Lompat ke konten
Ambaja.
YellowScan Voyager · DJI M300 RTK

// Ukur Tanah · LiDAR Drone · Sensor Riegl miniVUX-3 UAV

Jasa LiDAR Drone
Pemetaan Lahan Luas.

Pemetaan lahan 25-500+ hektar dengan sensor YellowScan Voyager (Riegl miniVUX-3 UAV) terbang di atas DJI Matrice 300 RTK. Penetrasi kanopi vegetasi padat, akurasi vertikal 5-10 cm, point density 100-200 titik/m², coverage 50-100 ha/hari. Output: point cloud LAS/LAZ, DTM/DSM GeoTIFF, kontur DWG, laporan akurasi PDF. Surveyor berlisensi & terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia).

Tier Standard

Mulai Rp 1jt

per hektar (min. 25 ha)

Coverage / Hari

50-100 Ha

tergantung tinggi terbang

Mobilisasi & GCP

Menyesuaikan

quote per project

5-10 cm

Akurasi vertikal

100-200

Titik per m² (density)

240k/dt

Pulsa laser per detik

50-100 ha

Coverage per hari

// Tentang LiDAR Drone

Saat vegetasi padat menutup pandangan total station.

Survey topografi konvensional pakai Total Station efektif untuk lahan kosong ≤10 hektar dengan akses jalan kaki yang bagus. Tapi untuk lahan kebun sawit 200 ha, mangrove pesisir, hutan sekunder, atau koridor pipa lintas 100 km dengan vegetasi padat — Total Station butuh 3-6 bulan + tim 10 orang + risiko k3 tinggi (ular, lalat, longsor). LiDAR drone selesai sama dalam 2-4 minggu dengan crew 3 orang dari udara.

Cara kerjanya: drone DJI Matrice 300 RTK terbang di ketinggian 80-150m AGL dengan sensor YellowScan Voyager (modul Riegl miniVUX-3 UAV) yang menembakkan 240.000 pulsa laser per detik ke tanah. Sebagian pulsa terhalang daun (jadi DSM — Digital Surface Model), sebagian lolos di antara celah daun dan memantul dari permukaan tanah asli (jadi DTM — Digital Terrain Model). Hasilnya bukan foto — tapi awan titik 3D (point cloud) berisi jutaan koordinat XYZ presisi cm.

Ambaja memakai LiDAR drone untuk: developer kawasan 50+ hayang butuh feasibility cepat, kontraktor jalan tol dengan koridor panjang, perkebunan sawit/karet/akasia untuk volume monitoring, lahan tambang quarry untuk stockpile inventory, serta studi mitigasi bencana (longsor, banjir bandang). Untuk lahan kecil <25 ha atau tanpa vegetasi, kami arahkan ke drone UAV photogrammetry RTK yang lebih ekonomis. Untuk penjelasan ringkas decision framework baca panduan LiDAR vs photogrammetry, dan untuk komparasi platform spesifik (DJI Phantom RGB vs YellowScan / Riegl LiDAR) baca perbandingan DJI Phantom vs YellowScan/Riegl.

// Spec Alat & Akurasi

Sensor & platform apa yang dipakai untuk LiDAR drone?

Tidak semua “LiDAR drone” setara. Sensor budget di bawah Rp 200 juta biasanya hanya 16-32 channel dengan akurasi vertikal >15 cm. Ambaja pakai sensor kelas survey-grade (Riegl miniVUX-3 UAV) yang akurasi vertikalnya konsisten di 5-10 cm bahkan di kanopi vegetasi padat.

ParameterSpesifikasi AmbajaCatatan Teknis
Sensor LiDARYellowScan Voyager (Riegl miniVUX-3 UAV)Sensor Eropa kelas survey-grade; pilihan utama selain Riegl VUX-1 / Leica BLK2FLY
Drone platformDJI Matrice 300 RTKEndurance 45 menit, max payload 2,7 kg, RTK GNSS dual antena, IP45
Pulsa laser240.000-1.500.000 / detik (multi-pulse)Multiple returns per pulsa: ground, low veg, medium veg, high veg, building
Akurasi vertikal5-10 cm (dengan GCP)Mengikuti standar relative accuracy ASPRS Class 1; ground class only
Akurasi horizontal10-15 cm (dengan GCP)GCP marker 60x60 cm dipasang 1 titik / 10 ha + PPK post-processing
Point density100-200 titik / m²Custom 50-400 titik/m² tergantung tinggi terbang & flight pattern
Tinggi terbang80-150 m AGL120m default; 80m untuk vegetasi sangat padat; 150m untuk lahan terbuka
Coverage rate50-100 ha / hariTergantung tinggi, density target, dan transisi battery (4-6 set/hari)
Survey-grade GNSSRTK base station + PPK roverTrimble R10 / Topcon HiPer untuk control point; post-processing kinematic
Format output rawLAS / LAZ (point cloud)Kompatibel Autodesk ReCap, Bentley OpenRoads, CloudCompare, Cyclone

