Lompat ke konten
Ambaja.
Aktif Jabodetabek · Surveyor Berlisensi ISI

// Ukur Tanah · Topografi · Total Station + GPS RTK

Jasa Survey Topografi
Jabodetabek.

Peta kontur (garis ketinggian) + peta situasi (jalan, bangunan, sungai, vegetasi) sebagai dasar site plan, cut & fill, drainase. Akurasi 2-5 cm dengan Total Station Topcon/Leica & GPS RTK Trimble Geodetic. Output CAD (DWG) + PDF + koordinat UTM, datum WGS84 / UTM Zona 48S. Surveyor terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia). Lead time 5-10 hari kerja untuk 5 ha.

Standar Tarif

Mulai Rp 250

per m² (min. 5.000 m²)

Akurasi

2-5 cm

planimetri & vertikal

Lead Time

5-10 Hari

untuk 5 hektar (CAD + PDF)

2-5 cm

Akurasi planimetri & vertikal

ISI

Surveyor berlisensi & terdaftar

UTM 48S

Datum WGS84 (Jakarta)

CAD-Ready

DWG + PDF + koordinat CSV

// Tentang Survey Topografi

Fondasi semua desain lahan.

Survey topografi adalah peta dasar segalanya di perencanaan konstruksi: tanpa peta topografi yang valid, desain site plan, perhitungan cut/fill, drainase, jalan, dan pondasi semua berdiri di atas asumsi. Output utama ada dua: kontur (garis ketinggian dengan interval 0,5/1/2 m) dan situasi (semua objek fisik di permukaan — jalan, bangunan, pohon besar, sungai, saluran, tiang listrik).

Workflow Ambaja standar developer: site visit H+1 untuk identifikasi BM (benchmark) referensi, setup grid pengukuran, lalu pengukuran lapangan menggunakan Total Station Topcon GTS-235N / Leica TS06 untuk lahan ≤10 ha — atau GPS RTK Trimble R8/R10 Geodetic untuk lahan luas 10+ ha. Density titik standar 1 per 5-10 m², lebih rapat untuk area yang akan jadi cut/fill agresif.

Setelah lapangan selesai, data raw diproses di Autodesk Civil 3D atau Surfer/Global Mapper, menghasilkan TIN (Triangulated Irregular Network) → kontur → peta CAD final. Untuk lahan dengan vegetasi padat (hutan, kebun) yang sulit ditembus Total Station, kami arahkan ke LiDAR drone yang punya penetrasi kanopi sampai ke tanah asli (DTM). Untuk decision matrix penetrasi kanopi vs density titik vs biaya per hektar, lihat perbandingan LiDAR vs photogrammetry detail.

// Spec Alat & Akurasi

Alat & metode apa yang dipakai untuk survey topografi?

Kami pakai instrumen brand established (Topcon, Leica, Trimble) — bukan clone murah. Setiap unit kalibrasi rutin per kuartal di lab pihak ketiga supaya akurasi terjaga.

ParameterTotal Station (≤10 ha)GPS RTK Geodetic (10+ ha)
Brand & seriTopcon GTS-235N / Leica TS06 / TS09Trimble R8s / R10 / Topcon GR-5
Akurasi sudut2 detik (0,0006°)— (tidak relevan untuk GPS)
Akurasi jarak2 mm + 2 ppm8 mm + 1 ppm horizontal (RTK fixed)
Akurasi planimetri lapangan2-5 cm2-3 cm
Akurasi vertikal lapangan3-5 cm3-5 cm (RTK) / mm (post-process)
Range pengukuran efektif200-300 m per setup10-20 km dari base station
Density titik standar1 titik / 5-10 m²1 titik / 5-15 m²
Cocok untukLahan ≤10 ha, akses padat, presisi tinggiLahan luas, akses sulit, koridor panjang
Kontrol elevasi independenAuto Level Topcon AT-B4 (BM utama)Auto Level Topcon AT-B4 (BM utama)
Datum standarWGS84 / UTM Zona 48S (Jakarta)WGS84 / UTM Zona 48S (Jakarta)
Software processingCivil 3D, Surfer, Global MapperTrimble Business Center → Civil 3D

Kalibrasi rutin

Total Station kalibrasi per kuartal di lab pihak ketiga (sertifikat dapat diaudit). GPS RTK dicek baseline internal setiap 100 jam operasi. Auto level diuji 2-peg test sebelum tiap mobilisasi proyek baru.

