// GPS RTK Geodetic · Trimble R12 / CHCNAV i90 · Real-Time Kinematic
Sewa & Operator GPS RTK Geodetic.
Survey area luas, pemasangan benchmark, dan koreksi koordinat drone RTK. Akurasi ±8mm + 1ppm (horizontal RTK fixed). Brand Trimble R12 / R10, CHCNAV i90 / i70, Topcon Hiper VR. Deliverable: Koordinat global UTM/TM-3, base map, kontrol jaringan titik ikat. Dikerjakan tim surveyor di bawah supervisi Kepala Surveyor terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia).
Akurasi
±8mm + 1ppm (horizontal RTK fixed)
spec brosur
Range / Coverage
10-20 km dari base
jangkauan efektif
Rate Akuisisi
500-1.000 titik/hari
produktivitas standar
±8mm + 1ppm (horizontal RTK fixed)
Akurasi spec brosur
ISI
Kepala Surveyor terdaftar
Lahan luas
Best for use case
Jabodetabek
+ Karawang/Cikarang/Nasional
// Tentang GPS RTK Geodetic
Instrumen teknis Ambaja.
GPS RTK Geodetic adalah receiver multi-konstelasi (GPS + GLONASS + Galileo + BeiDou) dengan teknologi Real-Time Kinematic — koreksi differential dari base station (atau jaringan CORS) dikirim ke rover via radio UHF atau internet NTRIP, menghasilkan koordinat fix akurasi sentimeter dalam 1-5 detik per titik. Ambaja mengoperasikan Trimble R12 (multi-frekuensi, 672 kanal, mesin ProPoint), CHCNAV i90 Pro (multi-frekuensi, 336 kanal), dan Topcon Hiper VR (Bluetooth Long Range) untuk armada utama proyek pemetaan lahan luas, pemasangan benchmark grade survey-teknis, dan kontrol jaringan koordinat untuk drone RTK photogrammetry.
Bedanya dengan Total Station: RTK tidak butuh line-of-sight antar titik — operator cukup pindah-pindah rover ke titik target sambil base station/CORS tetap di posisi referensi. Range efektif: radio UHF internal tipikal 3-5 km (optimal ±10 km), 10-20 km dengan NTRIP via internet (jaringan CORS BIG / private). Trade-off-nya: akurasi vertikal RTK terbatas 3-5 cm (kalah dari Total Station yang sub-cm), dan butuh sky-view bagus — tidak bisa lock satelit di dalam pabrik, terowongan, atau hutan rapat dengan kanopi tertutup.
Ambaja standardize 3 platform brand: Trimble (R12 untuk proyek high-stakes dengan dukungan post-processing TBC, R10 untuk standar), CHCNAV (i90 Pro untuk produktivitas tinggi multi-konstelasi, i70 untuk proyek budget-friendly), dan Topcon (Hiper VR sebagai backup & cross-validation). Semua unit dipasangkan dengan controller Trimble TSC7 / CHC LT700H (controller rugged 7" dengan software Trimble Access / LandStar 7 / MAGNET Field) dan radio UHF Pacific Crest ADL atau modem internal 4G untuk NTRIP. Untuk ketelitian lebih tinggi, data kinematik di-post-process (PPK) dengan TBC / Pinnacle / RTKLib menggunakan precise ephemeris IGS — akurasi planimetri bisa sub-cm dan vertikal 1-2 cm; ketelitian orde milimeter (mis. monitoring bendungan) hanya dari pengamatan GNSS static sesi panjang pada baseline pendek.
Use case dominan klien Ambaja sejak 2019: (1) survey topografi lahan luas 20-200 ha untuk developer perumahan, kawasan industri, dan kebun sawit, (2) pemasangan benchmark grid 100-500 m untuk kontrol jaringan proyek besar (jalan tol, bendungan, kawasan industri), (3) ground control point (GCP) untuk drone RTK photogrammetry — akurasi GCP harus 2x lebih baik dari akurasi target drone, (4) boundary teknis untuk referensi internal pemilik lahan, (5) kontrol vertikal & monitoring deformasi lahan post-konstruksi via post-processing baseline pendek, dan (6) survey hidrografi (kombinasi echo sounder + RTK untuk posisi horizontal).
