Lompat ke konten
Ambaja.
YellowScan Voyager · RIEGL VUX-120

// Ukur Tanah · LiDAR Drone · Sensor RIEGL VUX-120

Jasa LiDAR Drone
Pemetaan Lahan Luas.

Pemetaan lahan 25-500+ hektar dengan sensor YellowScan Voyager (RIEGL VUX-120) terbang di atas drone multirotor heavy-lift. Penetrasi kanopi vegetasi padat, akurasi vertikal 5-10 cm dengan GCP, point density 100-200 titik/m², coverage 50-100 ha/hari. Output: point cloud LAS/LAZ, DTM/DSM GeoTIFF, kontur DWG, laporan akurasi PDF. Surveyor berlisensi & terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia).

Tier Standard

Mulai Rp 1jt

per hektar (min. 25 ha), belum termasuk PPN 11%

Coverage / Hari

50-100 Ha

tergantung tinggi terbang

Mobilisasi & GCP

GCP terpisah

mobilisasi Jabodetabek–Karawang–Cikarang termasuk

5-10 cm

Akurasi vertikal

100-200

Titik per m² (density)

2,4 jt/dt

Pulsa laser per detik

50-100 ha

Coverage per hari

// Tentang LiDAR Drone

Saat vegetasi padat menutup pandangan total station.

Survey topografi konvensional pakai Total Station efektif untuk lahan kosong ≤10 hektar dengan akses jalan kaki yang bagus. Tapi untuk lahan kebun sawit 200 ha, mangrove pesisir, hutan sekunder, atau koridor pipa lintas 100 km dengan vegetasi padat — Total Station butuh 3-6 bulan + tim 10 orang + risiko k3 tinggi (ular, lalat, longsor). LiDAR drone menyelesaikan pekerjaan yang sama dalam ±3-5 minggu kerja dengan crew 3 orang dari udara.

Cara kerjanya: drone multirotor heavy-lift terbang di ketinggian 80-120 m AGL dengan sensor YellowScan Voyager (pemindai RIEGL VUX-120) yang menembakkan hingga 2,4 juta pulsa laser per detik ke tanah. Sebagian pulsa terhalang daun (jadi DSM — Digital Surface Model), sebagian lolos di antara celah daun dan memantul dari permukaan tanah asli (jadi DTM — Digital Terrain Model). Hasilnya bukan foto — tapi awan titik 3D (point cloud) berisi jutaan koordinat XYZ presisi cm.

Ambaja memakai LiDAR drone untuk: developer kawasan 50+ ha yang butuh feasibility cepat, kontraktor jalan tol dengan koridor panjang, perkebunan sawit/karet/akasia untuk volume monitoring, lahan tambang quarry untuk stockpile inventory, serta studi mitigasi bencana (longsor, banjir bandang). Untuk lahan 10-25 ha atau tanpa vegetasi (di bawah ±10 ha cukup survey topografi), kami arahkan ke UAV pemetaan (drone RTK) yang lebih ekonomis. Untuk penjelasan ringkas decision framework baca komparasi LiDAR vs photogrammetry, dan untuk komparasi platform spesifik DJI Phantom RGB vs YellowScan LiDAR baca perbandingan DJI Phantom vs YellowScan.

// Spec Alat & Akurasi

Sensor & platform apa yang dipakai untuk LiDAR drone?

Tidak semua “LiDAR drone” setara. Sensor kelas entry umumnya punya jangkauan, jumlah echo, dan presisi lebih terbatas, sehingga titik tanah di bawah kanopi lebih jarang. Ambaja pakai sensor kelas survey-grade (RIEGL VUX-120) dengan deliverable akurasi vertikal 5-10 cm (dengan GCP); di bawah kanopi rapat, akurasi titik tanah bergantung pada jumlah pulsa yang tembus dan dilaporkan terpisah.

