// Ukur Tanah · LiDAR Drone · Sensor Riegl miniVUX-3 UAV
Jasa LiDAR Drone
Pemetaan Lahan Luas.
Pemetaan lahan 25-500+ hektar dengan sensor YellowScan Voyager (Riegl miniVUX-3 UAV) terbang di atas DJI Matrice 300 RTK. Penetrasi kanopi vegetasi padat, akurasi vertikal 5-10 cm, point density 100-200 titik/m², coverage 50-100 ha/hari. Output: point cloud LAS/LAZ, DTM/DSM GeoTIFF, kontur DWG, laporan akurasi PDF. Surveyor berlisensi & terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia).
Tier Standard
Mulai Rp 1jt
per hektar (min. 25 ha)
Coverage / Hari
50-100 Ha
tergantung tinggi terbang
Mobilisasi & GCP
Menyesuaikan
quote per project
5-10 cm
Akurasi vertikal
100-200
Titik per m² (density)
240k/dt
Pulsa laser per detik
50-100 ha
Coverage per hari
// Tentang LiDAR Drone
Saat vegetasi padat menutup pandangan total station.
Survey topografi konvensional pakai Total Station efektif untuk lahan kosong ≤10 hektar dengan akses jalan kaki yang bagus. Tapi untuk lahan kebun sawit 200 ha, mangrove pesisir, hutan sekunder, atau koridor pipa lintas 100 km dengan vegetasi padat — Total Station butuh 3-6 bulan + tim 10 orang + risiko k3 tinggi (ular, lalat, longsor). LiDAR drone selesai sama dalam 2-4 minggu dengan crew 3 orang dari udara.
Cara kerjanya: drone DJI Matrice 300 RTK terbang di ketinggian 80-150m AGL dengan sensor YellowScan Voyager (modul Riegl miniVUX-3 UAV) yang menembakkan 240.000 pulsa laser per detik ke tanah. Sebagian pulsa terhalang daun (jadi DSM — Digital Surface Model), sebagian lolos di antara celah daun dan memantul dari permukaan tanah asli (jadi DTM — Digital Terrain Model). Hasilnya bukan foto — tapi awan titik 3D (point cloud) berisi jutaan koordinat XYZ presisi cm.
Ambaja memakai LiDAR drone untuk: developer kawasan 50+ hayang butuh feasibility cepat, kontraktor jalan tol dengan koridor panjang, perkebunan sawit/karet/akasia untuk volume monitoring, lahan tambang quarry untuk stockpile inventory, serta studi mitigasi bencana (longsor, banjir bandang). Untuk lahan kecil <25 ha atau tanpa vegetasi, kami arahkan ke drone UAV photogrammetry RTK yang lebih ekonomis. Untuk penjelasan ringkas decision framework baca panduan LiDAR vs photogrammetry, dan untuk komparasi platform spesifik (DJI Phantom RGB vs YellowScan / Riegl LiDAR) baca perbandingan DJI Phantom vs YellowScan/Riegl.
// Spec Alat & Akurasi
Sensor & platform apa yang dipakai untuk LiDAR drone?
Tidak semua “LiDAR drone” setara. Sensor budget di bawah Rp 200 juta biasanya hanya 16-32 channel dengan akurasi vertikal >15 cm. Ambaja pakai sensor kelas survey-grade (Riegl miniVUX-3 UAV) yang akurasi vertikalnya konsisten di 5-10 cm bahkan di kanopi vegetasi padat.
