Lompat ke konten
Ambaja.
Ukur Tanah · Pemetaan Drone Jabodetabek

Jasa Pemetaan Drone (UAV) Jabodetabek — RTK, Akurasi 3-5 cm

Pemetaan udara cepat untuk lahan 10-100 hektar dengan drone DJI Phantom 4 RTK / Matrice 300 + Zenmuse P1. Output orthomosaic 2-5 cm/pixel, DSM, DTM, dan kontur DWG siap pakai untuk site plan developer, kalkulasi cut & fill, dan monitoring proyek konstruksi. Surveyor berlisensi ISI. Tarif mulai Rp 500rb/ha (min. 10 ha), belum termasuk PPN 11%.

GSD
2-5 cm/px
Akurasi
3-5 cm (GCP)
Coverage
50-100 ha/hari
Mulai
Rp 500rb/ha
Quick Spec

Drone RTK + GCP, Bukan Drone Hobi

Ambaja pakai drone enterprise dengan RTK on-board dan kontrol ground (GCP) yang diukur GPS Geodetic. Tanpa kombinasi ini, akurasi vertikal bisa meleset 1-3 meter — tidak bisa dipakai untuk kontur, cut & fill, atau volume stockpile.

  • Drone PlatformDJI Phantom 4 RTK / Matrice 300 RTK
  • Sensor KameraZenmuse P1 45MP full-frame (M300)
  • Sistem RTKGPS Geodetic base + GCP marker
  • Software ProsesPix4D Mapper / Agisoft Metashape
  • Standar AkurasiRMSE ≤ 5 cm, diuji checkpoint independen
  • Lead TimeFlight H+1–H+2 dari SPK (di luar KKOP & ruang udara terkontrol) · Delivery 10-21 hari (30-100 ha)
Section 01 — Alat & Akurasi

Stack Alat Yang Kami Pakai

Drone enterprise kelas survey, bukan drone konsumer. Tiap alat punya use-case spesifik — kami pilih sesuai luas, terrain, dan target GSD per project. Untuk akurasi terbaik, semua flight wajib disandingkan dengan GCP yang diukur GPS RTK Geodetic merk Topcon, Trimble, atau Leica.

  • DJI Phantom 4 RTK

    Spec: Kamera 20MP CMOS 1" · GSD 2,74 cm @100m AGL · RTK on-board (H 1 cm + 1 ppm, V 1,5 cm + 1 ppm RMS)

    Cocok untuk: Lahan 10-30 ha terbuka, terrain ringan, akses mudah

  • DJI Matrice 300 RTK + Zenmuse P1

    Spec: Kamera 45MP full-frame · 35mm/50mm lens · Mechanical shutter · 2 baterai TB60 per terbang (maks. 55 menit tanpa payload; lebih singkat dengan P1)

    Cocok untuk: Lahan 30-100 ha, koridor panjang, butuh GSD ≤ 3 cm

  • GPS Geodetic Base (Topcon HiPer / Trimble R10)

    Spec: Dual-frequency L1/L2 · PPK post-processing · Akurasi kinematik H 5-10 mm, V 10-15 mm (+ ≤1 ppm)

    Cocok untuk: Backup koreksi posisi jika network RTK BIG/CORS tidak stabil

  • GCP Marker (Ground Control Point)

    Spec: Panel 60×60 cm cat hi-contrast · 5-12 GCP per blok · Diukur GPS RTK Geodetic

    Cocok untuk: Wajib untuk akurasi absolut < 5 cm dan kontur 0,5 m

Akurasi Planimetri2-4 cmRMSE horizontal dengan 8+ GCP
Akurasi Vertikal3-5 cmRMSE vertikal vs checkpoint GPS RTK
GSD Orthomosaic2-5 cm/pxGSD asli 2,2-3,3 cm (P4 RTK, 80-120 m AGL); 4-5 cm hasil resample
Section 02 — Use Case

Cocok Untuk Project Seperti Ini

UAV pemetaan adalah workhorse Ambaja untuk pekerjaan udara — lebih ekonomis dari LiDAR, lebih cepat dari topografi konvensional. Berikut 5 use case mainstream yang sering kami eksekusi di Jabodetabek.

