Lompat ke konten
Ambaja.
B2B · Korporasi · Surveyor Berlisensi ISI

// Ukur Tanah · Perkebunan · LiDAR + UAV Estate

Jasa Ukur Tanah Perkebunan.

Pemetaan estate kelapa sawit, karet, kopi, dan perkebunan industri 100-5.000 hektar via LiDAR drone YellowScan + UAV photogrammetry. Output peta blok per umur tanam, tree counting AI-assisted, dan boundary teknis HGU untuk konsesi perkebunan. Surveyor berlisensi ISI.

Skala estate

100-5.000 ha

kebun rakyat hingga estate korporat

Density LiDAR

~100 pts/m²

penetrasi kanopi sawit/karet

Lead time

10-30 hari

per 500 ha lengkap (mapping + boundary)

// Data Points Unik Tipe Ini

~100 pts/m²

density LiDAR total estate sawit

~40 pts/m²

density DTM di bawah kanopi sawit medium

Rp 1 jt/ha

tarif LiDAR drone publish (min. 25 ha), belum termasuk PPN 11%

Rp 750rb/ha

tarif UAV photogrammetry (min. 10 ha)

5.000 ha

rekor estate single-mobilisasi Ambaja

// Tentang Tipe Proyek Ini

Workflow & deliverable disesuaikan tipe proyek.

Ukur tanah bukan one-size-fits-all — developer perumahan punya workflow berbeda dari sengketa batas atau monitoring tambang. Ambaja sesuaikan alat, density, deliverable, dan dokumentasi audit sesuai konteks proyek.

Pemetaan perkebunan industri (kelapa sawit, karet, kopi, kakao, tebu) punya skala yang sangat berbeda dari proyek lain — estate korporat tipikal 500-5.000 hektar dengan vegetasi kanopi rapat yang menutupi 60-90% permukaan tanah. Total Station konvensional praktis tidak mungkin diaplikasikan: 1 hektar bisa makan 8-12 jam kerja, jadi 1.000 ha = 8.000-12.000 jam kerja = sekitar 3-5 tahun untuk 1 squad. Karena itu workflow Ambaja untuk perkebunan dominan menggunakan LiDAR drone + UAV photogrammetry.

LiDAR drone YellowScan Mapper+ on DJI M300 RTK adalah workhorse Ambaja untuk perkebunan. Karakteristik teknis: hingga 240.000 tembakan per detik dan hingga 3 echo per tembakan (first, intermediate, last) yang memungkinkan ekstraksi DTM (Digital Terrain Model — permukaan tanah di bawah kanopi) terpisah dari DSM (Digital Surface Model — top kanopi). Untuk kebun sawit umur 5-15 tahun dengan kanopi medium-rapat, penetrasi LiDAR sampai DTM sangat reliable. Untuk kebun karet super rapat (umur 20+ tahun), penetrasi turun lebih jauh dibanding sawit 15-25 tahun (~20-30 pts/m² di DTM), sehingga area kritis perlu divalidasi dengan spot Total Station.

Output utama untuk klien estate: (1) Peta blok per umur tanam — pembagian estate per blok dengan attribute usia tanam, density pohon, dan jenis pohon. Penting untuk perencanaan replanting & produksi. (2) Tree counting AI-assisted — hitung total pohon via image recognition di orthomosaic UAV, diverifikasi dengan sampel lapangan. (3) Boundary teknis HGU — verifikasi luas konsesi vs sertifikat HGU, sering ada selisih signifikan di estate lama karena pengukuran kolonial/era awal kemerdekaan. (4) Topografi DTM untuk perencanaan jalan estate + drainase + saluran irigasi. (5) Kontur untuk perencanaan kontur tanam baru (terasering di lahan miring untuk sawit/kopi).

Akurasi LiDAR drone pasca-processing dengan GCP (Ground Control Point) yang baik: planimetri 5-8 cm, vertikal 5-10 cm. Untuk estate, akurasi ini lebih dari cukup — replanting plan, jalan estate, drainase tidak butuh presisi cm seperti gedung. Workflow GCP estate: pasang GCP ±1 per 10 ha (estate 500 ha ±50 titik; jumlah final ditetapkan saat site visit) sebagai control point, pengukuran GCP via GPS Geodetic Trimble R10 untuk akurasi 2-3 cm. Post-processing LiDAR di software TerraScan / LASTools / Global Mapper untuk classify ground vs vegetation vs building.

