// Ukur Tanah · Setting Out · Total Station Presisi
Jasa Setting Out
Bangunan.
Pematokan posisi as kolom, pondasi tiang pancang, grid struktur, dan elevasi rencana dari gambar desain ke lapangan. Akurasi 2-5 mm dengan Total Station Topcon GTS-235N / Leica TS06. Surveyor terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), berita acara setting out per fase, foto dokumentasi tiap titik, koordinat aktual vs desain dengan delta penyimpangan. Wajib untuk semua proyek konstruksi vertikal.
Akurasi
2-5 mm
Total Station 5" · 2 mm + 2 ppm
Lead Time
H+2–H+5
Mobilisasi dari SPK
Tarif
Quote
Per project (jumlah titik & grid)
2-5 mm
Akurasi as kolom
ISI
Kepala Surveyor terdaftar
Topcon
+ Leica TS06 / TS09
BAST
+ foto dokumentasi tiap titik
// Tentang Setting Out Bangunan
Fondasi geometris semua proyek vertikal.
Setting out (atau stake-out bangunan) adalah proses transfer koordinat dari gambar desain (shop drawing / IFC) ke posisi fisik di lapangan: marking as kolom struktur, posisi pondasi tiang pancang / bor pile, grid lantai & dinding, elevasi rencana, dan jalur utilitas. Kebalikan dari survey topografi — topografi capture data eksisting jadi peta, setting out memindahkan data desain jadi patok di lapangan.
Setting out adalah titik paling kritis dalam konstruksi vertikal. Salah marking 30mm di lantai dasar = akumulasi error 30mm di setiap lantai berikutnya, menyebabkan dinding curtain wall tidak fit, lift shaft miring, atau core wall bergeser dari desain struktur. Re-work setelah cor beton = jauh lebih mahal dari biaya setting out presisi di awal.
Ambaja pakai Total Station Topcon GTS-235N (akurasi 5"/2mm+2ppm) untuk gedung mid-rise dan Leica TS06 / TS09 untuk proyek high-rise dengan owner audit ketat (SCBD, BUMN, MNC). Kepala Surveyor kami terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) — berita acara setting out per fase ditandatangani Kepala Surveyor terdaftar ISI sebagai dokumen teknis serah terima.
// Spec Alat & Akurasi
Total Station yang benar untuk akurasi mm.
Bukan semua Total Station cocok untuk setting out presisi — yang menentukan adalah akurasi sudut dan jarak alat, kalibrasi berkala, serta SOP lapangan (BM aman, backsight 2 titik, re-check rutin). Ambaja memakai Topcon GTS-235N (5", 2 mm + 2 ppm) untuk pekerjaan umum dan Leica TS06 / TS09 plus (hingga 1") untuk titik yang menuntut toleransi lebih ketat.
| Parameter | Topcon GTS-235N | Leica TS06 / TS09 Plus |
|---|---|---|
| Akurasi sudut | 5" (0,0014°) | 1" - 5" tergantung model |
| Akurasi jarak | 2 mm + 2 ppm × D | 1,5 mm + 2 ppm × D |
| Range tanpa prism | — (hanya prisma) | 500 m |
| Range dengan prism | 3.000 m | 3.500 m (single prism) |
| Reading time | 0,4 - 1,2 detik (tracking–fine) | 1 - 2,4 detik (fast–precise) |
| Internal storage | 24.000 titik | 100.000 fixpoint / 60.000 pengukuran |
| Battery life | ±10 jam ukur jarak / 45 jam sudut saja (BT-52QA) | ±30 jam (Li-Ion) |
| IP rating | IP66 (debu + water spray) | IP55 |
| Software onboard | Program bawaan (data collection, stake-out, road) | Leica FlexField plus |
| Compatible format | Koordinat dari PC via kabel RS-232C (DWG/DXF/CSV dikonversi software) | GSI, DXF, LandXML, CSV, ASCII |
| Use case Ambaja | Setting out low/mid-rise (s/d 15 lt) | High-rise (di atas 15 lt) / heavy audit |
Alat pendukung
Auto Level Topcon AT-B4 untuk transfer elevasi presisi (akurasi ±2 mm/km double-run), prism reflector + prism pole carbon fiber, tripod aluminium / fiberglass heavy duty, plumb bob laser untuk alignment vertikal di gedung tinggi.
Kalibrasi tahunan
Semua Total Station Ambaja di-kalibrasi minimum 1× per tahun di service center resmi (Topcon Indonesia / Leica Geosystems Singapore). Sertifikat kalibrasi terlampir di laporan PDF setiap proyek — biasanya diminta untuk audit BUMN & MNC kontraktor.