  • Developer Perumahan & Kawasan Industri 20-100 ha

    Capture orthomosaic + DSM untuk site plan, alokasi blok kavling, road alignment, dan kalkulasi awal cut & fill. Tipikal 1 hari terbang untuk 60 ha, 5 hari processing.

    Contoh proyek: Lahan cluster Cikupa, kawasan industri Karawang, township Sentul/BSD.

  • Volume Stockpile & Tambang

    Perhitungan volume material curah (pasir, batu, fly ash, batubara) dari DSM dengan akurasi volume tipikal 2-5% (bergantung GCP & base surface) — verifikasi inventaris bulanan tanpa survey ground manual.

    Contoh proyek: Stockpile pasir di gudang material Bekasi, batu split quarry Cibinong.

  • Monitoring Progress Konstruksi

    Flight rutin mingguan/bulanan untuk dokumentasi progress proyek kawasan, jalan tol, atau perumahan. Output orthomosaic time-series yang bisa di-overlay di GIS.

    Contoh proyek: Koridor jalan tol & jalan akses kawasan, perumahan tahap 1-3 dalam 1 master site.

  • Feasibility Study & Investasi Lahan

    Akuisisi data udara cepat untuk laporan investasi: orthomosaic high-res + DTM + estimasi cut/fill awal. Cocok untuk joint venture, land bank review, atau due diligence.

    Contoh proyek: Review lahan 80 ha Citeureup untuk pembeli institusi.

  • Pre-Topografi LiDAR Decision

    UAV pemetaan dipakai sebagai 'scouting flight' untuk menentukan apakah lahan butuh LiDAR (vegetasi padat) atau cukup photogrammetry, sehingga metode survey penuhnya tidak berlebihan.

    Contoh proyek: Lahan campuran sawit + sekunder di Bogor barat.

Section 03 — Proses 7 Step

Dari Konsultasi Sampai Delivery CAD

Workflow standar 7 tahap. Untuk proyek 30 ha lead time tipikal 10-14 hari kalender dari SPK. Untuk lahan 50-100 ha umumnya 14-21 hari, tergantung cuaca, perizinan terbang, dan kompleksitas processing.

  1. 011 hari

    Konsultasi & Site Brief

    Diskusi WhatsApp/Zoom: tentukan tujuan (orthomosaic saja, kontur 0,5 m, DTM, atau 3D?), GSD target, deliverable, dan deadline. Kami minta KMZ/Shapefile batas lahan untuk hitung area.

  2. 021-2 hari

    Site Visit & Flight Planning

    Surveyor cek akses lahan, identifikasi obstacle (BTS, SUTET, pohon tinggi), survey lokasi GCP, dan plot misi terbang di Pix4D Capture / DJI Pilot. Cek airspace AirNav Indonesia jika lahan dekat bandara/heliport.

  3. 031-2 hari

    Penawaran & SPK

    Quote final disusun per blok area + jumlah GCP + opsi deliverable. Setelah SPK ditandatangani, mobilisasi tim (1 pilot + 1 surveyor GCP + 1 asisten) dijadwalkan.

  4. 040,5-1 hari

    Pemasangan GCP & Survey Kontrol

    Panel GCP dipasang menyebar (rule of thumb: 1 GCP per 5-10 ha + 4 corner). Tiap panel diukur GPS RTK Geodetic durasi 60 detik agar koordinat SRGI2013/WGS84 (UTM Zona 48S) dan tinggi ortometrik (geoid INAGEOID2020) akurat orde cm.