| Parameter | Spesifikasi Ambaja | Catatan Teknis |
|---|---|---|
| Sensor LiDAR | YellowScan Voyager (Riegl miniVUX-3 UAV) | Sensor Eropa kelas survey-grade; pilihan utama selain Riegl VUX-1 / Leica BLK2FLY |
| Drone platform | DJI Matrice 300 RTK | Endurance 45 menit, max payload 2,7 kg, RTK GNSS dual antena, IP45 |
| Pulsa laser | 240.000-1.500.000 / detik (multi-pulse) | Multiple returns per pulsa: ground, low veg, medium veg, high veg, building |
| Akurasi vertikal | 5-10 cm (dengan GCP) | Mengikuti standar relative accuracy ASPRS Class 1; ground class only |
| Akurasi horizontal | 10-15 cm (dengan GCP) | GCP marker 60x60 cm dipasang 1 titik / 10 ha + PPK post-processing |
| Point density | 100-200 titik / m² | Custom 50-400 titik/m² tergantung tinggi terbang & flight pattern |
| Tinggi terbang | 80-150 m AGL | 120m default; 80m untuk vegetasi sangat padat; 150m untuk lahan terbuka |
| Coverage rate | 50-100 ha / hari | Tergantung tinggi, density target, dan transisi battery (4-6 set/hari) |
| Survey-grade GNSS | RTK base station + PPK rover | Trimble R10 / Topcon HiPer untuk control point; post-processing kinematic |
| Format output raw | LAS / LAZ (point cloud) | Kompatibel Autodesk ReCap, Bentley OpenRoads, CloudCompare, Cyclone |
Brand alat alternatif
Untuk proyek skala besar / spesifikasi khusus, Ambaja juga bekerja dengan rekanan operator alat lain: Leica BLK2FLY, Riegl VUX-1 22 / VUX-120, Trimble MX9, Topcon Sirius PRO, dan DJI Zenmuse L1/L2 (untuk lahan kecil & budget terbatas). Sebut kebutuhan spesifik saat brief — kami pilih kombinasi alat paling cocok untuk medan Anda.
GCP & kalibrasi
Sebelum drone terbang, tim pasang Ground Control Point (GCP) marker 60×60 cm di 5-10 titik strategis per 100 ha, diukur dengan GPS Geodetic RTK. GCP jadi anchor koordinat global (WGS84 / UTM Zona 48S untuk Jakarta). Tanpa GCP, akurasi vertikal hanya 30-50 cm — tidak memenuhi standar survey teknis.
Cuaca & operasional
Drone LiDAR tidak terbang saat hujan, kabut tebal, atau angin >12 m/s (~43 km/jam). Untuk lahan di musim hujan (Nov-Mar), jadwal pengukuran biasanya pagi (06:00-10:00) sebelum awan terbentuk. Saat survey, Notice to Airmen (NOTAM) diurus tim Ambaja untuk area sensitive (dekat bandara, kawasan militer, atau ketinggian terbang >120m AGL).
// Use Case
Kapan LiDAR drone wajib dipilih?
Tidak setiap lahan luas butuh LiDAR — biaya per hektarnya 2-3x di atas photogrammetry biasa. Tabel di bawah adalah cheat sheet kapan LiDAR drone adalah pilihan paling tepat secara teknis & ekonomis berdasarkan pengalaman Ambaja di lapangan Jabodetabek & luar pulau.
Developer kawasan 50+ ha
Township, superblock, cluster vertikal-horizontal mixed. Vegetasi sisa kebun belum ditebang, butuh DTM tanah asli sebelum cut & fill. LiDAR selesai 2-3 minggu vs 3-4 bulan topografi konvensional.
Perkebunan sawit / karet / akasia
Inventarisasi pohon, volume biomassa, drainase blok, perencanaan jalan kebun. Kanopi sawit umur 7+ tahun nyaris 100% tutupan — Total Station mustahil, photogrammetry meleset >1m.
Tambang quarry & stockpile
Volume stockpile material (pasir, agregat, batubara), monitoring open-pit bulanan, perencanaan loading area. Akurasi volume LiDAR ±2-3% jauh lebih baik dari estimasi konvensional.
Koridor infrastruktur linier
Jalan tol baru, rel kereta, jalur pipa migas, transmisi listrik 150-500 kV, jalur fiber optik. Koridor 50-100 km bisa di-survey dalam 5-10 hari kerja vs 3-6 bulan konvensional.
Mangrove & lahan basah
Konservasi mangrove, mitigasi banjir rob, perencanaan tambak udang/garam. LiDAR satu-satunya cara dapat elevasi tanah lumpur di bawah akar napas mangrove.