Brand alat alternatif

Untuk proyek skala besar / spesifikasi khusus, Ambaja juga bekerja dengan rekanan operator alat lain: Leica BLK2FLY, Riegl VUX-1 22 / VUX-120, Trimble MX9, Topcon Sirius PRO, dan DJI Zenmuse L1/L2 (untuk lahan kecil & budget terbatas). Sebut kebutuhan spesifik saat brief — kami pilih kombinasi alat paling cocok untuk medan Anda.

GCP & kalibrasi

Sebelum drone terbang, tim pasang Ground Control Point (GCP) marker 60×60 cm di 5-10 titik strategis per 100 ha, diukur dengan GPS Geodetic RTK. GCP jadi anchor koordinat global (WGS84 / UTM Zona 48S untuk Jakarta). Tanpa GCP, akurasi vertikal hanya 30-50 cm — tidak memenuhi standar survey teknis.

Cuaca & operasional

Drone LiDAR tidak terbang saat hujan, kabut tebal, atau angin >12 m/s (~43 km/jam). Untuk lahan di musim hujan (Nov-Mar), jadwal pengukuran biasanya pagi (06:00-10:00) sebelum awan terbentuk. Saat survey, Notice to Airmen (NOTAM) diurus tim Ambaja untuk area sensitive (dekat bandara, kawasan militer, atau ketinggian terbang >120m AGL).

// Use Case

Kapan LiDAR drone wajib dipilih?

Tidak setiap lahan luas butuh LiDAR — biaya per hektarnya 2-3x di atas photogrammetry biasa. Tabel di bawah adalah cheat sheet kapan LiDAR drone adalah pilihan paling tepat secara teknis & ekonomis berdasarkan pengalaman Ambaja di lapangan Jabodetabek & luar pulau.

Developer kawasan 50+ ha

Township, superblock, cluster vertikal-horizontal mixed. Vegetasi sisa kebun belum ditebang, butuh DTM tanah asli sebelum cut & fill. LiDAR selesai 2-3 minggu vs 3-4 bulan topografi konvensional.

Perkebunan sawit / karet / akasia

Inventarisasi pohon, volume biomassa, drainase blok, perencanaan jalan kebun. Kanopi sawit umur 7+ tahun nyaris 100% tutupan — Total Station mustahil, photogrammetry meleset >1m.

Tambang quarry & stockpile

Volume stockpile material (pasir, agregat, batubara), monitoring open-pit bulanan, perencanaan loading area. Akurasi volume LiDAR ±2-3% jauh lebih baik dari estimasi konvensional.

Koridor infrastruktur linier

Jalan tol baru, rel kereta, jalur pipa migas, transmisi listrik 150-500 kV, jalur fiber optik. Koridor 50-100 km bisa di-survey dalam 5-10 hari kerja vs 3-6 bulan konvensional.

Mangrove & lahan basah

Konservasi mangrove, mitigasi banjir rob, perencanaan tambak udang/garam. LiDAR satu-satunya cara dapat elevasi tanah lumpur di bawah akar napas mangrove.

Studi bencana & mitigasi

Pemetaan lereng pasca-longsor, identifikasi crown patahan, perubahan kontur sungai, debris flow tracking. Pengulangan LiDAR (multi-temporal) deteksi pergerakan tanah cm-level.

* Tidak yakin LiDAR atau Drone UAV Photogrammetry RTK yang lebih cocok? Kirim koordinat lahan + foto Google Earth via WhatsApp — tim assess kepadatan vegetasi via citra satelit terbaru dan kasih rekomendasi paling cost-effective.

// Proses Survey

Bagaimana alur LiDAR drone dari konsultasi sampai serah terima data?

Workflow standar Ambaja untuk lahan 50-100 hektar. Setiap step ada deliverable jelas — Anda bisa monitor progress harian via grup WhatsApp project. Lead time total ~2 minggu kerja (excluding force majeure cuaca).