  5. 050,5-2 hari

    Pengukuran (Flight Mission)

    Drone terbang otomatis tinggi 80-120 m AGL, overlap frontal 80% & side 70%, kecepatan 8-12 m/s. Satu baterai Phantom 4 RTK maks. ±30 menit terbang (spesifikasi pabrikan; misi dirancang dengan cadangan), M300 terbang dengan sepasang baterai TB60; tiap terbang capture ±200-400 foto. Cuaca: angin ≤ 8 m/s, no hujan.

  6. 063-7 hari

    Drafting & Photogrammetry Processing

    Foto + log RTK + koordinat GCP dimasukkan ke Pix4D / Metashape. Output: dense point cloud → mesh → orthomosaic GeoTIFF + DSM + DTM. Kontur 0,5/1 m di-export ke AutoCAD Civil 3D.

  7. 071 hari

    Delivery CAD/PDF + Berita Acara

    Pengiriman via cloud (Google Drive / WeTransfer) + hardcopy A1 (opsional). Laporan PDF berisi metodologi, akurasi RMSE, flight log, foto GCP, dan rekomendasi tindak lanjut.

Section 04 — Deliverables

File Yang Anda Terima

Paket standar berisi 6 jenis output di bawah plus flight log raw; point cloud dense tersedia sebagai opsi. Semua file georeferenced ke datum SRGI2013/WGS84 dengan tinggi ortometrik geoid INAGEOID2020, proyeksi UTM Zona 48S (Jabodetabek) — siap dipakai di QGIS, ArcGIS, AutoCAD Civil 3D, Trimble Business Center, atau Bentley OpenRoads tanpa konversi.

  • Orthomosaic GeoTIFF

    GeoTIFF + JPG preview

    Foto udara stitched dengan GSD 2-5 cm/pixel, georeferenced ke UTM Zona 48S (Jabodetabek). Bisa di-overlay langsung di QGIS, ArcGIS, AutoCAD Map, atau Google Earth Pro.

  • DSM (Digital Surface Model)

    GeoTIFF raster

    Model permukaan termasuk vegetasi & bangunan. Dipakai untuk volume stockpile, analisis viewshed, dan estimasi tinggi bangunan eksisting.

  • DTM (Digital Terrain Model)

    GeoTIFF raster

    Model permukaan tanah asli setelah filtering vegetasi & bangunan. Dipakai sebagai input cut & fill, drainase, dan kontur teknis. Akurasi tergantung density vegetasi (lahan terbuka lebih akurat daripada area bersemak).

  • Kontur DWG / DXF

    AutoCAD DWG

    Garis kontur interval 0,5 m / 1 m / 2 m, sudah di-clean & smoothed untuk drafting. Sertakan grid koordinat UTM + index kontur tiap 5 m (tiap 10 m untuk interval 2 m) untuk readability.

  • Point Cloud Dense (Opsional)

    LAS / LAZ

    Titik koordinat XYZ + RGB dari photogrammetry, density 100-300 titik/m². Cocok untuk input BIM, analisis spatial lanjut, atau export ke Civil 3D / Bentley.

  • Laporan Teknis PDF

    PDF A4 (15-25 hal)

    Metodologi, alat, peta GCP, flight log per misi, statistik kalibrasi kamera, tabel residual per GCP, RMSE planimetri & vertikal terhadap checkpoint independen, dan tanda tangan Kepala Surveyor terdaftar ISI. Siap diserahkan ke owner/konsultan.

  • File Koordinat (CSV)

    CSV / TXT

    Daftar koordinat semua GCP + checkpoint dalam format Easting/Northing/Elevation (SRGI2013/WGS84, UTM Zona 48S; elevasi = tinggi ortometrik geoid INAGEOID2020). Bisa diimport ulang ke Civil 3D, Trimble Business Center, atau ArcGIS.

