jembatan punya karakter teknis yang sangat berbeda dari proyek lahan tetap (perumahan, pabrik). Bentuknya koridor — panjang ratusan meter sampai puluhan kilometer, lebar relatif sempit (40-120 m termasuk ROW), dengan tuntutan akurasi tinggi di alignment design (centerline + edge of pavement) dan elevasi finishing grade. Salah baca elevasi 5 cm di centerline jalan tol bisa berarti revisi gradien yang cost milyaran rupiah saat sudah konstruksi.
Workflow Ambaja untuk infrastruktur dibagi tiga fase. Fase 1 (preliminary): survey indikatif sepanjang trase rencana, density jarang (cross section per 50 m), pakai UAV pemetaan untuk ruas terbuka dan LiDAR drone untuk ruas yang bervegetasi supaya lebih cepat. Output: peta strip 200-400 m lebar dengan kontur 1 m + situasi (sungai, bangunan, tiang, drainase eksisting) untuk feasibility study konsultan. Fase 2 (DED — Detail Engineering Design): density tight (cross section per 25 m, custom 10 m di titik kritis seperti jembatan/box culvert), Total Station Geodetic + GPS RTK Trimble R10, akurasi planimetri 2-3 cm vertikal 3-5 cm. Output: peta strip detail + alignment horizontal/vertikal proposed + cross section drawing siap link Civil 3D corridor. Fase 3 (konstruksi): stake-out alignment di lapangan + as-built per zona.
Khusus jembatan, ada subset workflow tambahan: survey topografi sungai (bathymetri jika sungai besar) + survey kondisi tanah dasar untuk pondasi pier. Lapisan keras untuk pondasi pier sering berada lebih dalam (30–40 m), di luar kemampuan sondir mekanik 2,5 ton; untuk itu dibutuhkan bor dengan SPT dari penyedia penyelidikan tanah lain. Untuk jembatan di atas sungai besar (>50 m bentang), butuh GPS Geodetic dual-frequency untuk presisi alignment pier dari kedua sisi sungai supaya match di tengah. Laporan tanah formal jembatan disusun konsultan geoteknik proyek.
Untuk proyek infrastruktur BUMN, dokumentasi audit-grade adalah keharusan: salinan raw data asli dari alat (data GNSS bercatatan waktu GPS; catatan ukur Total Station per titik) + log harian kru bertanggal + foto patok BM dengan GPS coordinate tag + sertifikat kalibrasi alat yang masih berlaku + profil surveyor + nomor lisensi ISI + berita acara penandatanganan dengan PIC klien. Semua dokumen ini disusun rapi dalam paket audit folder per proyek, siap dishare ke BPK / Inspektorat / internal audit BUMN kapan saja.
Standar penomoran stasiun mengikuti praktik industri infrastruktur jalan: STA 0+000 di titik awal (biasanya simpang/junction) bertambah ke arah ujung proyek. Setiap stasiun punya cross section dengan dimensi: garis tanah eksisting (existing ground), centerline jalan proposed, edge of pavement (EOP) kiri-kanan, ROW boundary, dan titik utilitas (drainase, kabel listrik, pipa air). Output drawing per cross section format A3 horizontal, langsung siap dilampirkan di shop drawing kontraktor atau dokumen DED konsultan.
Untuk koridor utilitas (jaringan listrik tegangan tinggi, pipa gas / air, kabel optik FO antar kota), workflow mirip jalan tapi density bisa lebih ringan: cross section per 50-100 m, fokus pada elevasi presisi di setiap titik tower/pole/manhole + ROW boundary. LiDAR drone YellowScan sangat efisien di ruas yang bervegetasi — terbang 1 hari covering 5-10 km koridor utility, output point cloud yang bisa di-extract per komponen (kawat existing, vegetasi clearance, dll); ruas yang permukaannya terbuka cukup dipetakan dengan UAV pemetaan.
// Spec Alat & Metode
Alat presisi yang dipakai untuk tipe ini.
Kombinasi alat dipilih sesuai skala lahan, vegetasi, dan akurasi yang dibutuhkan. Alat ukur utama (Total Station dan GPS) dikalibrasi minimal setahun sekali di service center resmi dan dicek internal per kuartal.