Studi bencana & mitigasi
Pemetaan lereng pasca-longsor, identifikasi crown patahan, perubahan kontur sungai, debris flow tracking. Pengulangan LiDAR (multi-temporal) deteksi pergerakan tanah cm-level.
* Tidak yakin LiDAR atau Drone UAV Photogrammetry RTK yang lebih cocok? Kirim koordinat lahan + foto Google Earth via WhatsApp — tim assess kepadatan vegetasi via citra satelit terbaru dan kasih rekomendasi paling cost-effective.
// Proses Survey
Bagaimana alur LiDAR drone dari konsultasi sampai serah terima data?
Workflow standar Ambaja untuk lahan 50-100 hektar. Setiap step ada deliverable jelas — Anda bisa monitor progress harian via grup WhatsApp project. Lead time total ~2 minggu kerja (excluding force majeure cuaca).
- 01
Konsultasi & scoping (Day 0)
Klien kirim batas lahan (KMZ / SHP / foto Google Earth), kebutuhan deliverable (DTM, kontur, volume), dan timeline target. Tim Ambaja assess via citra satelit Sentinel/Landsat terbaru — cek tutupan vegetasi, akses jalan, dan risk operasional. Output: rekomendasi metodologi & estimasi anggaran kasar.
- 02
Site visit & feasibility (Day 1)
Tim survey datang ke lokasi: ground-truth tutupan vegetasi, cek titik take-off/landing drone aman, identifikasi obstacle (menara BTS, kabel listrik, pohon tinggi), koordinasi izin warga/perangkat desa. Dokumentasi foto site untuk SPK lampiran.
- 03
Penandatangan SPK & DP
Surat Perjanjian Kerja (SPK) berisi: lingkup, deliverable spesifik (LAS/LAZ + DTM + kontur DWG + laporan PDF), timeline, sistem deposit refundable, dan termin (DP 40% sebelum mobilisasi, 30% pasca-flight, 30% saat serah terima). Invoice resmi e-Faktur Pajak.
- 04
Pemasangan GCP & GPS base (Day 2)
Tim pasang Ground Control Point marker 60x60 cm di 5-10 titik strategis (1 per 10 ha), diukur dengan GPS Geodetic RTK (Trimble R10 / Topcon HiPer). GPS base station setup di titik tetap selama operasional drone. Datum WGS84, projeksi UTM Zona 48S (default Jakarta) atau custom.
- 05
Pengukuran LiDAR drone (Day 3-5)
Drone DJI Matrice 300 RTK + sensor YellowScan Voyager terbang di 120m AGL dengan flight pattern lawn-mower (overlap antar strip 30%). Coverage 50-100 ha/hari, 4-6 set baterai per hari. Real-time monitoring point cloud density via ground station; re-fly area yang gap.
- 06
Processing & klasifikasi (Day 6-9)
Raw point cloud diproses di software TerraSolid / LiDAR360: PPK post-processing GPS, klasifikasi otomatis (ground, low/med/high vegetation, building), QC manual oleh data processor, generate DTM/DSM GeoTIFF, generate kontur 0,5m / 1m DWG, hitung volume jika requested.
- 07
Drafting laporan & serah terima (Day 10-13)
Drafting laporan teknis PDF: metodologi, peta orthomosaic preview, profil melintang sample, statistik akurasi GCP, point density per area. Serah terima soft copy (Google Drive / external SSD) + hardcopy laporan A4 + cetak peta A0/A1. BAST ditandatangani PIC.
[ Benchmark lead time ]
Lahan 50 ha vegetasi sedang: ~13 hari kerja end-to-end. Lahan 100 ha: ~18 hari kerja. Lahan 500 ha (koridor): ~5 minggu kerja. Cuaca buruk (hujan tinggi, angin >12 m/s) bisa menambah 2-5 hari karena drone tidak terbang.
// Deliverables
Yang Anda terima.
Standar paket deliverable Ambaja sudah CAD & GIS-ready — tinggal load di Autodesk Civil 3D, AutoCAD, Bentley OpenRoads, ArcGIS Pro, atau QGIS. Untuk kebutuhan custom format, beri tahu di brief awal supaya output langsung plug-and-play.