Combo dengan drone

Untuk lahan campuran (sebagian vegetasi, sebagian bangunan), kami combo Total Station di area bangunan + LiDAR drone di area vegetasi. Hasil di-merge jadi 1 peta unified.

Dokumen QA tersedia

Sertifikat kalibrasi alat (per kuartal), log raw data Total Station/GPS (read-only, timestamp), profil surveyor + nomor ISI, dan berita acara survei ditandatangani PIC klien — semua bisa diaudit pihak ketiga.

// Use Case

Kapan butuh survey topografi?

Topografi bukan opsional di proyek konstruksi serius — salah baca elevasi 30 cm = revisi desain drainase yang bisa cost ratusan juta rupiah. Berikut 5 use case paling sering dipesan klien Ambaja sejak 2019.

Site Plan Developer

Perumahan, cluster, mixed-use 5-50 ha. Output kontur 0,5 m + situasi (jalan eksisting, sungai, bangunan) sebagai dasar layout blok rumah & jalan kawasan.

Paling populer

Cut & Fill Earthwork

Kawasan industri, technopark, lapangan golf. Density rapat (1 titik / 3-5 m²) untuk volume galian/timbunan akurat ±2%. Output langsung input ke Civil 3D corridor.

Cost-sensitive

Drainase & Utilitas

Perencanaan drainase mayor, jalur kabel listrik, pipa air bersih/limbah. Butuh elevasi precise di setiap titik inlet/outlet supaya gravity flow optimal.

Wajib infrastruktur

Feasibility Study Lahan

Investor / developer pre-akuisisi lahan. Topografi cepat (density 1/15 m²) untuk hitung indikatif buildable area, slope mayor, & risiko terkait elevasi.

Pre-decision

As-Built Infrastruktur

Jalan tol, jembatan, bendungan post-konstruksi — verifikasi elevasi vs as-design. Output cross section per stasiun + comparison report.

Post-konstruksi

Audit & Sengketa Elevasi

Verifikasi elevasi pre/post-galian, monitoring settlement gedung tinggi, atau evidence sengketa air bah. Raw data bisa dipakai pihak ketiga untuk re-verifikasi.

Legal-admissible

* Untuk lahan luas dengan vegetasi padat (hutan, kebun, mangrove) — pakai LiDAR drone. Untuk lahan 10-100 ha bebas vegetasi — pakai UAV pemetaan (lebih cepat & ekonomis dari topografi konvensional).

// Process

Bagaimana proses survey topografi dari brief sampai CAD?

SOP standar Ambaja untuk lahan 5 ha: 6 tahap, 5-10 hari kerja. Setiap tahap ada checkpoint dengan PIC klien supaya tidak ada surprise di delivery final.

  1. 01

    Konsultasi & brief proyek

    Klien share koordinat lahan (Google Maps pin / KML / sertifikat) + tujuan akhir peta (site plan, cut/fill, drainase, dll). Tim Ambaja kasih estimasi tarif, lead time, & density titik optimal via WhatsApp dalam <30 menit jam kerja. Brief biasa 5-10 menit chat.

  2. 02

    Site visit & setup BM

    H+1 tim surveyor datang ke lokasi untuk verifikasi akses, identifikasi BM (benchmark) referensi existing (BIG, CORS publik, atau patok lama klien), dan setup BM baru dengan koordinat WGS84 / UTM 48S. BM utama dicor beton + plat besi nama proyek supaya tahan minimal 5 tahun.