Section 05 — Mini Case Study

3 Pola Eksekusi Yang Sering Kami Kerjakan

Skenario representatif berdasarkan eksekusi tipikal di Jabodetabek. Nama klien dan lokasi pasti tidak kami sebut karena NDA — angka durasi & akurasi mencerminkan workflow nyata kami.

  • Case A

    Township 60 ha — Cluster Tangerang Selatan

    Setup
    Developer perumahan butuh orthomosaic + kontur 0,5 m untuk site plan tahap pra-DED. Lahan kombinasi sawah & semak ringan.
    Alat
    DJI M300 + Zenmuse P1 (35mm) · 8 GCP · 2 base GPS RTK
    Durasi
    Flight 1,5 hari · Processing 6 hari · Delivery total 10 hari kerja
    Output
    Orthomosaic 3 cm/px · DTM · Kontur 0,5 m DWG · RMSE vertikal 4,2 cm
  • Case B

    Volume Stockpile Pasir — Gudang Material Bekasi

    Setup
    Klien material butuh verifikasi inventaris bulanan untuk audit internal. Stockpile 12 tumpukan, total ±35.000 m³.
    Alat
    DJI Phantom 4 RTK · 4 GCP · 2 baterai (35 menit)
    Durasi
    Flight 0,5 hari · Processing 2 hari · Delivery 3 hari kerja
    Output
    DSM detail per stockpile · Laporan volume per tumpukan · Akurasi volume ±1,8% vs survey ground reference
  • Case C

    Monitoring Progress Tol — Koridor 8 km Karawang

    Setup
    Kontraktor BUMN butuh dokumentasi visual progress earthwork tiap 30 hari. Koridor panjang dengan lebar RoW 60 m.
    Alat
    DJI M300 + P1 (50mm) · 14 GCP linear · Flight strip 2-line
    Durasi
    Flight 2 hari · Processing 5 hari · Delivery 8 hari kerja (per siklus)
    Output
    Orthomosaic 2,5 cm/px + time-lapse · Kontur progress · Time-series GeoTIFF untuk overlay GIS internal

Disclaimer: angka di atas adalah representasi eksekusi tipikal Ambaja, bukan kuotasi otomatis. Setiap proyek tetap di-quote berbasis site visit dan SPK spesifik.

Section 06 — Pricing

Tarif Per Hektar + Operasional Menyesuaikan

Base price kami transparan: mulai Rp 500.000 / hektar (belum termasuk PPN 11%) untuk tier developer standar. Mobilisasi Jabodetabek, Karawang, dan Cikarang sudah termasuk tarif dasar; biaya operasional lain (GCP tambahan, izin terbang, mobilisasi di luar wilayah itu) dihitung terpisah agar tidak ada padding di harga utama. Berikut tier yang biasa kami pakai.

  • ≤ 10 ha

    Tier S — Pilot Flight / Scouting

    Quote per project

    Flight scouting cepat untuk pre-feasibility atau konfirmasi kebutuhan LiDAR. Output: orthomosaic + DSM dasar.

    • DJI Phantom 4 RTK
    • 4-6 GCP minimal
    • Orthomosaic 4-5 cm/px
    • Delivery 5-7 hari kerja
  • Paling Sering Dipakai
    10-50 ha

    Tier M — Developer Standar

    Mulai Rp 500rb/hektar

    Paket bread-and-butter untuk developer perumahan, kawasan industri kecil, dan kontraktor mid-size. Bundle GCP + processing + kontur.

    • DJI Phantom 4 RTK / M300
    • Min 8 GCP
    • Orthomosaic 2-4 cm/px
    • DSM + DTM + Kontur 1 m DWG
    • Laporan PDF + Berita Acara
  • 50-100+ ha

    Tier L — Lahan Luas / Multi-Mission

    Quote per project

    Lahan luas dengan multi-block flight, butuh M300 + Zenmuse P1 dan GCP density tinggi. Cocok untuk township, mining stockpile besar, atau koridor tol.