  1. 01

    Konsultasi & scoping (Day 0)

    Klien kirim batas lahan (KMZ / SHP / foto Google Earth), kebutuhan deliverable (DTM, kontur, volume), dan timeline target. Tim Ambaja assess via citra satelit Sentinel/Landsat terbaru — cek tutupan vegetasi, akses jalan, dan risk operasional. Output: rekomendasi metodologi & estimasi anggaran kasar.

  2. 02

    Site visit & feasibility (Day 1)

    Tim survey datang ke lokasi: ground-truth tutupan vegetasi, cek titik take-off/landing drone aman, identifikasi obstacle (menara BTS, kabel listrik, pohon tinggi), koordinasi izin warga/perangkat desa. Dokumentasi foto site untuk SPK lampiran.

  3. 03

    Penandatangan SPK & DP

    Surat Perjanjian Kerja (SPK) berisi: lingkup, deliverable spesifik (LAS/LAZ + DTM + kontur DWG + laporan PDF), timeline, sistem deposit refundable, dan termin (DP 40% sebelum mobilisasi, 30% pasca-flight, 30% saat serah terima). Invoice resmi e-Faktur Pajak.

  4. 04

    Pemasangan GCP & GPS base (Day 2)

    Tim pasang Ground Control Point marker 60x60 cm di 5-10 titik strategis (1 per 10 ha), diukur dengan GPS Geodetic RTK (Trimble R10 / Topcon HiPer). GPS base station setup di titik tetap selama operasional drone. Datum WGS84, projeksi UTM Zona 48S (default Jakarta) atau custom.

  5. 05

    Pengukuran LiDAR drone (Day 3-5)

    Drone DJI Matrice 300 RTK + sensor YellowScan Voyager terbang di 120m AGL dengan flight pattern lawn-mower (overlap antar strip 30%). Coverage 50-100 ha/hari, 4-6 set baterai per hari. Real-time monitoring point cloud density via ground station; re-fly area yang gap.

  6. 06

    Processing & klasifikasi (Day 6-9)

    Raw point cloud diproses di software TerraSolid / LiDAR360: PPK post-processing GPS, klasifikasi otomatis (ground, low/med/high vegetation, building), QC manual oleh data processor, generate DTM/DSM GeoTIFF, generate kontur 0,5m / 1m DWG, hitung volume jika requested.

  7. 07

    Drafting laporan & serah terima (Day 10-13)

    Drafting laporan teknis PDF: metodologi, peta orthomosaic preview, profil melintang sample, statistik akurasi GCP, point density per area. Serah terima soft copy (Google Drive / external SSD) + hardcopy laporan A4 + cetak peta A0/A1. BAST ditandatangani PIC.

[ Benchmark lead time ]

Lahan 50 ha vegetasi sedang: ~13 hari kerja end-to-end. Lahan 100 ha: ~18 hari kerja. Lahan 500 ha (koridor): ~5 minggu kerja. Cuaca buruk (hujan tinggi, angin >12 m/s) bisa menambah 2-5 hari karena drone tidak terbang.

// Deliverables

Yang Anda terima.

Standar paket deliverable Ambaja sudah CAD & GIS-ready — tinggal load di Autodesk Civil 3D, AutoCAD, Bentley OpenRoads, ArcGIS Pro, atau QGIS. Untuk kebutuhan custom format, beri tahu di brief awal supaya output langsung plug-and-play.

Point cloud LAS / LAZ

Raw point cloud terklasifikasi (ground, low veg, med veg, high veg, building) dengan koordinat XYZ + intensity + RGB (jika kombinasi dengan kamera). Format LAS 1.4 / LAZ kompresi 90%. Kompatibel: Autodesk ReCap, Bentley OpenRoads, Leica Cyclone, CloudCompare, Pix4D.

DTM & DSM GeoTIFF

Digital Terrain Model (DTM = permukaan tanah asli) dan Digital Surface Model (DSM = termasuk vegetasi & bangunan) dalam format GeoTIFF beresolusi 0,5m / 1m / custom. Sudah ter-georeferenced UTM Zona 48S (Jakarta) atau custom CRS. Drop ke ArcGIS / QGIS / Civil 3D.

Kontur DWG (AutoCAD-ready)

Garis kontur 0,5m / 1m / 2m (sesuai kebutuhan) dalam DWG editable — siap dipakai engineer drafter untuk site plan, cut & fill, drainase, dan layer-layer Civil 3D lainnya. Termasuk layer batas lahan, jalan eksisting, sungai, dan landmark identifiable.