  3. 03

    SPK + DP + mobilisasi crew

    Setelah klien approve quote final, tanda tangan SPK + DP 50%. Tim mobilisasi alat (Total Station + GPS RTK + Auto Level + reflektor) dan crew (1 senior surveyor + 2-4 asisten) ke lokasi. Untuk lahan >5 ha, crew bisa dipisah jadi 2 squad paralel supaya lebih cepat.

  4. 04

    Pengukuran lapangan

    Pengukuran detail dengan density target (mis. 1 titik per 5-10 m²) — semua titik direkam koordinat XYZ. Untuk situasi (bangunan, pohon besar, sungai, jalan), diambil titik representatif sesuai layer GIS standar. Estimasi 1-3 hari untuk 5 ha tergantung vegetasi & akses. Foto dokumentasi kondisi lapangan diambil per zona.

  5. 05

    Drafting CAD + QA internal

    Raw data download ke kantor, processing di Trimble Business Center / Topcon Magnet → import ke Autodesk Civil 3D untuk generate TIN → kontur → cross section. QA internal: cek closure error <1:5000, validasi kontur logical (no closed loops di area datar, dll). 2-3 hari kerja.

  6. 06

    Delivery CAD + PDF + koordinat

    Preview PDF dikirim ke klien untuk review di hari ke-7 (revisi minor included). Final delivery: peta CAD DWG + DXF, laporan PDF lengkap (peta situasi, kontur, cross section, koordinat BM), file koordinat CSV/TXT, hardcopy A1/A0 (opsional). Sisa 50% pembayaran setelah delivery final.

[ Benchmark lead time ]

Standar tim Ambaja: ~2-3 hari pengukuran lapangan per 5 ha (akses mudah, vegetasi rendah) + 3-5 hari drafting + QA. Untuk 1-3 ha bisa selesai 3-5 hari total. Untuk 30+ ha biasanya 15-25 hari atau kami rekomendasi combo topografi + LiDAR/UAV untuk percepat lapangan.

// Deliverables

Yang Anda terima di akhir proyek.

Semua deliverable diserahkan via Google Drive / WeTransfer (link aktif 30 hari) plus hardcopy A1/A0 untuk yang minta. Raw data Total Station/GPS dishare on-request kalau klien mau verifikasi independen pihak ketiga.

Peta CAD DWG + DXF

Format utama

File AutoCAD 2018-2024 (DWG) + DXF universal. Layer terstruktur standar industri: kontur mayor/minor, situasi (jalan, sungai, bangunan), titik tinggi, BM, legenda, kop perusahaan. Siap edit untuk desain lanjut di Civil 3D.

Laporan PDF lengkap

Submit-ready

Cover + executive summary, peta situasi, peta kontur (sesuai interval), cross section per stasiun (default per 25 m, bisa custom), daftar koordinat BM + foto patok BM, metodologi, validasi closure error, dan signed-off surveyor berlisensi ISI.

File koordinat CSV/TXT

Re-usable

Raw koordinat semua titik dalam format CSV (X,Y,Z,Code) standar — bisa langsung import ulang ke Civil 3D, Surfer, Global Mapper, atau QGIS untuk re-processing atau analisis lanjut oleh tim klien.

Hardcopy A1/A0 (opsional)

Add-on

Cetak skala 1:500 / 1:1000 / 1:2000 sesuai kebutuhan. Kertas glossy premium 200 gsm, anti-air, siap presentasi investor/perizinan. Biaya cetak terpisah dari tarif survey (menyesuaikan jumlah lembar).

KMZ Google Earth (opsional)

Add-on

Overlay peta hasil survey ke Google Earth — berguna untuk presentasi awal ke investor non-teknis atau cek visual cepat di tablet/smartphone. File <10 MB, bisa dibuka offline juga.

Berita acara + dokumentasi audit

Audit-grade

Untuk klien BUMN/perbankan: berita acara survei tertandatangan PIC klien + supervisor Ambaja, log harian aktivitas, foto BM dengan GPS coordinate tag, profil surveyor + nomor ISI, sertifikat kalibrasi alat. Standar audit dokumentasi.