// Spec Teknis Detail
Spec teknis GPS RTK Geodetic.
Spec lengkap brand & model Ambaja, akurasi lapangan, range operasi, dan software processing yang dipakai. Total Station, GPS, LiDAR, dan 3D scanner dikalibrasi atau di-healthcheck minimal setahun sekali di service center resmi pabrikan — sertifikat dapat diaudit; drone dikalibrasi IMU/kompas sebelum tiap mobilisasi.
| Parameter | Detail / Value |
|---|---|
| Brand & seri primer | Trimble R12 LT, CHCNAV i90 Pro, Topcon Hiper VR |
| Konstelasi GNSS | GPS + GLONASS + Galileo + BeiDou + QZSS + SBAS (multi-konstelasi 4+) |
| Channel receiver | 672 (Trimble R12), 336 (CHCNAV i90 Pro; i90 standar 624), 226 (Topcon Hiper VR) |
| Akurasi RTK fixed (horizontal) | ±(8 mm + 1 ppm) — Trimble; ±(8 mm + 1 ppm) — CHCNAV |
| Akurasi RTK fixed (vertikal) | ±(15 mm + 1 ppm) |
| Akurasi static / fast static (post-processing) | ±(3 mm + 0.5 ppm) horizontal, ±(5 mm + 0.5 ppm) vertikal |
| Range UHF radio | Tipikal 3-5 km (optimal ±10 km, line-of-sight) |
| Range NTRIP via internet | 10-20+ km dari base CORS |
| Inisialisasi RTK fixed | Trimble R12: umumnya 2-8 detik (mesin ProPoint); CHCNAV i90 Pro: beberapa detik (algoritma iStar) |
| Rate akuisisi | 500-1.000 titik per hari (crew 1 senior + 1 asisten rover) |
| Datum & sistem koordinat | SRGI2013/WGS84 (ITRF2014 bila diminta), UTM sesuai lokasi (Jabodetabek–Karawang–Cikarang: Zona 48S), TM-3; tinggi ortometrik geoid INAGEOID2020 |
| Sumber koreksi | Base station Ambaja, CORS BIG (publik), CORS private |
Kalibrasi & QA
Total Station dan GPS dikalibrasi minimal setahun sekali di service center resmi pabrikan dan dicek internal per kuartal; LiDAR dan 3D scanner menjalani healthcheck tahunan di service resmi pabrikan, drone dikalibrasi IMU/kompas sebelum tiap mobilisasi. Sertifikat kalibrasi tersedia untuk diaudit. Pre-mobilization test wajib sebelum mobilisasi ke setiap proyek baru.
Surveyor ISI & Operator Terlatih
Laporan ditandatangani Kepala Surveyor terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia). Operator alat (Trimble R12 / R10) menjalani training internal platform, dengan log pengalaman proyek minimal 5 tahun.
Backup & Redundancy
Untuk proyek high-stakes, Ambaja sediakan backup alat on-site dan crew cadangan supaya minimal down-time jika primary alat trouble. Standar untuk proyek BUMN / time-critical.
// Use Case
Kapan butuh GPS RTK Geodetic?
Survey area luas, pemasangan benchmark, dan koreksi koordinat drone RTK. Berikut use case paling sering dipesan klien Ambaja — masing-masing punya konfigurasi alat, density target, dan output deliverable spesifik.
Pemetaan Lahan Luas
Survey topografi 20-200 ha untuk developer perumahan, kawasan industri, kebun sawit, atau lapangan golf. Produktivitas 500-1.000 titik/hari, jauh lebih cepat dari Total Station. Kerapatan titik mengikuti skala peta dan relief — dirapatkan di breakline dan lereng.
› Lahan luas
Setup Benchmark Grid
Pemasangan benchmark referensi grid 100-500 m untuk proyek besar (jalan tol, bendungan, kawasan industri). Setiap BM dicor beton + plat besi, koordinat absolut WGS84 + relative ke base proyek.