Backup alat
Setiap mobilisasi membawa 1 Total Station primer + 1 Auto Level + spare prism + spare battery. Untuk proyek >5 hari kerja, alat backup standby di basecamp. Untuk proyek lebih singkat, penggantian alat dijadwalkan secepatnya agar gangguan jadwal minimal.
// Use Case Setting Out
Kapan Anda butuh setting out?
Setting out bukan hanya untuk gedung baru. Berikut 6 skenario paling sering di-engage Ambaja, berdasar proyek-proyek konstruksi vertikal di Jabodetabek.
Pematokan pondasi tiang pancang
Setting out posisi 50-500+ titik pondasi sebelum mobilisasi pile driver. Akurasi ±5mm per titik. Setelah pemancangan, posisi aktual kepala tiang vs desain diverifikasi lewat survey as-built (quote terpisah).
Setting out as kolom struktur
Marking as kolom lantai per lantai sesuai grid struktur. Akumulasi error vertikal dijaga di bawah toleransi (±5mm per lantai, ±15mm cumulative). Re-marking per 5 lantai untuk gedung high-rise.
Grid marking lantai & dinding
Setelah cor pile cap & raft, marking grid kolom + as dinding shear wall di lantai kerja. Output: cat marker + nail di permukaan lantai, koordinat di-record sebagai BM sekunder.
Setting out jalan tol & jembatan
Pematokan alignment center line jalan, posisi pier jembatan, abutment, elevasi rencana per stasiun. Akurasi mm-cm tergantung kategori jalan (tol vs jalan kabupaten).
Verifikasi as-built vs desain
Audit pasca-konstruksi: re-measure posisi aktual kolom/struktur, bandingkan dengan gambar desain, output report delta penyimpangan per titik. Dikerjakan sebagai layanan as-built (quote terpisah), umumnya diminta untuk dokumen serah terima gedung.
Setting out machine foundation
Pematokan posisi anchor bolt mesin (genset, kompresor, crane, conveyor) dengan akurasi ±2-3 mm. Triple-shot measurement dengan mini-prism pada jarak pendek, Total Station 1 detik, validasi multi-surveyor.
// Proses Setting Out
7 langkah dari brief sampai berita acara.
SOP setting out Ambaja mengacu standar industri konstruksi vertikal — mengikuti praktik umum survey konstruksi untuk proyek BUMN, kontraktor, dan developer, dengan dokumentasi penuh per fase.
- 01
Konsultasi & brief proyek
Chat WhatsApp / call: alamat proyek, jenis bangunan (gedung / pabrik / jembatan), jumlah lantai, jumlah kolom estimasi, ada/tidak gambar IFC. Tim balas dalam <30 menit jam kerja dengan estimasi durasi & biaya awal.
- 02
Site visit & verifikasi gambar
Senior surveyor visit lokasi: cek akses, identifikasi titik aman BM primer (di luar zona galian & vibrasi), review gambar IFC bersama PIC kontraktor untuk verifikasi koordinat & elevasi rencana. Output: laporan site visit + draft work plan.
- 03
SPK & jadwal mobilisasi
Setelah quote disetujui & SPK ditandatangani, tim Ambaja schedule mobilisasi. Lead time standar: H+2 sampai H+5 dari SPK tergantung urgency & ketersediaan crew. Alat + surveyor + asisten siap di site sesuai jadwal.
- 04
Setup BM primer & sekunder
Hari kerja 1: pasang BM primer di luar zona kerja (patok beton 30×30 cm dengan paku stainless tengah), backsight 2 titik untuk orientasi, transfer koordinat dari sistem koordinat proyek (lokal / UTM). BM sekunder dipasang di area kerja untuk efisiensi setting out harian.
- 05
Pengukuran & pematokan
Eksekusi setting out per fase: pondasi → pile cap → as kolom lantai dasar → upper floor per lantai. Setiap titik di-record (X-Y-Z aktual), di-marking dengan patok beton / paku / cat sesuai requirement, dan di-foto dokumentasi closeup + wide shot.
- 06
Drafting & laporan koordinat
Output drafting: file CSV koordinat aktual vs desain dengan delta penyimpangan per titik, file CAD update marker layer, berita acara setting out per fase (ditandatangani Kepala Surveyor terdaftar ISI + PIC kontraktor). Soft copy via email & cloud storage proyek.