Boundary HGU adalah komponen sensitif di perkebunan — HGU (Hak Guna Usaha) untuk konsesi perkebunan punya batas resmi yang dipakai dalam laporan internal, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan auditor BPK. Ambaja sediakan boundary teknis presisi untuk verifikasi luas HGU + identifikasi area enclave (lahan masyarakat di dalam HGU yang tidak masuk konsesi) + identifikasi area overlap dengan kawasan hutan/HTI tetangga. Output: peta HGU teknis + tabel komparatif vs sertifikat HGU + rekomendasi tindak lanjut (bila selisihnya signifikan: pengukuran ulang resmi oleh Kantor Pertanahan/KJSB sebagai dasar koreksi sertifikat HGU — di luar layanan Ambaja).

Untuk estate yang akan ekspansi atau replanting, kami sediakan paket comprehensive: topografi DTM (untuk perencanaan jalan & drainase baru) + tree counting (untuk valuasi pohon eksisting yang akan ditebang/dipertahankan) + soil sampling location (untuk konsultan agronomi yang akan tentukan pemupukan replanting). Sample location ditentukan grid 200-500 m, surveyor stake-out posisi sample untuk tim agronomi.

// Spec Alat & Metode

Alat presisi yang dipakai untuk tipe ini.

Kombinasi alat dipilih sesuai skala lahan, vegetasi, dan akurasi yang dibutuhkan. Alat ukur utama (Total Station dan GPS) dikalibrasi minimal setahun sekali di service center resmi dan dicek internal per kuartal.

ParameterSpesifikasi
LiDAR droneYellowScan Mapper+ on DJI M300 RTK — hingga 240.000 tembakan/detik, hingga 3 echo
UAV photogrammetryDJI Phantom 4 RTK / Matrice 300 RTK — orthomosaic high-res
GPS GeodeticTrimble R10 — GCP control, akurasi 2-3 cm pasca-PP
Density LiDAR~100 pts/m² total; ~30-50 pts/m² di DTM (estate sawit medium)
Akurasi pasca-GCP5-8 cm planimetri, 5-10 cm vertikal
GCP density±1 GCP per 10 ha (estate 500 ha ±50 titik), dihitung terpisah per titik
Software processingTerraScan / LASTools / Global Mapper / Pix4D Mapper
AI tree countingImage recognition di orthomosaic UAV + verifikasi sampel lapangan

// Use Cases

Kapan butuh jasa ukur tanah untuk perkebunan?

Use case yang paling sering dipesan klien Ambaja untuk tipe proyek ini. Setiap use case punya workflow + alat + deliverable yang spesifik.

Mapping Estate Korporat

Estate sawit/karet 500-5.000 ha untuk perusahaan perkebunan. LiDAR + UAV + boundary HGU + tree counting AI.

Verifikasi Luas HGU

Luas konsesi HGU lama (era 70-90an) bisa berbeda dari kondisi aktual. Ambaja sediakan boundary teknis presisi untuk dokumen audit korporat.

Peta Blok Per Umur Tanam

Pembagian estate per blok dengan usia tanam, density pohon, varietas. Untuk perencanaan replanting & produksi tahunan.

Topografi Estate untuk Jalan

DTM estate untuk perencanaan jalan kebun, drainase, terasering di lahan miring. Density tinggi presisi.

Tree Counting AI-Assisted

Hitung total pohon per blok via image recognition di orthomosaic UAV, diverifikasi sampel lapangan.

Identifikasi Enclave & Overlap

Identifikasi lahan masyarakat (enclave) di dalam HGU + area overlap dengan kawasan hutan/HTI tetangga. Dokumen kompliance.

// Workflow

Dari brief sampai delivery.

SOP standar Ambaja untuk tipe proyek ini. Setiap tahap ada checkpoint dengan PIC klien supaya tidak ada surprise di delivery final.

  1. 01

    Brief estate + share dokumen HGU

    Estate manager share sertifikat HGU + KML batas konsesi + tujuan survey (mapping replanting / valuasi pohon / boundary audit). Tim balas estimasi pricing + lead time + paket alat optimal.

