// Ukur Tanah · LiDAR Drone · Sensor RIEGL VUX-120
Jasa LiDAR Drone
Pemetaan Lahan Luas.
Pemetaan lahan 25-500+ hektar dengan sensor YellowScan Voyager (RIEGL VUX-120) terbang di atas drone multirotor heavy-lift. Penetrasi kanopi vegetasi padat, akurasi vertikal 5-10 cm dengan GCP, point density 100-200 titik/m², coverage 50-100 ha/hari. Output: point cloud LAS/LAZ, DTM/DSM GeoTIFF, kontur DWG, laporan akurasi PDF. Surveyor berlisensi & terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia).
Tier Standard
Mulai Rp 1jt
per hektar (min. 25 ha), belum termasuk PPN 11%
Coverage / Hari
50-100 Ha
tergantung tinggi terbang
Mobilisasi & GCP
GCP terpisah
mobilisasi Jabodetabek–Karawang–Cikarang termasuk
5-10 cm
Akurasi vertikal
100-200
Titik per m² (density)
2,4 jt/dt
Pulsa laser per detik
50-100 ha
Coverage per hari
// Tentang LiDAR Drone
Saat vegetasi padat menutup pandangan total station.
Survey topografi konvensional pakai Total Station efektif untuk lahan kosong ≤10 hektar dengan akses jalan kaki yang bagus. Tapi untuk lahan kebun sawit 200 ha, mangrove pesisir, hutan sekunder, atau koridor pipa lintas 100 km dengan vegetasi padat — Total Station butuh 3-6 bulan + tim 10 orang + risiko k3 tinggi (ular, lalat, longsor). LiDAR drone menyelesaikan pekerjaan yang sama dalam ±3-5 minggu kerja dengan crew 3 orang dari udara.
Cara kerjanya: drone multirotor heavy-lift terbang di ketinggian 80-120 m AGL dengan sensor YellowScan Voyager (pemindai RIEGL VUX-120) yang menembakkan hingga 2,4 juta pulsa laser per detik ke tanah. Sebagian pulsa terhalang daun (jadi DSM — Digital Surface Model), sebagian lolos di antara celah daun dan memantul dari permukaan tanah asli (jadi DTM — Digital Terrain Model). Hasilnya bukan foto — tapi awan titik 3D (point cloud) berisi jutaan koordinat XYZ presisi cm.
Ambaja memakai LiDAR drone untuk: developer kawasan 50+ ha yang butuh feasibility cepat, kontraktor jalan tol dengan koridor panjang, perkebunan sawit/karet/akasia untuk volume monitoring, lahan tambang quarry untuk stockpile inventory, serta studi mitigasi bencana (longsor, banjir bandang). Untuk lahan 10-25 ha atau tanpa vegetasi (di bawah ±10 ha cukup survey topografi), kami arahkan ke UAV pemetaan (drone RTK) yang lebih ekonomis. Untuk penjelasan ringkas decision framework baca komparasi LiDAR vs photogrammetry, dan untuk komparasi platform spesifik DJI Phantom RGB vs YellowScan LiDAR baca perbandingan DJI Phantom vs YellowScan.
// Spec Alat & Akurasi
Sensor & platform apa yang dipakai untuk LiDAR drone?
Tidak semua “LiDAR drone” setara. Sensor kelas entry umumnya punya jangkauan, jumlah echo, dan presisi lebih terbatas, sehingga titik tanah di bawah kanopi lebih jarang. Ambaja pakai sensor kelas survey-grade (RIEGL VUX-120) dengan deliverable akurasi vertikal 5-10 cm (dengan GCP); di bawah kanopi rapat, akurasi titik tanah bergantung pada jumlah pulsa yang tembus dan dilaporkan terpisah.