Orthomosaic JPG / GeoTIFF

Foto udara nadir gabungan (orthomosaic) dengan resolusi 5-10 cm/pixel — sebagai visual companion peta kontur. Berguna untuk identifikasi tutupan lahan, validasi visual, dan bahan presentasi investor. Optional jika sensor kombinasi LiDAR + kamera.

Laporan akurasi & metodologi PDF

Laporan teknis 20-40 halaman: metodologi, flight log, statistik akurasi (RMSE GCP per axis), profil melintang sample, point density per area, klasifikasi point cloud breakdown, dan rekomendasi lanjutan. Format A4 cetak-ready, soft & hardcopy.

File koordinat & metadata

Daftar koordinat GCP (CSV/TXT), polygon batas lahan (SHP/KMZ/KML), metadata flight (waktu, kondisi, base station, sensor settings). Dokumen ini krusial saat audit pihak ketiga atau ingin update LiDAR multi-temporal tahun berikutnya.

// Kondisi Operasional

Apa yang kami siapkan sebelum drone terbang.

Kompleksitas LiDAR drone bukan di flight-nya — tapi di persiapan sebelum terbang dan processing setelahnya. Crew Ambaja standar mobilisasi:

  • Pilot drone + asisten flight1 pilot drone berpengalaman komersial + 1 asisten yang monitor real-time point cloud density & re-fly area yang gap. Standar Ambaja.
  • Surveyor GPS untuk GCP1 surveyor terdaftar ISI yang pasang & ukur Ground Control Point dengan GPS Geodetic RTK (Trimble R10 atau Topcon HiPer). Krusial untuk akurasi vertikal final.
  • Data processor LiDAR1 data processor in-house yang handle PPK post-processing, klasifikasi point cloud, generate DTM/DSM, dan drafting kontur DWG di Autodesk Civil 3D.
  • Koordinasi NOTAM & izin lokalNotice to Airmen (NOTAM) untuk area dekat bandara / ketinggian >120m AGL diurus tim Ambaja. Koordinasi perangkat desa/RT untuk akses lahan & sosialisasi warga sekitar.
  • Backup alat & cuacaSensor LiDAR cadangan tersedia kalau primary unit malfunction. Window cuaca dipantau via BMKG + Windy.com 7 hari ke depan; jadwal terbang fleksibel agar tidak bocor kontrak.

// Contoh Proyek (Tipikal)

Pemetaan Lahan Developer · 180 Ha · Bogor Barat

Profil proyek tipikal: developer kawasan township yang butuh data DTM untuk site plan kawasan industri ringan + cluster perumahan. Lahan sebelumnya kebun karet umur 15+ tahun, belum ditebang penuh — kanopi rapat. Total Station diestimasi butuh 4 bulan, LiDAR drone selesai 3 minggu kerja.

Luas lahan180 ha (irregular polygon)
SensorYellowScan Voyager (Riegl miniVUX-3)
Drone platformDJI Matrice 300 RTK
Tinggi terbang120m AGL (vegetasi padat)
GCP terpasang18 titik (1 per 10 ha)
Point density rata-rata145 titik/m²
Akurasi vertikal final7,2 cm (RMSE)
Durasi lapangan5 hari flight + GCP setup
Durasi processing9 hari kerja
Total lead time21 hari kerja

* Profil proyek tipikal berdasarkan pengalaman operasional Ambaja & rekanan operator alat. Detail spesifik per proyek aktual tersedia under NDA via WhatsApp.

// Harga Jasa LiDAR Drone

Berapa harga LiDAR drone per hektar berdasarkan skala lahan?

Hanya tier base / hektar yang ditampilkan publik. Operasional (mobilisasi alat antar pulau, GCP, izin NOTAM, akomodasi crew luar Jabodetabek) menyesuaikan medan & akses — quote spesifik per proyek via WhatsApp.

Standard

25-100 HEKTAR

Mulai Rp 1jt/hektar

Tier paling banyak dipesan — developer kawasan, perkebunan menengah, lahan tambang. Lead time 2-3 minggu.

  • · Minimum order 25 ha
  • · Sensor YellowScan Voyager + DJI M300 RTK
  • · Akurasi vertikal 5-10 cm
  • · Point density 100-200 titik/m²
  • · Deliverable lengkap (LAS, DTM, DSM, kontur DWG, PDF)
  • · Surveyor berlisensi ISI

100-500 HEKTAR

Volume Discountquote per project

Tier untuk kawasan industri, township besar, koridor infrastruktur. Diskon volume karena fixed cost mobilisasi ter-amortisasi.