  2. 02

    Site visit awal + rencana GCP

    Surveyor senior visit estate, koordinasi dengan estate manager + kepala kebun, identifikasi akses & landing zone drone, dan rencana sebaran GCP (±1 per 10 ha, di titik terbuka seperti jalan kebun). Quotation final menyusul 1-2 hari kerja setelah kunjungan; GCP cor mini permanen baru dipasang & diukur GPS setelah SPK.

  3. 03

    SPK + DP + mobilisasi tim drone

    Tim 2 drone pilot + 2 GCP surveyor + 1 ground supervisor + alat lengkap. Koordinasi safety + akses + persetujuan terbang Ditjen Perhubungan Udara dengan koordinasi AirNav Indonesia (jika di KKOP/ruang udara terkontrol atau area sensitif; diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang).

  4. 04

    LiDAR + UAV flight + GCP measurement

    LiDAR drone 5-10 hari per 500 ha (cakupan 50-100 ha/hari). UAV orthomosaic 5-10 hari per 500 ha (50-100 ha/hari). GCP measurement paralel dengan drone flight. Foto dokumentasi + log harian flight.

  5. 05

    Processing point cloud + tree counting AI

    LiDAR → TerraScan classify ground/vegetation → DTM + DSM + kontur. UAV → orthomosaic + AI tree counting per blok. Boundary RTK → peta HGU vs sertifikat. QA 5-10 hari per 500 ha.

  6. 06

    Delivery + handover GIS

    Final: peta blok DWG + shapefile (.shp), DTM GeoTIFF, orthomosaic GeoTIFF, point cloud LAS/LAZ, tree counting Excel + heatmap, boundary HGU PDF + DWG, audit folder. Briefing handover ke GIS tim klien atau konsultan agronomi.

// Deliverables

Yang Anda terima di akhir proyek.

Output spesifik untuk tipe proyek perkebunan. Deliverable diserahkan via Google Drive / WeTransfer + hardcopy opsional.

Peta blok estate per umur tanam

GIS-ready

Shapefile (.shp) + DWG + PDF dengan blok per umur tanam, varietas, density pohon. Siap import GIS klien (ArcGIS, QGIS) atau ERP estate.

Boundary HGU teknis

Audit-HGU

Peta HGU verifikasi + tabel komparatif aktual vs sertifikat + identifikasi enclave & overlap. Dokumen audit korporat + input untuk pengukuran ulang resmi oleh Kantor Pertanahan/KJSB bila perlu koreksi sertifikat (di luar layanan Ambaja).

DTM + DSM + kontur estate

Engineering-input

Digital Terrain Model (di bawah kanopi) + Digital Surface Model (top kanopi) + kontur 1 m. GeoTIFF + DWG. Untuk perencanaan jalan & drainase estate.

Orthomosaic high-res

Visual-deck

Orthomosaic UAV resolusi 5-10 cm/pixel covering full estate. GeoTIFF dengan datum SRGI2013/WGS84, proyeksi UTM Zona 48S (Jabodetabek–Karawang–Cikarang; zona lain sesuai lokasi). Untuk dokumen visual + presentasi BoD.

Tree counting AI report

Valuasi-input

Excel + heatmap PDF dengan total pohon per blok + density distribution + missing/dead tree spots. Diverifikasi dengan sampel lapangan.

Audit folder + laporan bertanda tangan Kepala Surveyor ISI

Audit-grade

Raw point cloud LAS/LAZ + log flight drone + sertifikat kalibrasi LiDAR + profil surveyor + nomor ISI + berita acara. Dokumen audit untuk BoD + BPK + bank.

// Mini Case Study

Estate karet & mixed-crop 280 ha di Kabupaten Bogor (Cariu).

Perusahaan perkebunan skala menengah memiliki estate karet & mixed-crop 280 ha di Kabupaten Bogor (kecamatan Cariu/Jonggol), akan replanting fase 1 (~70 ha tanaman tua 28-30 tahun). Brief Ambaja: mapping ulang estate full (verifikasi luas HGU + peta blok per umur tanam + DTM untuk jalan replanting) + tree counting fase 1 untuk valuasi pohon yang akan ditebang. Estate punya 3 enclave masyarakat (~8 ha) yang harus diidentifikasi presisi untuk dokumen kompliance perusahaan.