| Parameter | Spesifikasi Ambaja | Catatan Teknis |
|---|---|---|
| Sensor LiDAR | YellowScan Voyager (RIEGL VUX-120) | Spesifikasi pabrikan: akurasi 1 cm, presisi 0,5 cm, hingga 32 echo, berat 3,5 kg tanpa baterai |
| Drone platform | Multirotor heavy-lift | Kapasitas muatan drone harus di atas 3,5 kg (berat Voyager tanpa baterai) — melebihi batas DJI Matrice 300/350 RTK (±2,7 kg) |
| Pulsa laser | Hingga 2.400.000 tembakan / detik (spesifikasi Voyager) | Hingga 32 echo per pulsa; klasifikasi ground, low veg, medium veg, high veg, building dilakukan saat processing |
| Akurasi vertikal | 5-10 cm (dengan GCP) | RMSEz diuji terhadap check point independen di area terbuka (kelas 10-cm ASPRS Positional Accuracy Standards Edisi 2 = RMSEz ≤ 10 cm); ground class only |
| Akurasi horizontal | 10-15 cm (dengan GCP) | GCP marker 60x60 cm dipasang 1 titik / 10 ha + PPK post-processing |
| Point density | 100-200 titik / m² | Custom 50-400 titik/m² tergantung tinggi terbang & flight pattern |
| Tinggi terbang | 80-120 m AGL | 120 m default (batas tanpa persetujuan khusus PM 37/2020); 80 m untuk vegetasi sangat padat |
| Coverage rate | 50-100 ha / hari | Tergantung tinggi, density target, dan transisi battery (4-6 set/hari) |
| Survey-grade GNSS | RTK base station + PPK rover | Trimble R10 / Topcon HiPer untuk control point; post-processing kinematic |
| Format output raw | LAS / LAZ (point cloud) | Kompatibel Autodesk ReCap, Bentley OpenRoads, CloudCompare, Cyclone |
Brand alat alternatif
Untuk proyek skala besar / spesifikasi khusus, Ambaja juga bekerja dengan rekanan operator alat lain, misalnya RIEGL VUX-1UAV22 dan DJI Zenmuse L1/L2 (opsi budget, tetap minimum 25 ha). Sebut kebutuhan spesifik saat brief — kami pilih kombinasi alat paling cocok untuk medan Anda.
GCP & kalibrasi
Sebelum drone terbang, tim pasang Ground Control Point (GCP) marker 60×60 cm di titik strategis dengan kerapatan 1 titik per 10 ha (mis. 10 titik untuk 100 ha), diukur dengan GPS Geodetic RTK. GCP jadi anchor koordinat global (SRGI2013/WGS84, UTM Zona 48S untuk seluruh Jabodetabek–Karawang–Cikarang; tinggi ortometrik terhadap geoid INAGEOID2020). Tanpa GCP, akurasi vertikal tidak bisa dibuktikan dan bias vertikal sistematis tidak terkoreksi — tidak memenuhi standar survey teknis.
Cuaca & operasional
Drone LiDAR tidak terbang saat hujan, kabut tebal, atau angin >12 m/s (~43 km/jam). Untuk lahan di musim hujan (Nov-Mar), jadwal pengukuran biasanya pagi (mulai 08.00; lebih awal hanya sesuai kesepakatan) sebelum awan hujan siang terbentuk. Untuk ruang udara terkontrol, KKOP bandara, atau terbang >120 m AGL, tim Ambaja mengurus persetujuan Ditjen Perhubungan Udara (kawasan terlarang/terbatas seperti area militer: persetujuan instansi berwenangnya) — diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang; NOTAM terbit setelah persetujuan (PM 37/2020).
// Use Case
Kapan LiDAR drone wajib dipilih?
Tidak setiap lahan luas butuh LiDAR — biaya per hektarnya 1,3-2x tarif photogrammetry biasa. Tabel di bawah adalah cheat sheet kapan LiDAR drone adalah pilihan paling tepat secara teknis & ekonomis berdasarkan pengalaman Ambaja di lapangan Jabodetabek & luar pulau.
Developer kawasan 50+ ha
Township, superblock, cluster vertikal-horizontal mixed. Vegetasi sisa kebun belum ditebang, butuh DTM tanah asli sebelum cut & fill. LiDAR selesai 2-3 minggu vs 3-4 bulan topografi konvensional.
Perkebunan sawit / karet / akasia
Inventarisasi pohon, volume biomassa, drainase blok, perencanaan jalan kebun. Kanopi sawit umur 7+ tahun nyaris 100% tutupan — Total Station hanya bisa lewat jalur panen dan sangat lambat, photogrammetry hanya merekam tajuk (meleset >1m).
Tambang quarry & stockpile
Pemetaan open-pit & area tambang luas (≥25 ha) yang sebagian masih bervegetasi, monitoring bulanan, perencanaan loading area; akurasi volume LiDAR ±2-3%. Untuk stockpile terbuka tanpa vegetasi (pasir, agregat, batubara), UAV pemetaan umumnya lebih ekonomis.
Koridor infrastruktur linier
Jalan tol baru, rel kereta, jalur pipa migas, transmisi listrik 150-500 kV, jalur fiber optik yang melintasi kebun, hutan, atau semak rapat. Koridor 50-100 km bisa di-survey dalam 5-10 hari kerja vs 3-6 bulan konvensional; ruas koridor yang terbuka cukup dipetakan dengan UAV pemetaan.