    • DJI Matrice 300 + Zenmuse P1 45MP
    • GCP custom (density 1 per 5-10 ha)
    • Orthomosaic 2-3 cm/px
    • Kontur 0,5 m DWG
    • Point cloud dense (opsional)
    • Multi-flight scheduling

Biaya Operasional — Menyesuaikan / Quote Per Project

  • Mobilisasi sudah include di tarif base untuk 11 kota coverage utama (Jabodetabek + Karawang + Cikarang).
  • Pengurusan persetujuan terbang ke Ditjen Perhubungan Udara + koordinasi AirNav Indonesia (jika di dalam KKOP bandara, ruang udara terkontrol, atau radius 3 NM dari helipad; permohonan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang): menyesuaikan area.
  • Penambahan GCP di atas baseline (untuk akurasi kontur 0,25 m): menyesuaikan jumlah panel.
  • Re-flight karena cuaca / obstacle di luar kendali tim: ketentuan kunjungan ulang (termasuk standby dan akomodasi) disepakati sejak quotation/SPK.
  • Hardcopy A1 plotter cetak warna + laporan A4 jilid hardbound: opsional, dihitung per lembar.

Deposit alat refundable hanya berlaku bila disepakati di SPK (mis. lokasi berisiko tinggi atau remote) — bukan asuransi, tapi jaminan kondisi peralatan saat di lapangan.

Section 07 — FAQ

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan

Berapa luas minimum lahan untuk jasa UAV pemetaan ini?

Minimum efektif 10 hektar. Di bawah itu, kombinasi mobilisasi + pemasangan GCP + processing membuat biaya per hektar tidak ekonomis dibanding survey topografi konvensional. Untuk lahan < 10 ha kami biasanya rekomendasikan total station atau GPS RTK Geodetic. Khusus stockpile dan pilot flight tetap bisa kami akomodasi sebagai Tier S — quote per project.

Apa perbedaan UAV pemetaan ini dengan jasa LiDAR drone Ambaja?

UAV pemetaan pakai kamera (photogrammetry) untuk hasilkan orthomosaic + DSM/DTM, akurasi 3-5 cm dengan GCP, biaya mulai Rp 500rb/hektar. Cocok untuk lahan terbuka atau vegetasi ringan. LiDAR drone pakai sensor laser (YellowScan Voyager) yang menembus celah vegetasi, density 100-200 titik/m², biaya mulai Rp 1jt/hektar dengan minimum 25 ha (GCP dihitung terpisah; kedua tarif belum termasuk PPN 11%). Pilih LiDAR jika lahan minimal 25 ha dipenuhi tegakan pohon/sawit (lahan bervegetasi padat di bawah 25 ha: survey topografi terestris); pilih UAV pemetaan untuk lahan terbuka dan butuh visualisasi orthomosaic.

Berapa akurasi yang bisa dicapai? Ada angka resmi RMSE?

Dengan minimum 8 GCP yang diukur GPS RTK Geodetic, kami konsisten mencapai RMSE planimetri 2-4 cm dan vertikal 3-5 cm untuk drone Phantom 4 RTK pada tinggi terbang 100 m AGL. Untuk M300 + Zenmuse P1 pada 80 m AGL, RMSE vertikal sering ≤ 3 cm. Angka pasti dilaporkan di section accuracy assessment laporan PDF — disertakan tabel residual per GCP dan checkpoint independen.

Surveyor Ambaja punya sertifikat apa — dan apa scope outputnya?

Kepala Surveyor kami terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia (ISI). Drone dioperasikan pilot Ambaja sendiri dengan unit drone teregistrasi resmi, mengikuti regulasi penerbangan sipil. Posisi Ambaja adalah vendor survey teknis dengan surveyor terdaftar ISI — output kami untuk kebutuhan teknis (site planning, volume, kontur, monitoring), bukan dokumen formal lembaga sertifikasi pemerintah. Untuk dokumen yang membutuhkan lembaga lisensi khusus pemerintah, scope tersebut di luar lini layanan Ambaja — engagement perlu ke lembaga berwenang.