Strategi: 3 hari LiDAR drone YellowScan covering 280 ha (penetrasi kanopi 5-15 tahun cukup baik, density DTM ~40 pts/m²), 1 hari UAV Phantom 4 RTK untuk orthomosaic high-res, 1 hari GCP measurement dengan 12 GCP terdistribusi merata, 1 hari boundary RTK untuk perimeter HGU + 3 enclave. Processing 7 hari: classify point cloud + generate DTM/DSM + tree counting AI (~38.000 pohon hidup hasil hitungan, vs 43.000 estimasi manual estate manager — selisih 5.000 pohon = potensi over-valuasi).

// Project Stats

Perkebunan

Luas HGU estate279 ha (selisih -0,4% vs sertifikat)
Enclave masyarakat identified3 lokasi (8 ha total)
Density LiDAR DTM~40 pts/m² (di bawah kanopi)
Akurasi pasca-GCP6-8 cm planimetri, 8-12 cm vertikal
Total pohon hidup~38.000 (akurasi AI 97%)
Selisih vs estimasi manual-5.000 pohon (~12%)
Blok replanting fase 170 ha (umur 28-30 tahun)
Lead time total12 hari kerja

Tree counting AI Ambaja mengoreksi estimasi manual estate yang over-valuasi pohon — significant impact untuk valuasi aset perusahaan. Klien lanjut kontrak retainer untuk mapping fase 2 (replanting blok 70 ha lain di tahun ke-2). Detail klien & lokasi spesifik under NDA.

// Pricing

Pricing transparan untuk tipe ini.

Tarif dasar mengikuti tarif publish Ambaja (sama untuk semua tipe proyek). Operasional (mobilisasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang, kondisi lahan spesifik, density custom) menyesuaikan — estimasi awal via WhatsApp setelah review brief proyek; quotation final untuk ukur batas, lahan ≥1 ha, LiDAR, dan sondir menyusul 1–2 hari kerja setelah recce lapangan.

STANDAR

Per hektar mapping LiDAR

LiDAR drone per hektar; GCP dihitung terpisah per titik, orthomosaic UAV opsional (quote).

  • · LiDAR mulai Rp 1 jt/ha (min. 25 ha)
  • · Orthomosaic UAV opsional (quote)
  • · DTM + DSM + kontur 1 m
  • · GCP ±1 per 10 ha (dihitung terpisah per titik)
  • · Akurasi 5-8 cm planimetri, 5-10 cm vertikal (dengan GCP)
  • · Lead time 10-20 hari per 500 ha
Populer

KOMBINASI LAYANAN

Kombinasi estate korporat

LiDAR + UAV + boundary HGU + tree counting AI + peta blok. Paling dipakai perusahaan perkebunan menengah-besar.

  • · Mapping LiDAR + UAV estate full
  • · Boundary HGU + identifikasi enclave
  • · Peta blok per umur tanam (shapefile)
  • · Tree counting berbantuan AI + sampel lapangan
  • · DTM + kontur 1 m sebagai input perencanaan jalan kebun & drainase
  • · Audit folder BoD/BPK lengkap
  • · Retainer tahunan opsional
  • · Satu quotation & SPK tanpa diskon bundel — LiDAR/UAV sesuai tarif publish; boundary HGU, tree counting & peta blok di-quote

OPERASIONAL

Operasional menyesuaikan

Komponen di luar tarif base hektar.

  • · Mobilisasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang
  • · Akomodasi crew lokasi akses sulit dalam coverage
  • · Persetujuan terbang drone (KKOP / area sensitif)
  • · GCP tambahan di atas ±1 per 10 ha (area kritis/kanopi rapat)
  • · Stake-out sample agronomi
  • · Pengukuran ulang resmi HGU oleh Kantor Pertanahan/KJSB (dasar koreksi sertifikat; di luar layanan Ambaja)
  • · Retainer monitoring tahunan

+ Invoice resmi e-Faktur Pajak (harga belum termasuk PPN 11%) · Termin DP 50% + pelunasan 50% sebelum kick-off survei (default Syarat & Ketentuan; termin lain bila disepakati di SPK) · Lihat harga lengkap ukur tanah →

// FAQ Perkebunan

Yang sering ditanya untuk perkebunan.

LiDAR drone bisa menembus kanopi sawit umur 20+ tahun yang sangat rapat?