ParameterSpesifikasi AmbajaCatatan Teknis
Sensor LiDARYellowScan Voyager (RIEGL VUX-120)Spesifikasi pabrikan: akurasi 1 cm, presisi 0,5 cm, hingga 32 echo, berat 3,5 kg tanpa baterai
Drone platformMultirotor heavy-liftKapasitas muatan drone harus di atas 3,5 kg (berat Voyager tanpa baterai) — melebihi batas DJI Matrice 300/350 RTK (±2,7 kg)
Pulsa laserHingga 2.400.000 tembakan / detik (spesifikasi Voyager)Hingga 32 echo per pulsa; klasifikasi ground, low veg, medium veg, high veg, building dilakukan saat processing
Akurasi vertikal5-10 cm (dengan GCP)RMSEz diuji terhadap check point independen di area terbuka (kelas 10-cm ASPRS Positional Accuracy Standards Edisi 2 = RMSEz ≤ 10 cm); ground class only
Akurasi horizontal10-15 cm (dengan GCP)GCP marker 60x60 cm dipasang 1 titik / 10 ha + PPK post-processing
Point density100-200 titik / m²Custom 50-400 titik/m² tergantung tinggi terbang & flight pattern
Tinggi terbang80-120 m AGL120 m default (batas tanpa persetujuan khusus PM 37/2020); 80 m untuk vegetasi sangat padat
Coverage rate50-100 ha / hariTergantung tinggi, density target, dan transisi battery (4-6 set/hari)
Survey-grade GNSSRTK base station + PPK roverTrimble R10 / Topcon HiPer untuk control point; post-processing kinematic
Format output rawLAS / LAZ (point cloud)Kompatibel Autodesk ReCap, Bentley OpenRoads, CloudCompare, Cyclone

Brand alat alternatif

Untuk proyek skala besar / spesifikasi khusus, Ambaja juga bekerja dengan rekanan operator alat lain, misalnya RIEGL VUX-1UAV22 dan DJI Zenmuse L1/L2 (opsi budget, tetap minimum 25 ha). Sebut kebutuhan spesifik saat brief — kami pilih kombinasi alat paling cocok untuk medan Anda.

GCP & kalibrasi

Sebelum drone terbang, tim pasang Ground Control Point (GCP) marker 60×60 cm di titik strategis dengan kerapatan 1 titik per 10 ha (mis. 10 titik untuk 100 ha), diukur dengan GPS Geodetic RTK. GCP jadi anchor koordinat global (SRGI2013/WGS84, UTM Zona 48S untuk seluruh Jabodetabek–Karawang–Cikarang; tinggi ortometrik terhadap geoid INAGEOID2020). Tanpa GCP, akurasi vertikal tidak bisa dibuktikan dan bias vertikal sistematis tidak terkoreksi — tidak memenuhi standar survey teknis.

Cuaca & operasional

Drone LiDAR tidak terbang saat hujan, kabut tebal, atau angin >12 m/s (~43 km/jam). Untuk lahan di musim hujan (Nov-Mar), jadwal pengukuran biasanya pagi (mulai 08.00; lebih awal hanya sesuai kesepakatan) sebelum awan hujan siang terbentuk. Untuk ruang udara terkontrol, KKOP bandara, atau terbang >120 m AGL, tim Ambaja mengurus persetujuan Ditjen Perhubungan Udara (kawasan terlarang/terbatas seperti area militer: persetujuan instansi berwenangnya) — diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang; NOTAM terbit setelah persetujuan (PM 37/2020).

// Use Case

Kapan LiDAR drone wajib dipilih?

Tidak setiap lahan luas butuh LiDAR — biaya per hektarnya 1,3-2x tarif photogrammetry biasa. Tabel di bawah adalah cheat sheet kapan LiDAR drone adalah pilihan paling tepat secara teknis & ekonomis berdasarkan pengalaman Ambaja di lapangan Jabodetabek & luar pulau.