Point cloud LAS / LAZ
Raw point cloud terklasifikasi (ground, low veg, med veg, high veg, building) dengan koordinat XYZ + intensity + RGB (jika kombinasi dengan kamera). Format LAS 1.4 / LAZ kompresi 90%. Kompatibel: Autodesk ReCap, Bentley OpenRoads, Leica Cyclone, CloudCompare, Pix4D.
DTM & DSM GeoTIFF
Digital Terrain Model (DTM = permukaan tanah asli) dan Digital Surface Model (DSM = termasuk vegetasi & bangunan) dalam format GeoTIFF beresolusi 0,5m / 1m / custom. Sudah ter-georeferenced UTM Zona 48S (Jakarta) atau custom CRS. Drop ke ArcGIS / QGIS / Civil 3D.
Kontur DWG (AutoCAD-ready)
Garis kontur 0,5m / 1m / 2m (sesuai kebutuhan) dalam DWG editable — siap dipakai engineer drafter untuk site plan, cut & fill, drainase, dan layer-layer Civil 3D lainnya. Termasuk layer batas lahan, jalan eksisting, sungai, dan landmark identifiable.
Orthomosaic JPG / GeoTIFF
Foto udara nadir gabungan (orthomosaic) dengan resolusi 5-10 cm/pixel — sebagai visual companion peta kontur. Berguna untuk identifikasi tutupan lahan, validasi visual, dan bahan presentasi investor. Optional jika sensor kombinasi LiDAR + kamera.
Laporan akurasi & metodologi PDF
Laporan teknis 20-40 halaman: metodologi, flight log, statistik akurasi (RMSE GCP per axis), profil melintang sample, point density per area, klasifikasi point cloud breakdown, dan rekomendasi lanjutan. Format A4 cetak-ready, soft & hardcopy.
File koordinat & metadata
Daftar koordinat GCP (CSV/TXT), polygon batas lahan (SHP/KMZ/KML), metadata flight (waktu, kondisi, base station, sensor settings). Dokumen ini krusial saat audit pihak ketiga atau ingin update LiDAR multi-temporal tahun berikutnya.
// Kondisi Operasional
Apa yang kami siapkan sebelum drone terbang.
Kompleksitas LiDAR drone bukan di flight-nya — tapi di persiapan sebelum terbang dan processing setelahnya. Crew Ambaja standar mobilisasi:
- Pilot drone + asisten flight1 pilot drone berpengalaman komersial + 1 asisten yang monitor real-time point cloud density & re-fly area yang gap. Standar Ambaja.
- Surveyor GPS untuk GCP1 surveyor terdaftar ISI yang pasang & ukur Ground Control Point dengan GPS Geodetic RTK (Trimble R10 atau Topcon HiPer). Krusial untuk akurasi vertikal final.
- Data processor LiDAR1 data processor in-house yang handle PPK post-processing, klasifikasi point cloud, generate DTM/DSM, dan drafting kontur DWG di Autodesk Civil 3D.
- Koordinasi NOTAM & izin lokalNotice to Airmen (NOTAM) untuk area dekat bandara / ketinggian >120m AGL diurus tim Ambaja. Koordinasi perangkat desa/RT untuk akses lahan & sosialisasi warga sekitar.
- Backup alat & cuacaSensor LiDAR cadangan tersedia kalau primary unit malfunction. Window cuaca dipantau via BMKG + Windy.com 7 hari ke depan; jadwal terbang fleksibel agar tidak bocor kontrak.
// Contoh Proyek (Tipikal)
Pemetaan Lahan Developer · 180 Ha · Bogor Barat
Profil proyek tipikal: developer kawasan township yang butuh data DTM untuk site plan kawasan industri ringan + cluster perumahan. Lahan sebelumnya kebun karet umur 15+ tahun, belum ditebang penuh — kanopi rapat. Total Station diestimasi butuh 4 bulan, LiDAR drone selesai 3 minggu kerja.