Penetrasi LiDAR menurun dengan umur kanopi tapi masih reliable. Untuk sawit umur 5-15 tahun (kanopi medium), penetrasi pulse ke DTM sangat baik — density data di permukaan tanah ~30-50 pts/m² dari total ~100 pts/m² pulse. Untuk sawit 15-25 tahun (kanopi rapat), penetrasi turun ke ~20-30 pts/m² di DTM — masih cukup untuk generate kontur 1 m & topografi estate (planning jalan kebun, drainase). Untuk sawit 25+ tahun (super rapat, jelang replanting), penetrasi minim — kami rekomendasi kombinasi dengan ground spot Total Station di area kritis untuk validasi DTM. Karet 20+ tahun lebih rapat dari sawit; kopi & kakao kanopi lebih ringan, penetrasi lebih baik. Quote spesifik bergantung profil estate — kami selalu briefing pre-SPK tentang ekspektasi penetrasi & akurasi DTM untuk komoditas + umur tanam spesifik klien.

Seberapa andal tree counting berbantuan AI dibanding hitungan manual estate manager?

Hasil hitungan manual dan hitungan dari orthomosaic bisa berbeda — hitungan manual cenderung membulatkan ke atas, sedangkan sampling beberapa blok yang diekstrapolasi linear bisa meleset ke dua arah. Karena itu hasil hitungan AI selalu diverifikasi dengan sampel lapangan per blok sebelum dipakai. Impact bisa signifikan untuk: (1) Valuasi aset BoD/laporan keuangan (pohon sawit/karet = tanaman produktif yang dicatat sebagai aset tetap; buah/TBS yang masih di pohon = aset biologis). (2) Perencanaan produksi (estimasi tonase TBS sawit per ha). (3) Replanting cost & schedule (jumlah pohon yang akan ditebang/diganti). Penghitungan dibedakan per komoditas (sawit, karet, kopi, kakao) karena bentuk tajuknya berbeda. Output: total pohon hidup + missing/dead tree spots (untuk replanting interplanting) + density distribution per blok. Tree counting bisa digabung dengan LiDAR mapping dalam satu quotation.

Estate kami 750 ha di Bogor Selatan — Ambaja bisa mobilisasi & familiar dengan terrain berhutan?

Iya, sering. Tim Ambaja mobilisasi rutin ke estate agro dan perkebunan di koridor Kabupaten Bogor (Tenjolaya, Megamendung, Cariu, Jonggol), Karawang Selatan, dan Cikarang Timur. Mobilisasi crew + alat (LiDAR drone + GPS Geodetic + UAV) by truk dari gudang Kebon Jeruk, Jakarta Barat — biasanya 2-4 jam akses. Operasional menyesuaikan: sewa kendaraan lokal 4×4 beserta akomodasi crew bila akses jalan kebun sulit, persetujuan terbang Ditjen Perhubungan Udara kalau di KKOP/area sensitif, dan koordinasi safety dengan estate manager. Lead time untuk estate 750 ha di koridor 11 kota coverage tipikal 15-30 hari kerja (incl. mobilisasi + flying ±8-15 hari + processing). Pricing per hektar standar — tanpa premium luar-koridor karena akses tetap dari basecamp Jakarta. Estimasi awal via WhatsApp dengan share lokasi estate + perkiraan luas + komoditas; quotation final menyusul 1–2 hari kerja setelah site visit.

Boundary HGU kami selisih +5% vs sertifikat — apakah signifikan dan apa next step?

Signifikan, perlu tindak lanjut formal. Selisih +5% di estate 1.000 ha = 50 ha lebih kecil/besar dari sertifikat — angka yang akan jadi catatan auditor BPK / BoD / Ditjen Perkebunan. Penyebab umum: (1) Pengukuran HGU lama era 70-80an pakai metode konvensional (planimetri visual + pita ukur) yang error akumulatif. (2) Perubahan batas alami (sungai bergeser, longsor) yang tidak terdokumentasi. (3) Overlap dengan kawasan hutan/HTI tetangga yang baru disurvei. Next step Ambaja: (1) Laporan komparatif: peta HGU aktual vs sertifikat + identifikasi area overlap/enclave + rekomendasi tindak lanjut. (2) Kalau lebih kecil dari sertifikat: perusahaan mungkin perlu pengukuran ulang resmi oleh Kantor Pertanahan/KJSB sebagai dasar koreksi luas di sertifikat HGU (di luar layanan Ambaja; data teknis Ambaja dapat dipakai sebagai input). (3) Kalau lebih besar dari sertifikat: bisa diajukan permohonan HGU atas kelebihan tanah ke Kementerian ATR/BPN bila ada dasar hukum (mis. izin usaha perkebunan). Kompleksitas tergantung kasus — diskusi spesifik via WhatsApp dengan share sertifikat & koordinat estate.