Developer kawasan 50+ ha

Township, superblock, cluster vertikal-horizontal mixed. Vegetasi sisa kebun belum ditebang, butuh DTM tanah asli sebelum cut & fill. LiDAR selesai 2-3 minggu vs 3-4 bulan topografi konvensional.

Perkebunan sawit / karet / akasia

Inventarisasi pohon, volume biomassa, drainase blok, perencanaan jalan kebun. Kanopi sawit umur 7+ tahun nyaris 100% tutupan — Total Station hanya bisa lewat jalur panen dan sangat lambat, photogrammetry hanya merekam tajuk (meleset >1m).

Tambang quarry & stockpile

Pemetaan open-pit & area tambang luas (≥25 ha) yang sebagian masih bervegetasi, monitoring bulanan, perencanaan loading area; akurasi volume LiDAR ±2-3%. Untuk stockpile terbuka tanpa vegetasi (pasir, agregat, batubara), UAV pemetaan umumnya lebih ekonomis.

Koridor infrastruktur linier

Jalan tol baru, rel kereta, jalur pipa migas, transmisi listrik 150-500 kV, jalur fiber optik yang melintasi kebun, hutan, atau semak rapat. Koridor 50-100 km bisa di-survey dalam 5-10 hari kerja vs 3-6 bulan konvensional; ruas koridor yang terbuka cukup dipetakan dengan UAV pemetaan.

Mangrove & lahan basah

Konservasi mangrove, mitigasi banjir rob, perencanaan tambak udang/garam. LiDAR cara paling efisien mendapatkan elevasi lumpur di sela akar napas mangrove, tetap dikalibrasi dengan titik cek RTK karena pulsa yang menembus terbatas.

Studi bencana & mitigasi

Pemetaan lereng pasca-longsor, identifikasi mahkota (crown) longsoran, perubahan kontur sungai, debris flow tracking. Pengulangan LiDAR (multi-temporal) mendeteksi perubahan elevasi di atas ambang ketelitian data (sekitar 15-30 cm pada akurasi vertikal 5-10 cm).

* Tidak yakin LiDAR atau UAV Pemetaan (drone RTK) yang lebih cocok? Kirim koordinat lahan + foto Google Earth via WhatsApp — tim assess kepadatan vegetasi via citra satelit terbaru dan kasih rekomendasi paling cost-effective.

// Proses Survey

Bagaimana alur LiDAR drone dari konsultasi sampai serah terima data?

Workflow standar Ambaja untuk lahan ±50 hektar (lahan 100 ha ±18 hari kerja). Setiap step ada deliverable jelas — Anda bisa monitor progress harian via grup WhatsApp project. Lead time total ~2 minggu kerja (di luar gangguan cuaca; untuk lokasi di KKOP/ruang udara terkontrol, tambahkan waktu persetujuan terbang yang diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang).

  1. 01

    Konsultasi & scoping (Day 0)

    Klien kirim batas lahan (KMZ / SHP / foto Google Earth), kebutuhan deliverable (DTM, kontur, volume), dan timeline target. Tim Ambaja assess via citra satelit Sentinel/Landsat terbaru — cek tutupan vegetasi, akses jalan, dan risk operasional. Output: rekomendasi metodologi & estimasi anggaran kasar.

  2. 02

    Site visit & feasibility (Day 1)

    Tim survey datang ke lokasi: ground-truth tutupan vegetasi, cek titik take-off/landing drone aman, identifikasi obstacle (menara BTS, kabel listrik, pohon tinggi), koordinasi izin warga/perangkat desa. Dokumentasi foto site untuk SPK lampiran.

  3. 03

    Penandatanganan SPK & DP

    Surat Perintah Kerja (SPK) berisi: lingkup, deliverable spesifik (LAS/LAZ + DTM + kontur DWG + laporan PDF), timeline, sistem deposit refundable (bila berlaku), dan termin (default DP 50% saat SPK + pelunasan 50% sebelum kick-off terbang; termin bertahap bila disepakati). Invoice resmi e-Faktur Pajak.