- 07
Delivery CAD/PDF + handover
Final delivery: full set berita acara hardcopy (untuk arsip kontraktor), CD/USB berisi file CAD + foto + log koordinat raw, laporan PDF executive summary untuk PM kontraktor & owner. Re-survey gratis selama masa garansi data 6 bulan sejak handover jika ada error dari pihak surveyor (terbukti via log raw).
[ Benchmark timeline ]
Standar crew Ambaja (1 surveyor senior + 1 asisten + 1 helper marker, di bawah supervisi Kepala Surveyor terdaftar ISI): ~40-60 titik setting out per hari kerja tergantung kompleksitas & jarak antar titik. Gedung 10 lantai (~500 titik total: pondasi + as kolom + grid) = ~8-13 hari kerja full cycle. Bisa di-paralel ke 5 hari dengan 2 crew untuk timeline ekstra ketat — diskusi via WhatsApp.
// Deliverables
Output lengkap — siap audit.
Setiap proyek setting out Ambaja menghasilkan 5 deliverable standar — semua diserahkan di akhir fase baik soft copy maupun hardcopy untuk arsip kontraktor & owner:
- File CAD (DWG / DXF) update marker layerGambar IFC original di-update dengan layer baru 'SETTING_OUT_AS_BUILT' berisi posisi aktual hasil pematokan. Compatible dengan AutoCAD Civil 3D, Revit (via DWG link), Navisworks.
- Laporan PDF + cross section koordinatExecutive summary 10-30 halaman: metodologi, daftar alat & sertifikat kalibrasi, koordinat aktual per titik, delta penyimpangan, foto dokumentasi, kesimpulan compliance terhadap toleransi desain.
- File koordinat polygon (CSV / TXT)Format X-Y-Z atau Northing-Easting-Elevation per titik. Bisa langsung di-import balik ke Total Station untuk re-check, atau di-load ke Revit / Navisworks untuk update model BIM.
- Berita acara setting out per faseDokumen formal per fase (BM setup, pondasi, kolom lantai dasar, upper floor, dst) — ditandatangani Kepala Surveyor terdaftar ISI + PIC kontraktor + saksi. Menjadi rekam tertulis bila kelak ada perselisihan teknis antar-pihak.
- Foto dokumentasi per titik + wide shot siteMin. 2 foto per titik (closeup marker + wide shot orientasi terhadap struktur sekitar). Untuk gedung 10 lantai dengan 500 titik = ~1.000 foto, dikemas dalam folder terstruktur per fase & per lantai.
// Mini Case Study
Apartemen 18 Lantai · Cikarang, Bekasi
Klien: kontraktor utama untuk proyek apartemen high-rise 18 lantai dengan 2 basement. Tantangan: timeline ketat (struktur top out 8 bulan), perlu setting out per lantai dalam window 2 hari supaya tidak menahan progress pengecoran. Tim Ambaja deploy 2 crew paralel — satu untuk podium & lower floor, satu untuk upper floor begitu lantai tipikal mulai.
Klien repeat order untuk proyek tower kedua di area yang sama. Kasus disamarkan; detail spesifik tersedia under NDA via WhatsApp setelah penandatanganan SPK.
// Harga Setting Out
Pricing per skala proyek.
Setting out di-quote per project karena biaya bergantung pada jumlah titik, kompleksitas grid, akurasi required, dan durasi engagement. Berikut 3 tier standar — referensi untuk estimasi budget awal.
PROYEK KECIL
Quote / project
Untuk rumah tinggal 2-3 lantai, ruko, gedung kantor <5 lantai. Estimasi 50-200 titik total.
- · Durasi 1-5 hari kerja
- · 1 crew (1 surveyor + 1 asisten)
- · Total Station Topcon GTS-235N
- · Berita acara + foto + CAD update
- · Akurasi 5 mm (standar bangunan low-rise)
- · Mobilisasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang dihitung terpisah
PROYEK MENENGAH
Quote / project
Untuk gedung 5-15 lantai (apartemen mid-rise, perkantoran, hotel). Estimasi 300-800 titik total.
- · Durasi 5-15 hari kerja (split per fase)
- · 1-2 crew tergantung urgency
- · Total Station Topcon / Leica TS06
- · Berita acara per fase + foto + CAD + CSV
- · Akurasi 2-5 mm (as kolom struktur utama)
- · Re-checking 1× per fase (masuk lingkup quotation)
- · PIC surveyor senior dedicated (laporan ditandatangani Kepala Surveyor terdaftar ISI)
HIGH-RISE / KOMPLEKS
Quote / project
Untuk gedung di atas 15 lantai, kawasan mixed-use, industrial plant, infrastruktur jalan tol & jembatan.