› Infrastructure baseline
GCP untuk Drone RTK
Ground control point check untuk drone RTK photogrammetry. Akurasi GCP harus 2x lebih baik dari target drone (mis. drone target 5 cm → GCP 2-3 cm). Standar 5-10 GCP per 50 ha lahan.
› Drone calibration
Boundary Survey Luas
Survey batas tanah teknis untuk lahan luas (>5 ha) — referensi internal pemilik. Output: koordinat titik patok UTM/TM-3 + foto dokumentasi tiap patok.
› Internal reference
Survey Hidrografi (Combo)
Posisi horizontal untuk echo sounder di survey hidrografi (sungai, danau, kolam pelabuhan). RTK GNSS mounted di boat, akuisisi kontinyu dengan timestamp sinkron echo sounder.
› Hidrografi
Monitoring Deformasi GNSS Static
Pengamatan GNSS static (sesi panjang, baseline pendek antar receiver, post-processing dengan precise ephemeris) untuk pergerakan lambat (mm/tahun) — bendungan, lereng, gedung tinggi, jembatan. Ketelitian orde milimeter hanya dari pengamatan static, bukan RTK/PPK kinematik.
› Precision monitoring
// Workflow Operasional
Dari brief sampai delivery.
SOP standar Ambaja untuk operasi GPS RTK Geodetic: 6 tahap dengan checkpoint PIC klien di setiap milestone. Tidak ada surprise di delivery final.
- 01
Konsultasi & feasibility GNSS
Klien share koordinat lahan + tujuan survey. Tim Ambaja cek feasibility GNSS: sky-view (apakah ada obstruksi pohon/gedung), akses ke jaringan CORS BIG (kalau perlu NTRIP), dan toleransi akurasi target. Estimasi teknis dalam <30 menit pada jam layanan chat.
- 02
Recce & cek kondisi GNSS
H+1 surveyor recce ke lokasi (wajib untuk lahan ≥1 ha atau survey batas): cek sky-view & obstruksi, BM existing, sinyal seluler untuk NTRIP, dan titik ikat ke jaring kontrol BIG/InaCORS; quotation final menyusul setelah kunjungan. Base station, BM baru, dan uji inisialisasi RTK di BM cek independen dikerjakan setelah SPK, di awal pengukuran.
- 03
SPK + mobilisasi receiver
Setelah klien approve quote + SPK + DP 50%, mobilisasi 2-3 receiver (1 base + 1-2 rover), controller, radio UHF / modem 4G, tripod, dan power bank cadangan. Crew: 1 senior surveyor (base + post-processing) + 1-2 asisten rover.
- 04
Akuisisi RTK lapangan
Rover dipindah ke setiap titik target, tunggu RTK fixed (1-5 detik), lalu rekam koordinat. Untuk topografi: 500-1.000 titik/hari. Untuk benchmark utama: pengamatan GNSS static sesi 1-2 jam per BM, diikat ke stasiun InaCORS/titik kontrol BIG terdekat (bukan sekali baca RTK). Untuk GCP drone: target plate marker + occupation 10-30 menit.
- 05
Post-processing & QA
Raw data dari base + rover di-download. Untuk akurasi standar (RTK only): export langsung dari controller. Untuk akurasi tinggi (PPK): post-process di Trimble Business Center / TopconTools / RTKLib dengan precise ephemeris IGS. QA: validasi closure di BM check, comparison RTK vs PPK.
- 06
Delivery koordinat + report
Output: koordinat XYZ format CSV/TXT (raw RTK + PPK adjusted) dengan epoch waktu, peta plot titik PDF, dan untuk BM: foto dokumentasi tiap patok dengan deskripsi lokasi + sketsa akses. Sertifikat post-processing dan log raw data untuk audit.
// Output & Deliverable
Yang Anda terima.
Semua deliverable diserahkan via Google Drive (link aktif minimal 6 bulan); file besar bisa via WeTransfer atau SSD shipped (>50 GB). Raw data tersedia on-request untuk audit independen pihak ketiga.