  4. 04

    Pemasangan GCP & GPS base (Day 2)

    Tim pasang Ground Control Point marker 60x60 cm di 5-10 titik strategis (1 per 10 ha), diukur dengan GPS Geodetic RTK (Trimble R10 / Topcon HiPer). GPS base station setup di titik tetap selama operasional drone. Datum SRGI2013/WGS84, proyeksi UTM Zona 48S (seluruh Jabodetabek–Karawang–Cikarang) atau custom; tinggi ortometrik terhadap geoid INAGEOID2020.

  5. 05

    Pengukuran LiDAR drone (Day 3-5)

    Drone multirotor heavy-lift + sensor YellowScan Voyager terbang di 120m AGL dengan flight pattern lawn-mower (overlap antar strip 30%). Coverage 50-100 ha/hari, 4-6 set baterai per hari. Real-time monitoring point cloud density via ground station; re-fly area yang gap.

  6. 06

    Processing & klasifikasi (Day 6-9)

    Raw point cloud diproses di software TerraSolid / LiDAR360: PPK post-processing GPS, klasifikasi otomatis (ground, low/med/high vegetation, building), QC manual oleh data processor, generate DTM/DSM GeoTIFF, generate kontur 0,5m / 1m DWG, hitung volume cut & fill hanya bila dipesan (dihitung terpisah, di luar tarif per hektar).

  7. 07

    Drafting laporan & serah terima (Day 10-13)

    Drafting laporan teknis PDF: metodologi, peta hillshade DTM & intensitas (orthomosaic bila memakai modul kamera), profil melintang sample, statistik akurasi terhadap check point, point density per area. Serah terima soft copy (Google Drive / external SSD) + hardcopy laporan A4 (cetak peta A0/A1 opsional). BAST ditandatangani PIC.

[ Benchmark lead time ]

Lahan 50 ha vegetasi sedang: ~13 hari kerja end-to-end. Lahan 100 ha: ~18 hari kerja. Lahan 500 ha (koridor): ~5 minggu kerja. Cuaca buruk (hujan tinggi, angin >12 m/s) bisa menambah 2-5 hari karena drone tidak terbang.

// Deliverables

Yang Anda terima.

Standar paket deliverable Ambaja sudah CAD & GIS-ready — tinggal load di Autodesk Civil 3D, AutoCAD, Bentley OpenRoads, ArcGIS Pro, atau QGIS. Untuk kebutuhan custom format, beri tahu di brief awal supaya output langsung plug-and-play.

Point cloud LAS / LAZ

Raw point cloud terklasifikasi (ground, low veg, med veg, high veg, building) dengan koordinat XYZ + intensity + RGB (jika kombinasi dengan kamera). Format LAS 1.4 / LAZ kompresi 90%. Kompatibel: Autodesk ReCap, Bentley OpenRoads, Leica Cyclone, CloudCompare, Pix4D.

DTM & DSM GeoTIFF

Digital Terrain Model (DTM = permukaan tanah asli) dan Digital Surface Model (DSM = termasuk vegetasi & bangunan) dalam format GeoTIFF beresolusi 0,5m / 1m / custom. Sudah ter-georeferenced UTM Zona 48S datum SRGI2013/WGS84 dengan tinggi ortometrik terhadap geoid INAGEOID2020, atau custom CRS. Drop ke ArcGIS / QGIS / Civil 3D.

Kontur DWG (AutoCAD-ready)

Garis kontur 0,5m / 1m / 2m (sesuai kebutuhan) dalam DWG editable — siap dipakai engineer drafter untuk site plan, cut & fill, drainase, dan layer-layer Civil 3D lainnya. Termasuk layer batas lahan, jalan eksisting, sungai, dan landmark identifiable.