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| GPS RTK Geodetic | Trimble R10 dual-frequency — backbone alignment koridor panjang |
| Total Station | Leica TS09 / Topcon GTS-235N — DED detail cross section presisi |
| LiDAR drone | YellowScan Mapper+ on DJI M300 RTK — preliminary ruas koridor yang bervegetasi (ruas terbuka: UAV pemetaan) |
| UAV photogrammetry | DJI Phantom 4 RTK / Matrice 300 RTK — orthomosaic koridor |
| Density cross section | Per 25 m (interval lazim DED jalan, final sesuai KAK); custom 10 m (titik kritis) / 50 m (preliminary) |
| Akurasi alignment | 2-3 cm planimetri, 3-5 cm vertikal |
| Datum | SRGI2013/WGS84 · UTM Zona 48S (default); tinggi ortometrik INAGEOID2020; ikat ke jaring kontrol BIG/InaCORS & TTG bila tersedia |
| Output | Cross section A3 + alignment H/V + Civil 3D corridor input |
// Use Cases
Kapan butuh jasa ukur tanah untuk infrastruktur (jalan & jembatan)?
Use case yang paling sering dipesan klien Ambaja untuk tipe proyek ini. Setiap use case punya workflow + alat + deliverable yang spesifik.
Jalan Tol Trase Baru
Survey trase tol baru sepanjang 5-50 km untuk konsultan Jasa Marga. Preliminary UAV pemetaan (LiDAR untuk segmen bervegetasi) + DED Total Station per stasiun 25 m.
Jembatan Bentang Panjang
Topografi sungai + bathymetri (sungai besar) + sondir lapisan atas pier (s/d ±25-30 m; lapisan keras 30-40 m butuh bor SPT, di luar layanan Ambaja). GPS Geodetic untuk alignment pier dua sisi sungai presisi.
Koridor Utilitas Antar Kota
Jaringan listrik tegangan tinggi, pipa gas/air, kabel FO antar kota 10-50 km. LiDAR drone untuk ruas koridor yang bervegetasi, UAV pemetaan untuk ruas yang terbuka.
Stake-Out Konstruksi Jalan
Pematokan centerline + EOP + ROW boundary di lapangan untuk kontraktor pavement. Akurasi 1-2 cm sesuai shop drawing.
As-Built Jalan Tol
Verifikasi alignment & elevasi aktual vs as-design pasca-konstruksi. Output cross section komparatif + laporan deviasi.
Survey Topografi Bendungan
Lahan bendungan / waduk skala 50-500 ha. Combo UAV pemetaan (area terbuka) atau LiDAR (area bervegetasi) + Total Station + bathymetri untuk DED bendungan lengkap.
// Workflow
Dari brief sampai delivery.
SOP standar Ambaja untuk tipe proyek ini. Setiap tahap ada checkpoint dengan PIC klien supaya tidak ada surprise di delivery final.
- 01
Brief proyek + trase indikatif
Konsultan/kontraktor share KML trase rencana + panjang koridor + fase proyek (preliminary/DED/konstruksi/as-built). Tim Ambaja review, rekomendasi alat + density + lead time + estimasi pricing.
- 02
Site visit awal + BM survey
Surveyor senior recce titik awal & akhir koridor: identifikasi titik ikat (horizontal ke jaring kontrol BIG/InaCORS, tinggi ke TTG bila tersedia — SRGI2013 wajib sebagai acuan posisi menurut Peraturan BIG 13/2021), akses, dan vegetasi sepanjang trase; quotation final menyusul 1–2 hari kerja setelah kunjungan. BM proyek (cor beton + plat ID) dipasang berpasangan di sepanjang koridor setelah SPK, dengan jarak sesuai KAK (contoh koridor 12 km: 24 BM, ±500 m).
- 03
SPK + DP + mobilisasi multi-squad
Tim 3-5 squad paralel (untuk koridor 10+ km) — masing-masing squad covers 2-5 km. Alat: UAV pemetaan untuk ruas terbuka dan LiDAR drone untuk ruas bervegetasi (preliminary), Total Station/RTK (DED), Auto Level (kontrol BM). Safety induction sesuai SOP klien/pemilik proyek (mis. operator tol).