Berapa pricing untuk estate 1.000 ha dengan LiDAR + boundary HGU + tree counting AI?

Estimasi untuk estate 1.000 ha di koridor Bogor / Karawang / Cikarang akses standar: LiDAR drone 1.000 ha @ Rp 1 juta/ha = Rp 1 miliar (point cloud LAS + DTM; GCP dihitung terpisah per titik); bila sebagian besar lahan terbuka, UAV pemetaan @ Rp 500 ribu/ha = Rp 500 juta (model 3D @ Rp 750 ribu/ha = Rp 750 juta). Kedua tarif di atas belum termasuk PPN 11%. Boundary HGU, tree counting, dan peta blok per umur tanam dihitung di quotation sesuai panjang batas, komoditas, dan deliverable. Lead time 25-40 hari kerja (incl. mobilisasi + processing). Operasional (persetujuan terbang khusus KKOP, akomodasi crew akses sulit dalam coverage, retainer monitoring tahunan) menyesuaikan. Estimasi awal via WhatsApp dengan share KML estate + sertifikat HGU + brief kebutuhan utama (mapping/valuasi/audit); quotation final menyusul 1–2 hari kerja setelah site visit.

Apakah Ambaja bisa kontrak retainer tahunan untuk monitoring estate (mapping ulang per 1-2 tahun)?

Bisa. Skema retainer estate Ambaja: kontrak 12-36 bulan dengan dedicated team yang follow estate dari mapping baseline → tree counting tahunan → boundary re-cek bi-annual → topografi update area replanting. Aktivitas tipikal per tahun: (1) Bulan 1-3: tree counting AI update + identifikasi missing/dead trees untuk interplanting. (2) Bulan 6-9: drone overflight untuk dokumentasi visual progres + perubahan tutupan lahan. (3) Bulan 10-12: report tahunan + audit folder ringkas untuk BoD. Biaya retainer dihitung di quotation sesuai frekuensi aktivitas per tahun. Benefit retainer: tim familiar dengan estate dari awal (no lag setup), akses cepat ke historical data, dan SLA response time <48 jam untuk request emergency (mis. cek post-kebakaran lahan, post-konflik masyarakat). Cocok untuk perusahaan perkebunan dengan multiple estate yang butuh konsistensi data jangka panjang.

Bisa stake-out sample location untuk konsultan agronomi yang akan tentukan pemupukan replanting?

Bisa. Skema sample location stake-out Ambaja: (1) Konsultan agronomi klien tentukan grid sampling (umum 200-500 m grid) + jenis sample (soil core, soil bulk, leaf sample). (2) Ambaja generate koordinat sample dari peta estate (input dari konsultan), validate accessibility (akses jalan kebun). (3) Stake-out via GPS RTK Trimble — pasang patok plastik/kayu warna distinct di setiap sample location dengan label nomor sample. Akurasi 5-10 cm cukup untuk sampling agronomi. (4) Output: peta sample location DWG + tabel koordinat CSV + label fisik patok. Tim konsultan agronomi follow up dengan sampling actual + lab test. Biaya stake-out sample dihitung di quotation sesuai jumlah titik dan akses; sebagai gambaran, estate 1.000 ha dengan grid 500 m berisi ±40 titik sampel. Bisa dilakukan paralel dengan mapping LiDAR sebagai add-on.

Surveyor ISI · Multi-Alat Presisi

Order
Perkebunan.

Brief proyek 5 menit: lokasi, luas estimasi, tujuan. Tim balas dengan estimasi tarif, lead time, dan paket alat optimal dalam <30 menit jam kerja.

// Info Order

Tipe Proyek

Perkebunan

Segmen

B2B · Korporasi

Coverage

Jabodetabek + Karawang + Cikarang (luar area: mobilisasi via quote)

WhatsApp

+62 822 2055 5035

› Response < 30 menit jam kerja

WhatsApp