Orthomosaic JPG / GeoTIFF

Foto udara nadir gabungan (orthomosaic) dengan resolusi 5-10 cm/pixel — sebagai visual companion peta kontur. Berguna untuk identifikasi tutupan lahan, validasi visual, dan bahan presentasi investor. Optional jika sensor kombinasi LiDAR + kamera.

Laporan akurasi & metodologi PDF

Laporan teknis 20-40 halaman: metodologi, flight log, statistik akurasi (RMSE per axis terhadap check point independen, bukan titik GCP yang dipakai pengolahan), profil melintang sample, point density per area, klasifikasi point cloud breakdown, dan rekomendasi lanjutan. Format A4 cetak-ready, soft & hardcopy.

File koordinat & metadata

Daftar koordinat GCP (CSV/TXT), polygon batas lahan (SHP/KMZ/KML), metadata flight (waktu, kondisi, base station, sensor settings). Dokumen ini krusial saat audit pihak ketiga atau ingin update LiDAR multi-temporal tahun berikutnya.

// Kondisi Operasional

Apa yang kami siapkan sebelum drone terbang.

Kompleksitas LiDAR drone bukan di flight-nya — tapi di persiapan sebelum terbang dan processing setelahnya. Crew Ambaja standar mobilisasi:

  • Pilot drone + asisten flight1 pilot drone berpengalaman komersial + 1 asisten yang monitor real-time point cloud density & re-fly area yang gap. Standar Ambaja.
  • Surveyor GPS untuk GCP1 surveyor lapangan yang pasang & ukur Ground Control Point dengan GPS Geodetic RTK (Trimble R10 atau Topcon HiPer), di bawah supervisi Kepala Surveyor terdaftar ISI yang menandatangani laporan. Krusial untuk akurasi vertikal final.
  • Data processor LiDAR1 data processor in-house yang handle PPK post-processing, klasifikasi point cloud, generate DTM/DSM, dan drafting kontur DWG di Autodesk Civil 3D.
  • Koordinasi NOTAM & izin lokalPersetujuan Ditjen Perhubungan Udara untuk ruang udara terkontrol, KKOP bandara, atau terbang di atas 120 m AGL diurus tim Ambaja — diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang; NOTAM terbit setelah persetujuan (PM 37/2020). Koordinasi perangkat desa/RT untuk akses lahan & sosialisasi warga sekitar.
  • Backup alat & cuacaSensor LiDAR cadangan tersedia kalau primary unit malfunction. Window cuaca dipantau via BMKG + Windy.com 7 hari ke depan; jadwal terbang fleksibel agar tidak bocor kontrak.

// Contoh Proyek (Tipikal)

Pemetaan Lahan Developer · 180 Ha · Bogor Barat

Profil proyek tipikal: developer kawasan township yang butuh data DTM untuk site plan kawasan industri ringan + cluster perumahan. Lahan sebelumnya kebun karet umur 15+ tahun, belum ditebang penuh — kanopi rapat. Total Station diestimasi butuh 4 bulan, LiDAR drone selesai 21 hari kerja.

Luas lahan180 ha (irregular polygon)
SensorYellowScan Voyager (RIEGL VUX-120)
Drone platformMultirotor heavy-lift
Tinggi terbang120m AGL (vegetasi padat)
GCP terpasang18 titik (1 per 10 ha)
Point density rata-rata145 titik/m²
Akurasi vertikal final7,2 cm (RMSE)
Durasi lapangan5 hari flight + GCP setup
Durasi processing9 hari kerja
Total lead time21 hari kerja

* Profil proyek tipikal berdasarkan pengalaman operasional Ambaja & rekanan operator alat. Detail spesifik per proyek aktual tersedia under NDA via WhatsApp.

// Harga Jasa LiDAR Drone

Berapa harga LiDAR drone per hektar berdasarkan skala lahan?

Hanya tier base / hektar yang ditampilkan publik (belum termasuk PPN 11%). Operasional (mobilisasi alat antar pulau, GCP, pengurusan persetujuan ruang udara, akomodasi crew di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang) menyesuaikan medan & akses — quote spesifik per proyek via WhatsApp.