* Profil proyek tipikal berdasarkan pengalaman operasional Ambaja & rekanan operator alat. Detail spesifik per proyek aktual tersedia under NDA via WhatsApp.
// Harga Jasa LiDAR Drone
Berapa harga LiDAR drone per hektar berdasarkan skala lahan?
Hanya tier base / hektar yang ditampilkan publik. Operasional (mobilisasi alat antar pulau, GCP, izin NOTAM, akomodasi crew luar Jabodetabek) menyesuaikan medan & akses — quote spesifik per proyek via WhatsApp.
25-100 HEKTAR
Mulai Rp 1jt/hektar
Tier paling banyak dipesan — developer kawasan, perkebunan menengah, lahan tambang. Lead time 2-3 minggu.
- · Minimum order 25 ha
- · Sensor YellowScan Voyager + DJI M300 RTK
- · Akurasi vertikal 5-10 cm
- · Point density 100-200 titik/m²
- · Deliverable lengkap (LAS, DTM, DSM, kontur DWG, PDF)
- · Surveyor berlisensi ISI
100-500 HEKTAR
Volume Discountquote per project
Tier untuk kawasan industri, township besar, koridor infrastruktur. Diskon volume karena fixed cost mobilisasi ter-amortisasi.
- · Lead time 4-6 minggu
- · Multiple sensor option (Voyager / VUX-1)
- · GCP cluster + redundancy
- · Dedicated data processor
- · Termin B2B fleksibel (3 termin)
- · On-site project manager
500+ HEKTAR / KORIDOR
Custom Quoteenterprise tier
Untuk koridor jalan tol, jalur transmisi listrik 100+ km, lahan tambang konsesi luas. Tarif per hektar paling ekonomis dengan kontrak panjang.
- · Multiple flight crew paralel
- · Multi-temporal monitoring (2-4x setahun)
- · Custom CRS / projeksi koordinat
- · Dedicated Account Executive
- · SLA response < 24 jam
- · NDA & data security compliance
Operasional menyesuaikan
Komponen operasional di luar tarif per hektar: mobilisasi alat & crew (jarak dari Jakarta, antar pulau via cargo), pemasangan GCP (jumlah titik tergantung luas & medan), akomodasi crew(untuk proyek >1 minggu di luar Jabodetabek), izin NOTAM (jika terbang dekat bandara / area sensitif), dan deposit refundable alat (cover risk crash / kerusakan sensor). Detail komponen ini di-breakdown jelas di SPK. Lihat harga lengkap →
Yang sering ditanya developer & surveyor.
// Baca Edukasi
Pelajari sebelum order LiDAR.
// Service Terkait
Lengkapi paket survey lahan.
Survey Topografi
Pemetaan kontur Total Station — akurasi 2-5cm untuk lahan ≤10 ha.
Mulai Rp 250/m²
Drone UAV Pemetaan
Photogrammetry RTK untuk lahan 10-100 ha tanpa vegetasi padat.
Mulai Rp 500rb/hektar
Cut & Fill
Hitung volume galian/timbunan dari data LiDAR — output Civil 3D.
Quote per project
Pemetaan Lahan Developer
Bundle topografi + boundary + LiDAR + sondir investasi-ready.
Quote per project
UAV Photogrammetry
3D mesh & textured model bangunan/kawasan dari foto multi-angle.
Mulai Rp 750rb/hektar
Setting Out Bangunan
Pematokan as kolom & pondasi pre-konstruksi — akurasi mm.
Quote per project
Quote
LiDAR.
Brief proyek 5 menit: lokasi (KMZ / koordinat / foto Google Earth), luas estimasi, kebutuhan deliverable, dan deadline. Tim Ambaja balas dengan estimasi quotation, metodologi paling efisien, dan timeline operasional dalam <1 hari kerja. Konsultasi gratis sebelum SPK.
// Info Order LiDAR
Skala lahan
25 ha (min) - 1.000+ ha (enterprise)
Lead time
2-3 minggu (50 ha) · 4-6 minggu (100-500 ha)
Coverage
Jabodetabek + Karawang/Cikarang
+62 822 2055 5035
› Response < 1 hari kerja