Bagaimana cuaca, izin terbang, dan area terlarang seperti dekat bandara?

Cuaca ideal: angin ≤ 8 m/s dan tidak hujan; jarak pandang terbang minimal 4,8 km (3 mil) dari lokasi stasiun kendali sesuai PKPS Bagian 107 butir 107.51 (PM 63/2021). Jika area berada di dalam KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan) bandara, ruang udara terkontrol, atau radius 3 NM dari helipad, kami urus pengajuan persetujuan terbang ke Ditjen Perhubungan Udara dan koordinasi dengan AirNav Indonesia — PM 37/2020 meminta permohonan diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang. Area objek vital nasional (instalasi nuklir, kilang minyak, kawasan militer) perlu izin tambahan dari instansi terkait. Kami brief klien sebelum SPK jika ada potensi delay perizinan.

Apakah output siap pakai untuk dokumen AMDAL, pengajuan PBG, atau site plan?

Output orthomosaic + kontur DWG + laporan PDF kami sudah dipakai banyak konsultan sebagai data dasar topografi udara untuk lampiran teknis pengajuan PBG dan bahan teknis dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL; penyusunan dokumennya di luar layanan Ambaja). Catatan: untuk perizinan formal yang require legalitas khusus dari lembaga pemerintah (mis. peta yang harus disetujui lembaga berwenang), output kami diserahkan ke konsultan perizinan klien sebagai input data — kami tidak melakukan submission ke instansi atas nama klien.

Bisa flight ulang gratis kalau hasilnya tidak sesuai? Bagaimana garansi akurasi?

Kami garansi akurasi sesuai angka RMSE yang dijanjikan di SPK (umumnya ≤ 5 cm vertikal). Jika gagal mencapai target karena kesalahan teknis tim kami (GCP kurang, kalibrasi kamera, processing), kami akan re-process atau re-flight tanpa biaya tambahan. Jika gagal karena force majeure (cuaca ekstrem di window proyek, perubahan area di lapangan, izin terbang ditolak), terms dibahas di SPK — biasanya scope di-revisi dan biaya disesuaikan.

File output apa saja yang diserahkan & format apa?

Standar paket Tier M berisi: (1) Orthomosaic GeoTIFF + JPG preview; (2) DSM GeoTIFF; (3) DTM GeoTIFF; (4) Kontur DWG/DXF (interval sesuai SPK); (5) Laporan teknis PDF; (6) File koordinat GCP CSV; (7) Flight log raw. Point cloud LAS/LAZ ditambahkan opsional di Tier L. Pengiriman via Google Drive / WeTransfer, hardcopy A1 plotter cetak opsional.

Surveyor Terdaftar ISI

Senior surveyor Ambaja terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia (ISI).

Pilot Drone Komersial

Pilot Ambaja sendiri; unit drone teregistrasi resmi sesuai regulasi penerbangan sipil.

Sistem Deposit Refundable

Bila berlaku: jaminan alat di lokasi berisiko, dipotong hanya untuk rusak/hilang akibat kondisi lokasi — kesalahan operator ditanggung Ambaja.

Pemetaan Drone · Jabodetabek

Quote Pemetaan Drone Anda Hari Ini

Kirim KMZ/Shapefile batas lahan via WhatsApp — tim kami balas dengan estimasi luas, jumlah GCP, durasi flight, dan harga indikatif pada hari kerja yang sama.

Belum yakin? Lihat portofolio proyek scaffolding & ukur tanah Ambaja dulu

Kontak Langsung

WhatsApp / Phone
+62 822 2055 5035
Email
sales@ambaja.co.id
Jam Operasi Sales
WA Sales 24/7 · Lapangan Sen–Sab 08–17
Gudang
Jl. Masjid As-Surur No. 49A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
WhatsApp