Standard

25-100 HEKTAR

Mulai Rp 1jt/hektar

Tier paling banyak dipesan — developer kawasan, perkebunan menengah, lahan tambang. Lead time 2-3 minggu.

  • · Minimum order 25 ha
  • · Sensor YellowScan Voyager (RIEGL VUX-120)
  • · Akurasi vertikal 5-10 cm dengan GCP (GCP dihitung terpisah)
  • · Point density 100-200 titik/m²
  • · Deliverable lengkap (LAS, DTM, DSM, kontur DWG, PDF)
  • · Surveyor berlisensi ISI

100-500 HEKTAR

Tarif Skala Besarquote per project

Tier untuk kawasan industri, township besar, dan koridor infrastruktur yang lahannya bervegetasi (yang terbuka cukup UAV pemetaan). Tarif per hektar menyesuaikan skala karena fixed cost mobilisasi ter-amortisasi.

  • · Lead time 3-5 minggu
  • · Multiple sensor option (Voyager / VUX-1)
  • · GCP cluster + redundancy
  • · Dedicated data processor
  • · Termin bertahap bila disepakati di SPK
  • · On-site project manager

500+ HEKTAR / KORIDOR

Custom Quoteenterprise tier

Untuk koridor jalan tol, jalur transmisi listrik 100+ km, lahan tambang konsesi luas. Tarif per hektar paling ekonomis dengan kontrak panjang.

  • · Multiple flight crew paralel
  • · Multi-temporal monitoring (2-4x setahun)
  • · Custom CRS / projeksi koordinat
  • · Dedicated Account Executive
  • · SLA response < 24 jam
  • · NDA & data security compliance

Operasional menyesuaikan

Komponen operasional di luar tarif per hektar: mobilisasi alat & crew (di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang, antar pulau via cargo), pemasangan GCP (jumlah titik tergantung luas & medan), akomodasi crew (untuk proyek multi-hari di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang), persetujuan ruang udara (jika terbang di KKOP / ruang udara terkontrol; NOTAM terbit setelah persetujuan), dan deposit refundable alat (bila berlaku, mis. lokasi berisiko tinggi atau remote; menutup kerusakan atau kehilangan akibat kondisi lokasi di luar kendali tim Ambaja). Detail komponen ini di-breakdown jelas di SPK. Lihat harga LiDAR per hektar →

// FAQ Jasa LiDAR Drone

Yang sering ditanya developer & surveyor.

Apa beda LiDAR drone dengan drone photogrammetry biasa?

Photogrammetry mengubah ratusan foto udara overlap menjadi 3D model — sangat akurat untuk permukaan terbuka (tanah kosong, atap, jalan), tapi gagal menembus kanopi vegetasi karena hanya 'melihat' apa yang tertangkap kamera. LiDAR drone mengirim ratusan ribu hingga jutaan pulsa laser per detik (YellowScan Voyager hingga 2.400.000 tembakan/detik); sebagian pulsa lolos di antara daun dan memantul dari permukaan tanah asli, sehingga menghasilkan Digital Terrain Model (DTM) di bawah vegetasi. Untuk lahan kebun sawit, mangrove, atau hutan sekunder, LiDAR adalah pilihan paling efisien kalau Anda butuh kontur tanah asli — survei terestris (Total Station/GNSS) tetap bisa, tapi jauh lebih lambat. Di semak/rumput rapat >1m, titik tanah LiDAR cenderung terbaca lebih tinggi, jadi dikalibrasi dengan titik cek terestris. Biaya LiDAR memang 1,3-2x tarif photogrammetry per hektar, tapi waktunya 4-6x lebih cepat dibanding survey topografi konvensional di lahan bervegetasi.

Berapa luas minimum order LiDAR drone di Ambaja?