  • · Lead time 4-6 minggu
  • · Multiple sensor option (Voyager / VUX-1)
  • · GCP cluster + redundancy
  • · Dedicated data processor
  • · Termin B2B fleksibel (3 termin)
  • · On-site project manager

500+ HEKTAR / KORIDOR

Custom Quoteenterprise tier

Untuk koridor jalan tol, jalur transmisi listrik 100+ km, lahan tambang konsesi luas. Tarif per hektar paling ekonomis dengan kontrak panjang.

  • · Multiple flight crew paralel
  • · Multi-temporal monitoring (2-4x setahun)
  • · Custom CRS / projeksi koordinat
  • · Dedicated Account Executive
  • · SLA response < 24 jam
  • · NDA & data security compliance

Operasional menyesuaikan

Komponen operasional di luar tarif per hektar: mobilisasi alat & crew (jarak dari Jakarta, antar pulau via cargo), pemasangan GCP (jumlah titik tergantung luas & medan), akomodasi crew(untuk proyek >1 minggu di luar Jabodetabek), izin NOTAM (jika terbang dekat bandara / area sensitif), dan deposit refundable alat (cover risk crash / kerusakan sensor). Detail komponen ini di-breakdown jelas di SPK. Lihat harga lengkap →

// FAQ Jasa LiDAR Drone

Yang sering ditanya developer & surveyor.

Apa beda LiDAR drone dengan drone photogrammetry biasa?

Photogrammetry mengubah ratusan foto udara overlap menjadi 3D model — sangat akurat untuk permukaan terbuka (tanah kosong, atap, jalan), tapi gagal menembus kanopi vegetasi karena hanya 'melihat' apa yang tertangkap kamera. LiDAR drone mengirim 240.000-1.500.000 pulsa laser per detik; sebagian pulsa lolos di antara daun dan memantul dari permukaan tanah asli, sehingga menghasilkan Digital Terrain Model (DTM) di bawah vegetasi. Untuk lahan kebun sawit, mangrove, hutan sekunder, atau lahan dengan rumput tinggi >1m, LiDAR adalah pilihan satu-satunya kalau Anda butuh kontur tanah asli. Biaya LiDAR memang ~2x photogrammetry per hektar, tapi waktunya 4-6x lebih cepat dibanding survey topografi konvensional di lahan bervegetasi.

Berapa luas minimum order LiDAR drone di Ambaja?

Minimum order 25 hektar untuk pricing tier publish (Rp 1jt/hektar). Di bawah 25 hektar, mobilisasi alat LiDAR (sensor YellowScan ~25kg + drone M300 + GPS base + crew 3 orang) jadi tidak ekonomis dibanding survey topografi Total Station atau drone photogrammetry biasa. Untuk lahan <25 ha dengan vegetasi padat, kami biasanya rekomendasi kombinasi: photogrammetry untuk area terbuka + survey topografi spot untuk titik strategis di bawah vegetasi. Diskusi via WhatsApp dengan kirim batas lahan (KMZ/SHP/foto Google Earth), tim kasih opsi paling cost-effective sesuai medan.

Akurasi vertikal 5-10 cm — apa cukup untuk desain teknis konstruksi?

Akurasi vertikal LiDAR drone Ambaja 5-10 cm sudah memenuhi standar untuk: feasibility study lahan, perencanaan site plan kawasan, hitung volume cut & fill (akurasi ±2-3% volume), planning drainase makro, koridor infrastruktur, dan studi sedimentasi. Untuk pekerjaan dengan toleransi lebih ketat — misal desain pondasi tiang pancang individual, setting out as kolom, atau verifikasi as-built struktur — LiDAR drone bukan alat yang tepat; pakai Total Station (akurasi 2-5mm) untuk titik-titik krusial tersebut. Workflow standar Ambaja: LiDAR untuk kontur dasar + Total Station untuk detail engineering. Kombinasi ini standard practice untuk proyek developer 50+ hektar.

Bagaimana sistem deposit alat LiDAR? Apa ada asuransi?

Ambaja menerapkan sistem deposit refundable sebagai jaminan operasional alat LiDAR (sensor YellowScan + drone DJI M300). Deposit ditahan di awal kontrak, dikembalikan penuh setelah serah terima alat tanpa kerusakan. Jika selama operasional terjadi insiden (crash drone, kerusakan sensor karena cuaca ekstrem, kehilangan komponen GPS base), biaya repair/replacement dipotong dari deposit dengan invoice resmi service center alat. Tidak ada premi asuransi terpisah — semuanya tercover via sistem deposit ini. Detail nominal deposit menyesuaikan kompleksitas medan & durasi pengukuran; dibahas saat penawaran via WhatsApp.