Mangrove & lahan basah
Konservasi mangrove, mitigasi banjir rob, perencanaan tambak udang/garam. LiDAR cara paling efisien mendapatkan elevasi lumpur di sela akar napas mangrove, tetap dikalibrasi dengan titik cek RTK karena pulsa yang menembus terbatas.
Studi bencana & mitigasi
Pemetaan lereng pasca-longsor, identifikasi mahkota (crown) longsoran, perubahan kontur sungai, debris flow tracking. Pengulangan LiDAR (multi-temporal) mendeteksi perubahan elevasi di atas ambang ketelitian data (sekitar 15-30 cm pada akurasi vertikal 5-10 cm).
* Tidak yakin LiDAR atau UAV Pemetaan (drone RTK) yang lebih cocok? Kirim koordinat lahan + foto Google Earth via WhatsApp — tim assess kepadatan vegetasi via citra satelit terbaru dan kasih rekomendasi paling cost-effective.
// Proses Survey
Bagaimana alur LiDAR drone dari konsultasi sampai serah terima data?
Workflow standar Ambaja untuk lahan ±50 hektar (lahan 100 ha ±18 hari kerja). Setiap step ada deliverable jelas — Anda bisa monitor progress harian via grup WhatsApp project. Lead time total ~2 minggu kerja (di luar gangguan cuaca; untuk lokasi di KKOP/ruang udara terkontrol, tambahkan waktu persetujuan terbang yang diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang).
- 01
Konsultasi & scoping (Day 0)
Klien kirim batas lahan (KMZ / SHP / foto Google Earth), kebutuhan deliverable (DTM, kontur, volume), dan timeline target. Tim Ambaja assess via citra satelit Sentinel/Landsat terbaru — cek tutupan vegetasi, akses jalan, dan risk operasional. Output: rekomendasi metodologi & estimasi anggaran kasar.
- 02
Site visit & feasibility (Day 1)
Tim survey datang ke lokasi: ground-truth tutupan vegetasi, cek titik take-off/landing drone aman, identifikasi obstacle (menara BTS, kabel listrik, pohon tinggi), koordinasi izin warga/perangkat desa. Dokumentasi foto site untuk SPK lampiran.
- 03
Penandatanganan SPK & DP
Surat Perintah Kerja (SPK) berisi: lingkup, deliverable spesifik (LAS/LAZ + DTM + kontur DWG + laporan PDF), timeline, sistem deposit refundable (bila berlaku), dan termin (default DP 50% saat SPK + pelunasan 50% sebelum kick-off terbang; termin bertahap bila disepakati). Invoice resmi e-Faktur Pajak.
- 04
Pemasangan GCP & GPS base (Day 2)
Tim pasang Ground Control Point marker 60x60 cm di 5-10 titik strategis (1 per 10 ha), diukur dengan GPS Geodetic RTK (Trimble R10 / Topcon HiPer). GPS base station setup di titik tetap selama operasional drone. Datum SRGI2013/WGS84, proyeksi UTM Zona 48S (seluruh Jabodetabek–Karawang–Cikarang) atau custom; tinggi ortometrik terhadap geoid INAGEOID2020.
- 05
Pengukuran LiDAR drone (Day 3-5)
Drone multirotor heavy-lift + sensor YellowScan Voyager terbang di 120m AGL dengan flight pattern lawn-mower (overlap antar strip 30%). Coverage 50-100 ha/hari, 4-6 set baterai per hari. Real-time monitoring point cloud density via ground station; re-fly area yang gap.
- 06
Processing & klasifikasi (Day 6-9)
Raw point cloud diproses di software TerraSolid / LiDAR360: PPK post-processing GPS, klasifikasi otomatis (ground, low/med/high vegetation, building), QC manual oleh data processor, generate DTM/DSM GeoTIFF, generate kontur 0,5m / 1m DWG, hitung volume cut & fill hanya bila dipesan (dihitung terpisah, di luar tarif per hektar).
- 07
Drafting laporan & serah terima (Day 10-13)
Drafting laporan teknis PDF: metodologi, peta hillshade DTM & intensitas (orthomosaic bila memakai modul kamera), profil melintang sample, statistik akurasi terhadap check point, point density per area. Serah terima soft copy (Google Drive / external SSD) + hardcopy laporan A4 (cetak peta A0/A1 opsional). BAST ditandatangani PIC.
[ Benchmark lead time ]
Lahan 50 ha vegetasi sedang: ~13 hari kerja end-to-end. Lahan 100 ha: ~18 hari kerja. Lahan 500 ha (koridor): ~5 minggu kerja. Cuaca buruk (hujan tinggi, angin >12 m/s) bisa menambah 2-5 hari karena drone tidak terbang.