Minimum tagihan 25 hektar dengan tarif publish Rp 1jt/hektar (belum termasuk PPN 11%; GCP dihitung terpisah) — lahan di bawah 25 ha tetap ditagih 25 ha. Di bawah 25 hektar, mobilisasi alat LiDAR (sensor YellowScan + drone heavy-lift + GPS base + crew 3 orang) jadi tidak ekonomis dibanding survey topografi Total Station atau UAV pemetaan. Untuk lahan <25 ha dengan vegetasi padat, kami biasanya rekomendasi kombinasi: UAV pemetaan untuk area terbuka (minimum 10 ha) + survey topografi spot untuk titik strategis di bawah vegetasi. Diskusi via WhatsApp dengan kirim batas lahan (KMZ/SHP/foto Google Earth), tim kasih opsi paling cost-effective sesuai medan.

Akurasi vertikal 5-10 cm — apa cukup untuk desain teknis konstruksi?

Akurasi vertikal LiDAR drone Ambaja 5-10 cm sudah memenuhi standar untuk: feasibility study lahan, perencanaan site plan kawasan, hitung volume cut & fill (akurasi ±2-3% volume), planning drainase makro, koridor infrastruktur, dan studi sedimentasi. Untuk pekerjaan dengan toleransi lebih ketat — misal desain pondasi tiang pancang individual, setting out as kolom, atau verifikasi as-built struktur — LiDAR drone bukan alat yang tepat; pakai Total Station (akurasi 2-5mm) untuk titik-titik krusial tersebut. Workflow standar Ambaja: LiDAR untuk kontur dasar + Total Station untuk detail engineering. Kombinasi ini standard practice untuk proyek developer 50+ hektar yang lahannya bervegetasi; bila lahannya terbuka, kontur dasarnya cukup dari UAV pemetaan (minimum 10 ha) + Total Station.

Bagaimana sistem deposit alat LiDAR? Apa ada asuransi?

Untuk akuisisi LiDAR tertentu (mis. lokasi berisiko tinggi, remote, atau bersengketa), Ambaja dapat menerapkan deposit refundable sebagai jaminan operasional alat (sensor YellowScan + drone pembawanya); alat tetap dioperasikan pilot dan surveyor Ambaja, tidak dipinjamkan ke klien. Deposit terpisah dari DP, ditahan di awal kontrak, dan dikembalikan penuh setelah pekerjaan selesai bila tidak ada kerusakan atau kehilangan yang dibebankan. Jika selama operasional terjadi kerusakan atau kehilangan akibat kondisi lokasi di luar kendali tim Ambaja (mis. gangguan pihak ketiga atau kehilangan komponen GPS base di lokasi), biaya repair/replacement dipotong dari deposit dengan invoice resmi service center alat; kerusakan akibat kesalahan operator Ambaja menjadi tanggungan Ambaja. Tidak ada premi asuransi alat yang dibebankan ke klien — deposit ini bukan polis asuransi. Detail nominal deposit menyesuaikan kompleksitas medan & durasi pengukuran; dibahas saat penawaran via WhatsApp.

Apa scope output survey LiDAR Ambaja — sampai mana batasnya?

Output LiDAR kami berupa point cloud (LAS/LAZ), DTM/DSM (GeoTIFF), kontur DWG, dan laporan teknis PDF untuk perencanaan engineering & investasi. Posisi kami adalah vendor survey teknis dengan surveyor terdaftar ISI — bukan lembaga sertifikasi pemerintah. Untuk dokumen formal yang membutuhkan lembaga lisensi khusus pemerintah (pengukuran ulang sertifikat, pemecahan kavling formal), scope tersebut di luar lini layanan Ambaja. Hasil LiDAR kami sering dipakai developer, konsultan, dan investor sebagai dasar perencanaan, lampiran teknis pengajuan PBG, atau bahan teknis dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL; penyusunan dokumennya di luar layanan Ambaja). Untuk batas tanah referensi internal, lihat layanan Boundary Survey & Pemecahan kami.