Koordinat CSV/TXT (RTK)
Real-timeReal-time koordinat lapangan format CSV (Point, Lat/Lon/Elev atau N/E/Elev, HRMS, VRMS, Code) — bisa langsung import ke Civil 3D / Surfer / Global Mapper / QGIS / ArcGIS untuk processing lanjut.
Koordinat PPK Adjusted
Sub-cmHasil post-processing dengan precise ephemeris IGS — akurasi 2-3x lebih baik dari RTK fixed. File CSV terpisah dengan flag epoch + RMS error per titik. Untuk klien yang butuh akurasi sub-cm.
Peta Plot PDF
VisualPlot semua titik dalam peta orientasi UTM/TM-3 + legenda + skala. Format A1/A0 (cetak) atau A4 (digital). Berguna untuk presentasi quick-look ke stakeholder non-teknis.
BM Description Report
BM permanentUntuk pemasangan benchmark: foto tiap BM (4 sudut + close-up plat), sketsa akses dari jalan terdekat, koordinat absolut SRGI2013/WGS84 (UTM + TM-3; ITRF2014 bila diminta) + tinggi ortometrik INAGEOID2020, dan deskripsi tertulis lokasi.
Raw RINEX Data
Audit-gradeFile RINEX standar (observation + navigation) dari base & rover — diserahkan on-request untuk klien yang punya tim survey internal atau ingin verifikasi independen via RTKLib / TBC / Pinnacle.
GCP Report Drone
Drone integrationKhusus untuk GCP drone: peta plot GCP overlay area target drone, koordinat XYZ per GCP, foto marker plate dengan GPS coordinate tag, dan rekomendasi distribusi GCP untuk akurasi terbaik.
// Mini Case Study
Topografi 87 Hektar Kawasan Industri · Karawang.
Klien: developer kawasan industri di koridor Karawang International Industrial City (KIIC) extension, akuisisi lahan 87 ha bekas sawah & tambak untuk dikembangkan menjadi 32 kavling industri ukuran 1-5 ha. Brief utama: topografi presisi seluruh 87 ha untuk desain site plan, jalan kawasan utama 30 m + sekunder 20 m, drainase mayor, dan grading cut/fill (elevation drop 6.2 m dari sisi utara ke selatan).
Tantangan: lahan 87 ha = topografi konvensional dengan Total Station akan butuh 30+ hari kerja & cost tinggi. Solusi: Trimble R12 dual-rover RTK paralel dengan koreksi NTRIP via CORS BIG terdekat (~15 km dari lokasi). Setup 8 benchmark grid permanent dengan koordinat WGS84 + UTM 48S (dicor beton + plat besi). Akuisisi topografi rata-rata ±1 titik / 60 m² (dirapatkan di breakline & area grading) dengan 2 rover paralel = ~1.800 titik/hari × 8 hari lapangan = 14.400 titik total. Cross-check di 25 titik dengan Total Station Topcon GT-1000 menunjukkan deviasi rata-rata 1.8 cm planimetri & 2.4 cm vertikal — well within tolerance ±5 cm.
// Project Stats
GPS RTK Geodetic · Project Stats
Volume cut/fill output (∼125.000 m³ net cut) langsung input ke Civil 3D klien untuk desain grading. Detail proyek disamarkan; nama developer & koordinat tersedia under NDA via WhatsApp.
// Harga Sewa & Operator
Pricing transparan.
Tarif dasar UAV & LiDAR ditampilkan publik; Total Station, GNSS, dan scan 3D dihitung per proyek. Komponen operasional (mobilisasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang, kondisi lahan spesifik, dokumen audit-grade) menyesuaikan — quote spesifik per project via WhatsApp setelah review brief teknis.
STANDAR
Per mandays quote per proyek
GPS RTK Geodetic (1 base + 1 rover) + 1 senior surveyor + 1 asisten untuk topografi atau boundary lahan luas.