Apa scope output survey LiDAR Ambaja — sampai mana batasnya?

Output LiDAR kami berupa point cloud (LAS/LAZ), DTM/DSM (GeoTIFF), kontur DWG, dan laporan teknis PDF untuk perencanaan engineering & investasi. Posisi kami adalah vendor survey teknis dengan surveyor terdaftar ISI — bukan lembaga sertifikasi pemerintah. Untuk dokumen formal yang membutuhkan lembaga lisensi khusus pemerintah (pengukuran ulang sertifikat, pemecahan kavling formal), scope tersebut di luar lini layanan Ambaja. Hasil LiDAR kami sering dipakai developer, konsultan, dan investor sebagai dasar perencanaan + lampiran teknis perizinan AMDAL/IMB. Untuk batas tanah referensi internal, lihat layanan Boundary Survey & Pemecahan kami.

Berapa lama proses dari mobilisasi sampai serah terima data?

Timeline standar Ambaja untuk lahan 50 hektar dengan vegetasi sedang: H+0 koordinasi & site visit (1 hari), H+1 pemasangan GCP (Ground Control Point) & GPS base (1 hari), H+2 sampai H+3 pengukuran LiDAR drone (1-2 hari, tergantung cuaca & coverage rate 50-100 ha/hari), H+4 sampai H+8 processing point cloud (4 hari kerja, klasifikasi tanah vs vegetasi, generate DTM/DSM), H+9 sampai H+12 drafting kontur DWG + laporan PDF (3-4 hari), H+13 serah terima soft & hardcopy. Total ~2 minggu kerja. Untuk lahan 100-500 ha, timeline 3-5 minggu. Cuaca hujan tinggi bisa menambah 2-5 hari karena drone tidak terbang saat hujan / angin >12 m/s.

Apakah hasil LiDAR bisa diolah untuk kebutuhan custom (Civil 3D, ArcGIS, Revit)?

Iya. Output standar Ambaja sudah CAD/GIS-ready: point cloud LAS/LAZ (kompatibel Autodesk ReCap, Bentley OpenRoads, Cyclone, CloudCompare), DTM/DSM GeoTIFF (kompatibel ArcGIS Pro, QGIS, Civil 3D), dan kontur DWG (kompatibel AutoCAD, Civil 3D, Revit lewat import). Untuk kebutuhan khusus — misal export per tile koordinat UTM, klasifikasi point cloud lebih detail (ground/low veg/medium veg/high veg/building), atau format LandXML untuk MX/Bentley — bisa kami siapkan sebagai deliverable tambahan. Tarif menyesuaikan kompleksitas processing; sebut workflow tools Anda saat brief awal supaya output langsung plug-and-play di system internal tim engineer.

Tim surveyor LiDAR Ambaja berlisensi atau tersertifikasi?

Senior surveyor & data processor LiDAR Ambaja terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) — asosiasi profesi resmi yang verifikasi kompetensi teknis & etika profesi surveyor di Indonesia. Untuk pilot drone, tim Ambaja memenuhi standar operasional drone komersial sesuai regulasi penerbangan sipil. Untuk proyek BUMN, perbankan, atau developer besar yang require profil tim, kami sediakan CV + nomor lisensi ISI + portofolio proyek sebelum mobilisasi. Catatan posisi Ambaja: kami adalah vendor survey teknis dengan surveyor terdaftar ISI — output LiDAR kami untuk keperluan teknis & investasi, bukan dokumen formal lembaga sertifikasi pemerintah.

Survey-Grade Sensor Ready

Quote
LiDAR.

Brief proyek 5 menit: lokasi (KMZ / koordinat / foto Google Earth), luas estimasi, kebutuhan deliverable, dan deadline. Tim Ambaja balas dengan estimasi quotation, metodologi paling efisien, dan timeline operasional dalam <1 hari kerja. Konsultasi gratis sebelum SPK.

// Info Order LiDAR

Skala lahan

25 ha (min) - 1.000+ ha (enterprise)

Lead time

2-3 minggu (50 ha) · 4-6 minggu (100-500 ha)

Coverage

Jabodetabek + Karawang/Cikarang

WhatsApp

+62 822 2055 5035

› Response < 1 hari kerja

WhatsApp