- 04
Survey lapangan multi-fase
Preliminary: 2-4 hari pemetaan drone untuk 10 km (UAV pemetaan; LiDAR untuk ruas bervegetasi). DED: 10-20 hari Total Station per cross section 25 m. Foto dokumentasi + log harian per stasiun + GPS tag setiap BM. Koordinasi safety dengan lalu lintas eksisting (kalau koridor di atas jalan ramai).
- 05
Drafting alignment + cross section
Raw → Trimble Business Center → Civil 3D corridor: generate alignment horizontal & vertikal proposed (dari konsultan), cross section per stasiun, volume earthwork koridor. QA 3-5 hari untuk koridor 10 km.
- 06
Delivery + audit folder + handover
Final: CAD DWG (alignment + cross section), PDF strip map skala 1:1000/1:2500, koordinat CSV, audit folder lengkap (raw data + log + sertifikat kalibrasi + profil surveyor + berita acara). Briefing handover ke konsultan infrastruktur BUMN / kontraktor.
// Deliverables
Yang Anda terima di akhir proyek.
Output spesifik untuk tipe proyek infrastruktur (jalan & jembatan). Deliverable diserahkan via Google Drive / WeTransfer + hardcopy opsional.
Strip map koridor
Engineering-readyPeta strip koridor skala 1:1000 (DED) atau 1:2500 (preliminary) dengan situasi + kontur + alignment. Format DWG + PDF A1 multi-sheet per kilometer.
Cross section per stasiun
DED-readyCross section format A3 horizontal per STA 25 m (custom 10-50 m), dimensi: garis tanah eksisting + centerline + EOP + ROW + utilitas. Siap link Civil 3D corridor.
Alignment H/V drawing
Civil 3D-inputAlignment horizontal (plan view) + vertikal (profile view) proposed jalan/jembatan. Tabel koordinat PI/PT/PC + tabel elevasi grade.
Volume earthwork koridor
Cost-criticalVolume cut/fill per stasiun + total koridor. Tabel Excel untuk kontraktor earthwork. Cocok untuk progress monitoring konstruksi.
Audit folder lengkap
Audit-BUMNRaw data Total Station/GPS + log harian + sertifikat kalibrasi + profil surveyor + nomor ISI + berita acara PIC klien. Dokumen audit BUMN.
Point cloud LiDAR (jika preliminary)
Preliminary-outputPoint cloud LAS/LAZ density 100-200 titik/m² untuk koridor panjang. Bisa di-extract per komponen (vegetasi, kawat, bangunan) di software CloudCompare/Global Mapper.
// Mini Case Study
Survey DED 12 km tol elevated di Jabodetabek.
Konsultan infrastruktur BUMN major kerjakan DED extension jalan tol elevated 12 km di sektor barat Jabodetabek (alignment kombinasi at-grade + elevated structure di crossing sungai & jalan eksisting padat). Brief Ambaja: preliminary LiDAR drone untuk 12 km koridor (corridor width 60 m + buffer 20 m kiri-kanan), DED Total Station per cross section 25 m, dan survey topografi/bathymetri di 3 lokasi crossing sungai untuk pier jembatan elevated.
Strategi multi-fase: Fase 1 (preliminary, 5 hari): LiDAR drone YellowScan covering 12 km × 100 m strip (~120 ha total). Density data ~110 pts/m², akurasi vertikal pasca-GCP 6-8 cm. Output strip preliminary disetujui konsultan dalam 1 minggu. Fase 2 (DED, 18 hari): 3 squad Total Station paralel, masing-masing covers 4 km koridor. Cross section per 25 m + custom 10 m di 8 titik kritis (3 sungai + 5 simpang). Fase 3 (topografi pier): 4 hari kombinasi Total Station + bathymetri ringan di 3 sungai untuk DED pier jembatan elevated.
// Project Stats
Infrastruktur (Jalan & Jembatan)
Konsultan infrastruktur BUMN pakai output langsung untuk DED submission ke Jasa Marga. Audit folder lengkap (raw + log + kalibrasi) di-handover untuk dokumen BPK. Detail proyek under NDA standar konsultan infrastruktur BUMN.
// Pricing
Pricing transparan untuk tipe ini.
Tarif dasar mengikuti tarif publish Ambaja (sama untuk semua tipe proyek). Operasional (mobilisasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang, kondisi lahan spesifik, density custom) menyesuaikan — estimasi awal via WhatsApp setelah review brief proyek; quotation final untuk ukur batas, lahan ≥1 ha, LiDAR, dan sondir menyusul 1–2 hari kerja setelah recce lapangan.