Berapa lama proses dari mobilisasi sampai serah terima data?

Timeline standar Ambaja untuk lahan 50 hektar dengan vegetasi sedang: H+0 konsultasi & scoping, H+1 site visit (recce wajib untuk LiDAR), lalu quotation final 1–2 hari kerja setelah kunjungan; setelah SPK & DP: hari ke-1 pemasangan GCP (Ground Control Point) & GPS base, hari ke-2 sampai ke-4 pengukuran LiDAR drone (terbang efektif 1-2 hari, tergantung cuaca & coverage rate 50-100 ha/hari), hari ke-5 sampai ke-8 processing point cloud (4 hari kerja, klasifikasi tanah vs vegetasi, generate DTM/DSM), hari ke-9 sampai ke-12 drafting kontur DWG + laporan PDF lalu serah terima soft & hardcopy. Total ±12 hari kerja setelah SPK (±2,5–3 minggu kerja sejak konsultasi pertama); lokasi di KKOP/ruang udara terkontrol baru bisa diterbangi setelah persetujuan terbang (diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang). Untuk lahan 100-500 ha, timeline 3-5 minggu. Cuaca hujan tinggi bisa menambah 2-5 hari karena drone tidak terbang saat hujan / angin >12 m/s.

Apakah hasil LiDAR bisa diolah untuk kebutuhan custom (Civil 3D, ArcGIS, Revit)?

Iya. Output standar Ambaja sudah CAD/GIS-ready: point cloud LAS/LAZ (kompatibel Autodesk ReCap, Bentley OpenRoads, Cyclone, CloudCompare), DTM/DSM GeoTIFF (kompatibel ArcGIS Pro, QGIS, Civil 3D), dan kontur DWG (kompatibel AutoCAD, Civil 3D, Revit lewat import). Untuk kebutuhan khusus — misal export per tile koordinat UTM, klasifikasi point cloud di luar kelas standar ground/low veg/medium veg/high veg/building (mis. air, permukaan jalan, kabel & menara transmisi sesuai kelas LAS 1.4), atau format LandXML untuk MX/Bentley — bisa kami siapkan sebagai deliverable tambahan. Tarif menyesuaikan kompleksitas processing; sebut workflow tools Anda saat brief awal supaya output langsung plug-and-play di system internal tim engineer.

Tim surveyor LiDAR Ambaja berlisensi atau tersertifikasi?

Senior surveyor LiDAR Ambaja (penanda tangan laporan; data processor bekerja di bawah supervisinya) terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) — asosiasi profesi resmi yang verifikasi kompetensi teknis & etika profesi surveyor di Indonesia. Untuk pilot drone, tim Ambaja memenuhi standar operasional drone komersial sesuai regulasi penerbangan sipil. Untuk proyek BUMN, perbankan, atau developer besar yang require profil tim, kami sediakan CV + nomor lisensi ISI + portofolio proyek sebelum mobilisasi. Catatan posisi Ambaja: kami adalah vendor survey teknis dengan surveyor terdaftar ISI — output LiDAR kami untuk keperluan teknis & investasi, bukan dokumen formal lembaga sertifikasi pemerintah.

Survey-Grade Sensor Ready

Quote
LiDAR.

Brief proyek 5 menit: lokasi (KMZ / koordinat / foto Google Earth), luas estimasi, kebutuhan deliverable, dan deadline. Tim Ambaja balas dengan estimasi quotation, metodologi paling efisien, dan timeline operasional dalam <1 hari kerja. Konsultasi gratis sebelum SPK.

// Info Order LiDAR

Skala lahan

25 ha (min) - 1.000+ ha (enterprise)

Lead time

2-3 minggu (50 ha) · 3-5 minggu (100-500 ha)

Coverage

Jabodetabek + Karawang/Cikarang

WhatsApp

+62 822 2055 5035

› Response < 1 hari kerja

WhatsApp