// Deliverables
Yang Anda terima.
Standar paket deliverable Ambaja sudah CAD & GIS-ready — tinggal load di Autodesk Civil 3D, AutoCAD, Bentley OpenRoads, ArcGIS Pro, atau QGIS. Untuk kebutuhan custom format, beri tahu di brief awal supaya output langsung plug-and-play.
Point cloud LAS / LAZ
Raw point cloud terklasifikasi (ground, low veg, med veg, high veg, building) dengan koordinat XYZ + intensity + RGB (jika kombinasi dengan kamera). Format LAS 1.4 / LAZ kompresi 90%. Kompatibel: Autodesk ReCap, Bentley OpenRoads, Leica Cyclone, CloudCompare, Pix4D.
DTM & DSM GeoTIFF
Digital Terrain Model (DTM = permukaan tanah asli) dan Digital Surface Model (DSM = termasuk vegetasi & bangunan) dalam format GeoTIFF beresolusi 0,5m / 1m / custom. Sudah ter-georeferenced UTM Zona 48S datum SRGI2013/WGS84 dengan tinggi ortometrik terhadap geoid INAGEOID2020, atau custom CRS. Drop ke ArcGIS / QGIS / Civil 3D.
Kontur DWG (AutoCAD-ready)
Garis kontur 0,5m / 1m / 2m (sesuai kebutuhan) dalam DWG editable — siap dipakai engineer drafter untuk site plan, cut & fill, drainase, dan layer-layer Civil 3D lainnya. Termasuk layer batas lahan, jalan eksisting, sungai, dan landmark identifiable.
Orthomosaic JPG / GeoTIFF
Foto udara nadir gabungan (orthomosaic) dengan resolusi 5-10 cm/pixel — sebagai visual companion peta kontur. Berguna untuk identifikasi tutupan lahan, validasi visual, dan bahan presentasi investor. Optional jika sensor kombinasi LiDAR + kamera.
Laporan akurasi & metodologi PDF
Laporan teknis 20-40 halaman: metodologi, flight log, statistik akurasi (RMSE per axis terhadap check point independen, bukan titik GCP yang dipakai pengolahan), profil melintang sample, point density per area, klasifikasi point cloud breakdown, dan rekomendasi lanjutan. Format A4 cetak-ready, soft & hardcopy.
File koordinat & metadata
Daftar koordinat GCP (CSV/TXT), polygon batas lahan (SHP/KMZ/KML), metadata flight (waktu, kondisi, base station, sensor settings). Dokumen ini krusial saat audit pihak ketiga atau ingin update LiDAR multi-temporal tahun berikutnya.
// Kondisi Operasional
Apa yang kami siapkan sebelum drone terbang.
Kompleksitas LiDAR drone bukan di flight-nya — tapi di persiapan sebelum terbang dan processing setelahnya. Crew Ambaja standar mobilisasi:
- Pilot drone + asisten flight1 pilot drone berpengalaman komersial + 1 asisten yang monitor real-time point cloud density & re-fly area yang gap. Standar Ambaja.
- Surveyor GPS untuk GCP1 surveyor lapangan yang pasang & ukur Ground Control Point dengan GPS Geodetic RTK (Trimble R10 atau Topcon HiPer), di bawah supervisi Kepala Surveyor terdaftar ISI yang menandatangani laporan. Krusial untuk akurasi vertikal final.
- Data processor LiDAR1 data processor in-house yang handle PPK post-processing, klasifikasi point cloud, generate DTM/DSM, dan drafting kontur DWG di Autodesk Civil 3D.
- Koordinasi NOTAM & izin lokalPersetujuan Ditjen Perhubungan Udara untuk ruang udara terkontrol, KKOP bandara, atau terbang di atas 120 m AGL diurus tim Ambaja — diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang; NOTAM terbit setelah persetujuan (PM 37/2020). Koordinasi perangkat desa/RT untuk akses lahan & sosialisasi warga sekitar.
- Backup alat & cuacaSensor LiDAR cadangan tersedia kalau primary unit malfunction. Window cuaca dipantau via BMKG + Windy.com 7 hari ke depan; jadwal terbang fleksibel agar tidak bocor kontrak.
// Contoh Proyek (Tipikal)
Pemetaan Lahan Developer · 180 Ha · Bogor Barat
Profil proyek tipikal: developer kawasan township yang butuh data DTM untuk site plan kawasan industri ringan + cluster perumahan. Lahan sebelumnya kebun karet umur 15+ tahun, belum ditebang penuh — kanopi rapat. Total Station diestimasi butuh 4 bulan, LiDAR drone selesai 21 hari kerja.