- · Durasi 1-6 bulan (long engagement)
- · 2-3 crew paralel, supervisor on-site full
- · Leica TS09 Plus (presisi tertinggi)
- · Full BIM integration (Revit / Navisworks)
- · Akurasi ±2-3 mm untuk titik kritis (anchor bolt, rel crane)
- · Profil surveyor + lisensi ISI on-record
- · Termin B2B fleksibel + SLA dedicated
+ Mobilisasi alat & crew di Jabodetabek–Karawang–Cikarang sudah termasuk dalam quote; mobilisasi & akomodasi di luar wilayah itu dihitung terpisah. Harga belum termasuk PPN 11% (invoice resmi e-Faktur Pajak PT Amanah Bangun Nanjaya, PKP) · Termin pembayaran DP 50% + pelunasan 50% sebelum kick-off survei (default Syarat & Ketentuan; termin lain bila disepakati di SPK) · Lihat harga lengkap →
// Baca sebelum order
Setting out adalah jembatan dari gambar 2D ke titik fisik di lapangan — kami uraikan prosedur lengkap (BM control, layout titik pondasi, toleransi 5mm, verifikasi diagonal) di panduan langkah stake-out bangunan.
Yang sering ditanya PM & kontraktor.
Setting-out: toleransi dan koordinasi di lapangan.
- Ukur Tanah · 2 Agustus 2026Setting Out Bangunan — Prosedur LengkapProsedur lengkap setting out bangunan: pre-survey, pasang BM, marking as pondasi & kolom, re-checking galian, hingga berita acara per fase.Baca artikel
- Ukur Tanah · 11 Oktober 2026Network RTK & CORS: Survey Presisi dengan Stasiun InaCORSNetwork RTK & CORS: cara kerja NRTK via NTRIP & jaringan InaCORS BIG, akurasi tipikal, syarat sinyal, kapan pakai vs static di proyek Jabodetabek.Baca artikel
- Ukur Tanah · 18 Juli 2026Total Station vs GPS RTK vs LiDAR — Mana AkuratTotal Station vs GPS RTK vs LiDAR drone: bedah akurasi, produktivitas, sumber error & biaya per skala proyek — Topcon, Trimble, DJI, YellowScan.Baca artikel
- Ukur Tanah · 18 Juli 2026Topcon vs Leica vs Trimble — Total Station ShowdownTopcon vs Leica vs Trimble total station: bedah angular accuracy, EDM, software ekosistem, TCO 5 tahun, after-sales & rekomendasi brand per proyek.Baca artikel
// Service Terkait · Harga mulai, belum termasuk PPN 11%
Lengkapi paket survey proyek.
Survey Topografi
Peta kontur + situasi eksisting sebelum mulai desain bangunan & cut/fill. Lahan di bawah 5.000 m² memakai minimum Rp 1,5 juta per proyek.
Mulai Rp 250/m²
Sondir Tanah
Sondir mekanik 2,5 ton (min. 3 titik) — data qc/fs untuk konsultan struktur sebelum desain pondasi; harga dasar s/d 20 m.
Mulai Rp 1,5jt/titik
Stake Out Pematokan
Pematokan batas kavling, jalur utilitas, alignment jalan & posisi pohon.
Quote per project
As-Built Drawing
Gambar as-built kondisi terbangun — wajib handover proyek ke owner.
Quote per project
LiDAR Drone
Pemetaan lahan bervegetasi padat mulai 25 ha (minimum tagihan 25 ha; GCP dihitung terpisah) — point density 100-200 titik/m², DTM & kontur.
Mulai Rp 1jt/hektar
Cut & Fill
Hitung volume galian/timbunan untuk earthwork — sering dikombinasikan dengan topografi.
Quote per project
Brief
Proyek.
Kirim brief proyek 5 menit: alamat, jenis bangunan, jumlah lantai, jumlah titik estimasi, ada/tidak gambar IFC. Tim kami membalas dengan estimasi awal dalam <30 menit pada jam chat (08.00–22.00 WIB); quotation tertulis, jadwal mobilisasi, dan profil surveyor menyusul same-day s/d H+1. Konsultasi awal gratis untuk hitung titik & toleransi yang dibutuhkan proyek Anda.
// Info Mobilisasi
Coverage
Jabodetabek + Karawang & Cikarang
Lead time
H+2 sampai H+5 dari SPK
Tim
Surveyor senior + asisten + helper (supervisi Kepala Surveyor ISI)
+62 822 2055 5035
› Response < 30 menit jam kerja