- · Trimble R10 / CHCNAV i70
- · 1 base + 1 rover RTK
- · Akurasi 2-3 cm horizontal
- · Topografi atau boundary
- · Output CSV + CAD DWG
- · NTRIP via CORS BIG included
DUAL-ROVER PPK
Per mandays quote per proyek
GPS RTK premium (Trimble R12 / CHCNAV i90 Pro) dengan 2 rover paralel + post-processing PPK untuk lahan luas dengan target akurasi sub-cm.
- · Trimble R12 / CHCNAV i90 Pro
- · 1 base + 2 rover paralel
- · Akurasi sub-cm (PPK)
- · Lahan luas >20 ha
- · Multi-konstelasi 4 sistem
- · Sertifikat post-processing
OPERASIONAL
Menyesuaikan per project
Komponen di luar mandays standar — dihitung terpisah sesuai kondisi lokasi & kompleksitas.
- · Mobilisasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang
- · Setup BM permanent (cor beton)
- · Akomodasi crew remote area
- · Monitoring periodik PPK
- · GCP package untuk drone
- · Private CORS rental
+ Invoice resmi e-Faktur Pajak (harga belum termasuk PPN 11%) · Termin DP 50% + pelunasan 50% sebelum kick-off survei (default Syarat & Ketentuan; termin lain bila disepakati di SPK) · Lihat harga lengkap ukur tanah →
Yang sering ditanya soal GPS RTK Geodetic.
// Comparison vs Alat Lain
GPS RTK Geodetic vs alat lain.
Pilihan alat optimal tergantung use case — luas lahan, vegetasi, target akurasi, dan timeline. Berikut perbandingan singkat GPS RTK Geodetic vs alat ukur tanah Ambaja lainnya.
vs Total Station
GPS RTK: tanpa LOS, jangkauan 10-20 km, cepat untuk lahan luas. Total Station: butuh LOS, akurasi sub-cm, optimal untuk presisi tinggi. Combo: RTK untuk grid + Total Station untuk titik kontrol mm.
vs Drone UAV RTK
GPS RTK: titik diskrit terestrial, akurasi cm. Drone RTK: aerial coverage massive (50-100 ha/hari), 3-5 cm dengan titik kontrol. RTK sering dipakai untuk GCP check drone — akurasi GCP harus 2x lebih baik.
vs LiDAR YellowScan
GPS RTK: titik manual operator, batas vegetasi (butuh sky-view). LiDAR: point cloud aerial dense, penetrasi kanopi. RTK pasang GCP control untuk LiDAR; LiDAR untuk area berkanopi yang RTK tidak bisa.
// Alat Survey Lainnya
Lihat 4 alat lainnya.
Total Station
Pengukuran detail boundary, stake-out bangunan, dan kontrol vertikal proyek.
Akurasi ±2mm + 2ppm
Drone UAV RTK
Pemetaan lahan mulai 10 hektar, progress monitoring konstruksi, volumetric.
Akurasi ±3-5 cm (dengan titik kontrol) · GSD 2.74 cm/px @ 100m
LiDAR YellowScan
Pemetaan area berkanopi rapat (hutan, perkebunan), tambang, koridor.
Akurasi 5-10 cm vertikal dengan GCP (spek pabrikan Voyager 1 cm) · density 100-200 titik/m²
Scan 3D BIM
Dokumentasi heritage, fitout interior, retrofit pabrik, BIM kontraktor MEP.
Akurasi ±2-4mm @ 10m · point cloud dense 1M+ titik/setup
Sewa
GPS RTK Geodetic.
Brief proyek 5 menit: koordinat lokasi, luas / scope, target akurasi. Tim balas dengan estimasi tarif, lead time, dan konfigurasi alat optimal dalam <30 menit jam kerja. Konsultasi gratis untuk pilih method optimal (GPS RTK Geodetic vs alat alternatif).
// Info Order GPS RTK Geodetic
Brand & Model
Trimble R12 / R10
Akurasi
±8mm + 1ppm (horizontal RTK fixed)
Coverage Area
Jabodetabek + Karawang & Cikarang + Nasional
+62 822 2055 5035
› Response < 30 menit jam kerja
← Hub alat ukur tanah: 5 instrumen presisi Ambaja
Lihat Semua Alat