// Mini Case Study

Topografi 12 ha untuk cluster developer.

Klien: developer perumahan lokal di area pinggiran Bekasi, akuisisi lahan 12 ha bekas sawah & kebun untuk dikembangkan jadi cluster 280 unit landed house. Brief utama: peta topografi presisi untuk hitung volume cut & fill (lahan ada elevation drop 4,5 m dari sisi utara ke selatan) sebelum desain site plan & jalan kawasan difinalisasi.

Tantangan: sebagian area masih ada genangan air bekas sawah yang menyulitkan akses Total Station, plus blok kebun pisang dengan kanopi rapat. Solusi: Total Station di 70% area kering + GPS RTK di area genangan (lebih toleran terhadap kondisi tanah) + 1 hari mobilisasi drone untuk koreksi area kanopi pisang. Hasil di-merge jadi 1 peta unified dengan akurasi rata-rata 3-4 cm.

// Project Stats

Cluster Landed 280 Unit · Bekasi

Luas lahan total12,4 hektar
Density titik1 per 6 m² (≈ 20.000 titik)
Interval kontur0,5 m (mayor 2,5 m)
Akurasi rata-rata3-4 cm planimetri & vertikal
Crew on-site1 senior + 3 asisten (8 hari)
Alat utamaTopcon GTS-235N + Trimble R8s
Volume cut/fill (output)≈ 38.500 m³ net cut
Lead time total14 hari kerja (incl. drafting)

Klien repeat order untuk fase 2 (8 ha lanjutan, 6 bulan kemudian). Kasus disamarkan; detail lokasi & nama tersedia under NDA via WhatsApp.

// Harga Survey Topografi

Berapa harga jasa survey topografi per m²?

Hanya base tarif per m² yang ditampilkan publik. Mobilisasi luar Jabodetabek, density custom, dan kondisi lahan spesifik (vegetasi padat, akses sulit, lahan luas dengan elevasi extreme) menyesuaikan — quote per project via WhatsApp setelah review koordinat lahan.

STANDAR

Mulai Rp 250/m²

Untuk lahan ≥5.000 m² akses standar, vegetasi rendah, density 1 titik / 5-10 m², output CAD + PDF + koordinat CSV.

  • · Minimum order 5.000 m² (0,5 ha)
  • · Akurasi 2-5 cm planimetri & vertikal
  • · Kontur interval 0,5 / 1 / 2 m (pilih)
  • · Surveyor berlisensi & terdaftar di ISI
  • · Datum WGS84 / UTM Zona 48S Jakarta
  • · Lead time 5-10 hari kerja untuk 5 ha
Populer

DEVELOPER BUNDLE

Custom quote bundle

Topografi + boundary (referensi internal) + cut/fill perhitungan + dedicated surveyor team. Paling banyak dipakai developer perumahan & kawasan industri.

  • · Topografi + boundary survey teknis
  • · Cut/fill volumetric report
  • · Cross section detail per stasiun
  • · 3D visualization (opsional)
  • · Senior surveyor dedicated full-project
  • · Diskon bundle 10-20% vs order terpisah
  • · SLA & timeline garansi tertulis

OPERASIONAL

Menyesuaikan per project

Komponen yang TIDAK termasuk tarif base per m², dihitung terpisah sesuai kondisi lokasi & kompleksitas.

  • · Mobilisasi luar Jabodetabek
  • · Akomodasi crew untuk lokasi remote
  • · Sewa boat (survey hidrografi)
  • · Clearing jalur untuk vegetasi padat
  • · Density custom (1 titik / ≤3 m²)
  • · Kontur extra detail (interval ≤0,25 m)
  • · Hardcopy A0/A1 (biaya cetak per lembar)
  • · Deposit alat untuk lokasi high-risk

+ Invoice resmi e-Faktur Pajak (PPN inklusi/eksklusi) · Termin 50% DP + 50% setelah delivery final · Lihat harga lengkap ukur tanah →

// FAQ Survey Topografi

Yang sering ditanya developer & engineer.