STANDAR
Per stasiun cross section
Untuk DED jalan/jembatan dengan interval lazim cross section per 25 m (final sesuai KAK proyek).
- · Cross section per interval: quote sesuai spesifikasi
- · Total Station + GPS RTK Geodetic
- · Akurasi 2-3 cm planimetri
- · Alignment H/V + strip map
- · Audit folder lengkap
- · Lead time 10-20 hari per 5 km
KOMBINASI LAYANAN
Kombinasi koridor multi-fase
Preliminary UAV pemetaan (LiDAR untuk ruas bervegetasi) + DED Total Station + as-built post-konstruksi. Paling dipakai konsultan infrastruktur BUMN untuk proyek tol & jaringan utilitas.
- · Preliminary UAV pemetaan Rp 500 rb/ha (min. 10 ha) untuk ruas terbuka; LiDAR drone Rp 1 jt/ha untuk ruas bervegetasi (minimum tagih 25 ha; GCP terpisah)
- · DED Total Station per 25 m
- · Topografi pier jembatan
- · Alignment H/V proposed
- · Volume earthwork koridor
- · As-built post-konstruksi
- · Audit folder Jasa Marga lengkap
- · Satu quotation & SPK tanpa diskon bundel — LiDAR sesuai tarif publish; DED Total Station, topografi pier, alignment, volume earthwork & as-built di-quote
OPERASIONAL
Operasional menyesuaikan
Komponen di luar tarif base — sangat bergantung kondisi lapangan.
- · Mobilisasi koridor multi-provinsi
- · Sondir pier jembatan (Rp 1,5 jt/titik s/d 20 m, minimal 3 titik per lokasi)
- · Bathymetri sungai besar (sewa boat)
- · safety SOP khusus jalan tol operasional
- · Survey malam (koridor padat siang)
- · Density custom 5-10 m (titik kritis)
- · Re-survey teknis koridor bila trase/ROW berubah (pengukuran bidang untuk pengadaan tanah oleh BPN, di luar layanan Ambaja)
+ Invoice resmi e-Faktur Pajak (harga belum termasuk PPN 11%) · Termin DP 50% + pelunasan 50% sebelum kick-off survei (default Syarat & Ketentuan; termin lain bila disepakati di SPK) · Lihat harga lengkap ukur tanah →
Yang sering ditanya untuk infrastruktur (jalan & jembatan).
Catatan standar: SNI 8460:2017 (Persyaratan perancangan geoteknik) di katalog BSN kini berstatus tidak berlaku dan belum ada SNI penggantinya. Jumlah titik sondir di halaman ini memakai Tabel 2-nya sebagai patokan praktik; jumlah final ditetapkan perencana pondasi.
// Service Terkait
Lengkapi paket survey.
Harga di kartu adalah tarif publish awal, belum termasuk PPN 11%; minimum order dan batas luas tiap layanan tetap berlaku (mis. ukur batas di atas 1 ha di-quote per proyek).
Topografi
Pemetaan kontur tanah, beda tinggi, dan situasi eksisting untuk perencanaan konstruksi. Akurasi cm.
Mulai Rp 250/m²
LiDAR Drone
Pemetaan lahan bervegetasi rapat mulai 25 ha dengan LiDAR (Light Detection and Ranging) dari drone — penetrasi kanopi, density 100+ titik/m².
Mulai Rp 1jt/hektar
Cut & Fill
Hitung volume galian (cut) & timbunan (fill) untuk persiapan lahan — output volumetric report + cross section.
Quote per project
Setting Out
Pematokan posisi as bangunan, kolom, pondasi, dan grid struktur sesuai gambar desain — akurasi mm.
Quote per project
Order
Infrastruktur (Jalan & Jembatan).
Brief proyek 5 menit: lokasi, luas estimasi, tujuan. Tim balas dengan estimasi tarif, lead time, dan paket alat optimal dalam <30 menit jam kerja.
// Info Order
Tipe Proyek
Infrastruktur (Jalan & Jembatan)
Segmen
B2B · Korporasi
Coverage
Jabodetabek + Karawang + Cikarang (luar area: mobilisasi via quote)
+62 822 2055 5035
› Response < 30 menit jam kerja