* Profil proyek tipikal berdasarkan pengalaman operasional Ambaja & rekanan operator alat. Detail spesifik per proyek aktual tersedia under NDA via WhatsApp.
// Harga Jasa LiDAR Drone
Berapa harga LiDAR drone per hektar berdasarkan skala lahan?
Hanya tier base / hektar yang ditampilkan publik (belum termasuk PPN 11%). Operasional (mobilisasi alat antar pulau, GCP, pengurusan persetujuan ruang udara, akomodasi crew di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang) menyesuaikan medan & akses — quote spesifik per proyek via WhatsApp.
25-100 HEKTAR
Mulai Rp 1jt/hektar
Tier paling banyak dipesan — developer kawasan, perkebunan menengah, lahan tambang. Lead time 2-3 minggu.
- · Minimum order 25 ha
- · Sensor YellowScan Voyager (RIEGL VUX-120)
- · Akurasi vertikal 5-10 cm dengan GCP (GCP dihitung terpisah)
- · Point density 100-200 titik/m²
- · Deliverable lengkap (LAS, DTM, DSM, kontur DWG, PDF)
- · Surveyor berlisensi ISI
100-500 HEKTAR
Tarif Skala Besarquote per project
Tier untuk kawasan industri, township besar, dan koridor infrastruktur yang lahannya bervegetasi (yang terbuka cukup UAV pemetaan). Tarif per hektar menyesuaikan skala karena fixed cost mobilisasi ter-amortisasi.
- · Lead time 3-5 minggu
- · Multiple sensor option (Voyager / VUX-1)
- · GCP cluster + redundancy
- · Dedicated data processor
- · Termin bertahap bila disepakati di SPK
- · On-site project manager
500+ HEKTAR / KORIDOR
Custom Quoteenterprise tier
Untuk koridor jalan tol, jalur transmisi listrik 100+ km, lahan tambang konsesi luas. Tarif per hektar paling ekonomis dengan kontrak panjang.
- · Multiple flight crew paralel
- · Multi-temporal monitoring (2-4x setahun)
- · Custom CRS / projeksi koordinat
- · Dedicated Account Executive
- · SLA response < 24 jam
- · NDA & data security compliance
Operasional menyesuaikan
Komponen operasional di luar tarif per hektar: mobilisasi alat & crew (di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang, antar pulau via cargo), pemasangan GCP (jumlah titik tergantung luas & medan), akomodasi crew (untuk proyek multi-hari di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang), persetujuan ruang udara (jika terbang di KKOP / ruang udara terkontrol; NOTAM terbit setelah persetujuan), dan deposit refundable alat (bila berlaku, mis. lokasi berisiko tinggi atau remote; menutup kerusakan atau kehilangan akibat kondisi lokasi di luar kendali tim Ambaja). Detail komponen ini di-breakdown jelas di SPK. Lihat harga LiDAR per hektar →
Yang sering ditanya developer & surveyor.
// Service Terkait
Lengkapi paket survey lahan.
Semua harga di kartu berikut belum termasuk PPN 11%.
Survey Topografi
Pemetaan kontur Total Station — akurasi 2-5cm untuk lahan ≤10 ha.
Mulai Rp 250/m²
Pemetaan Drone (UAV)
Photogrammetry RTK untuk lahan 10-100 ha tanpa vegetasi padat.
Mulai Rp 500rb/hektar
Cut & Fill
Hitung volume galian/timbunan dari data LiDAR — output Civil 3D.
Quote per project
Pemetaan Lahan Developer
Topografi + boundary + LiDAR + sondir investasi-ready, harga tiap layanan dikutip terpisah.
Quote per project
UAV Photogrammetry
3D mesh & textured model bangunan/kawasan dari foto multi-angle.
Mulai Rp 750rb/hektar
Setting Out Bangunan
Pematokan as kolom & pondasi pre-konstruksi — akurasi mm.
Quote per project
Quote
LiDAR.
Brief proyek 5 menit: lokasi (KMZ / koordinat / foto Google Earth), luas estimasi, kebutuhan deliverable, dan deadline. Tim Ambaja balas dengan estimasi quotation, metodologi paling efisien, dan timeline operasional dalam <1 hari kerja. Konsultasi gratis sebelum SPK.
// Info Order LiDAR
Skala lahan
25 ha (min) - 1.000+ ha (enterprise)
Lead time
2-3 minggu (50 ha) · 3-5 minggu (100-500 ha)
Coverage
Jabodetabek + Karawang/Cikarang
+62 822 2055 5035
› Response < 1 hari kerja