Berapa akurasi survey topografi Ambaja & alat apa yang dipakai?

Akurasi planimetri & vertikal 2-5 cm untuk lahan ≤10 ha menggunakan Total Station Topcon GTS-235N (akurasi sudut 2 detik, jarak 2 mm + 2 ppm) atau Leica TS06/TS09. Untuk lahan luas (>10 ha) atau lahan dengan akses sulit antar BM (benchmark), kami pakai GPS RTK Geodetic Trimble R8/R10 dengan koreksi base station — akurasi 2-3 cm horizontal & 3-5 cm vertikal setelah post-processing. Kontrol elevasi independen via Auto Level Topcon AT-B4 untuk titik kritis seperti benchmark utama, IP, dan saluran drainase. Datum standar WGS84 / UTM Zona 48S (Jakarta) — bisa request datum lokal mis. Bessel 1841 atau koordinat proyek custom.

Density titik (point density) berapa yang ideal untuk site plan developer?

Standar Ambaja: 1 titik per 5-10 m² untuk site plan developer perumahan dengan kontur 0,5 m. Untuk kawasan industri & cut/fill design pakai density lebih rapat (1 titik per 3-5 m²) supaya volume galian/timbunan akurat ±2%. Untuk topografi awal feasibility study (cek elevasi makro saja), density 1 titik per 15-25 m² sudah cukup dengan kontur 1-2 m. Density terlalu rapat di lahan datar = waste cost; density terlalu jarang di lahan ber-relief tajam = peta tidak representatif. Tim kami konsultasi density optimal berdasar tujuan akhir peta (site plan, cut/fill, drainase, atau as-built reference) sebelum mobilisasi.

Berapa lead time survey topografi & kapan deliverable diterima?

Standar: 5-10 hari kerja untuk lahan 5 ha (termasuk drafting CAD + laporan PDF). Breakdown: H+1 site visit + setup BM, H+2 sampai H+5 pengukuran lapangan (tergantung vegetasi & akses), H+6 sampai H+8 drafting Civil 3D + cross section, H+9 review internal QA, H+10 delivery. Untuk lahan 1-3 ha akses mudah bisa selesai 3-5 hari. Lahan luas 10-30 ha biasanya 12-20 hari. Lahan 50+ ha dengan vegetasi padat — kami rekomendasi pakai LiDAR drone (lebih cepat & akurat untuk DTM di bawah kanopi). Delivery dilakukan dalam 2 batch: preview PDF di hari ke-7 untuk review klien, lalu final CAD + PDF + koordinat di hari delivery.

Format deliverable apa saja yang diberikan & bisa custom format?

Standar deliverable per proyek: (1) Peta topografi CAD format DWG (AutoCAD 2018-2024) + DXF untuk software lain, (2) Laporan PDF lengkap dengan peta situasi, kontur, cross section per stasiun, legenda, dan koordinat BM, (3) File koordinat CSV/TXT raw untuk import ulang ke Civil 3D / Surfer / Global Mapper, (4) Cetak hardcopy A1 atau A0 (opsional, biaya cetak terpisah). Format custom yang sering diminta: KMZ untuk overlay Google Earth, GeoTIFF orthomosaic (kalau combo dengan drone), shapefile (.shp) untuk import ArcGIS/QGIS, dan file LandXML untuk import Civil 3D corridor. Sebut format target di brief awal supaya kami siapkan workflow yang sesuai.

Apa beda topografi vs boundary, dan apa scope output Ambaja?

Lingkup kami adalah survey teknis untuk perencanaan & desain — output: peta CAD, laporan PDF, koordinat UTM. Posisi kami adalah vendor survey teknis dengan surveyor terdaftar ISI — bukan lembaga sertifikasi pemerintah, jadi untuk dokumen formal lembaga lisensi khusus pemerintah (pengukuran ulang sertifikat, penerbitan SHM/SHGB) scope tersebut di luar lini layanan Ambaja. Beda topografi vs boundary: topografi fokus pada kontur (elevasi/beda tinggi) + situasi (jalan, bangunan, sungai, vegetasi) sebagai dasar desain konstruksi; boundary fokus pada batas tanah (titik patok) untuk verifikasi/pemecahan kavling internal. Kalau Anda butuh kombinasi keduanya untuk proyek developer, kami bisa bundle topografi + boundary survey teknis sebagai referensi internal pemilik. Semua surveyor kami terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia).

Pricing-nya bagaimana — kapan Rp 250/m² dan kapan custom quote?

Tarif Rp 250/m² berlaku untuk lahan ≥5.000 m² (0,5 ha) dengan profil standar: lahan kosong/semak rendah, akses mudah, kontur 0,5-1 m, density 1 titik per 5-10 m², output CAD + PDF. Tarif menjadi custom quote untuk: (1) vegetasi padat (hutan, kebun, mangrove) yang butuh clearing jalur pengukuran, (2) akses sulit/jauh dari jalan raya yang butuh extra mobilisasi crew & alat, (3) density spesifik tinggi (1 titik per ≤3 m²) untuk cut/fill detail, (4) lahan <5.000 m² (minimum mobilisasi 1 crew = setara 0,5 ha), (5) kontur sangat detail (≤0,25 m) atau cross section per 5 m. Operasional (mobilisasi luar Jabodetabek, sewa boat, deposit alat di lokasi remote) menyesuaikan — quote spesifik via WhatsApp setelah review koordinat lahan.

Bisa request surveyor on-site khusus + dokumentasi audit untuk klien BUMN/perbankan?

Bisa. Untuk klien BUMN, perbankan (collateral appraisal), dan developer besar yang require dokumen audit-grade, kami sediakan: profil surveyor senior (CV + nomor lisensi ISI + portofolio proyek sebelumnya), pernyataan tanggung jawab teknis bersertifikasi, log harian aktivitas lapangan, foto dokumentasi tiap titik BM dengan GPS coordinate tag, dan berita acara survei ditandatangani PIC klien + supervisor Ambaja. Untuk proyek yang require chain of custody data (mis. survei pre-akuisisi lahan), kami sertakan timestamp raw data dari Total Station/GPS yang sulit dimanipulasi — bisa diaudit pihak ketiga. Profil tim & contoh dokumen audit dapat dishare via WhatsApp sebelum SPK.

Apa SOP kalau hasil survey berbeda jauh dari data existing klien?

Sering terjadi — data existing klien sering basis peta tematik lama yang tidak update setelah ada perubahan elevasi (mis. galian liar, longsor, urugan). SOP Ambaja: (1) Verifikasi 2x dengan re-occupation titik kontrol independen (minimal 3 BM utama + 1 BM cek), (2) Jika selisih >5 cm vertikal, kami buka raw data Total Station/GPS untuk review akurasi pengukuran kami sendiri dulu, (3) Jika data kami konsisten, kami serahkan laporan komparatif (peta kami vs data existing) + rekomendasi penyebab perbedaan (galian, settlement, datum berbeda, dll), (4) Klien decide: pakai data kami (sebagai data terbaru lapangan) atau order ulang dengan datum/method yang match data existing. Selalu transparan — raw data dishare kalau klien mau verifikasi independen.

Surveyor ISI · Total Station + GPS RTK

Order
Topografi.

Brief proyek 5 menit: koordinat lahan, luas estimasi, tujuan peta. Tim balas dengan estimasi tarif, lead time, & density density titik optimal dalam <30 menit jam kerja. Konsultasi gratis untuk hitung efisiensi alat (Total Station vs GPS RTK vs combo drone).

// Info Order Topografi

Luas lahan

5.000 m² (0,5 ha) sampai 100+ hektar

Lead time

5-10 hari kerja per 5 ha (incl. drafting)

Coverage

Jabodetabek + Karawang & Cikarang

WhatsApp

+62 822 2055 5035

› Response < 30 menit jam kerja

WhatsApp