Lompat ke konten
Ambaja.
Harga 2026 · Pricing Publish

// Harga · Jasa LiDAR Drone · Mulai 25 hektar

Harga LiDAR Drone
Per Hektar.

Tarif base Rp 1.000.000 per hektar untuk pemetaan LiDAR drone lahan minimum 25 hektar di Jabodetabek, Karawang, dan Cikarang (belum termasuk PPN 11%). Sensor YellowScan Voyager (RIEGL VUX-120) terbang di drone multirotor heavy-lift, akurasi vertikal 5-10 cm dengan GCP (dihitung terpisah per titik), point density 100-200 titik/m². Halaman ini dedicated untuk detail biaya, scenario kalkulasi, dan komparasi vs metode survey lain — bukan halaman teknis sensor.

Tarif Base

Mulai Rp 1.000.000

per hektar (min. 25 ha)

Diskon Volume

5-20%

untuk 100+ hektar

Lead Time

2-5 minggu

field + processing

Rp 1jt

Tarif base per hektar

25 ha

Minimum order tier publish

50/50

Termin DP/Pelunasan (S&K)

PPN 11%

Charge terpisah e-Faktur

// Kenapa Per Hektar

Pricing per hektar bukan asal pukul rata.

Industri survey LiDAR di Indonesia masih opaque soal harga. Banyak vendor kasih angka “hubungi kami untuk quote” tanpa publish range — bikin developer & procurement sulit estimasi anggaran di tahap feasibility study. Ambaja publish tarif base Rp 1.000.000 per hektar untuk tier 25-100 hektar di Jabodetabek–Karawang–Cikarang (belum termasuk PPN 11%) supaya Anda bisa langsung kalkulasi rough estimate.

Tapi pricing per hektar bukan asal pukul rata. Komponen biaya riil terdiri dari 6 elemen: depresiasi sensor LiDAR (~35%), drone & flight execution (~15%), GPS base station & kontrol (~10%; GCP dihitung terpisah per titik), processing point cloud (~20%), drafting & laporan (~10%), dan mobilisasi (~10%). Saat luas naik, komponen fixed cost (sensor, GPS base, crew setup, mobilisasi) ter-amortisasi lebih baik — bikin tarif per hektar turun di tier 100+ dan 500+ ha.

Halaman ini fokus untuk procurement & founder yang butuh angka konkret: breakdown komponen, scenario 25/50/100/250/500+ ha, komparasi vs metode lain, dan transparansi termin pembayaran. Untuk teknis sensor & workflow, lihat halaman LiDAR Drone — service detail.

// Breakdown Biaya

Komposisi Rp 1jt/hektar tier base.

Setiap komponen di-breakdown jelas di SPK awal. Tidak ada biaya tersembunyi. Estimasi porsi di bawah berlaku untuk tier standard 25-100 hektar di Jabodetabek–Karawang–Cikarang; untuk lahan di luar area itu, mobilisasi dan akomodasi crew di-quote terpisah per lokasi.

~35%

Sensor LiDAR

YellowScan Voyager (RIEGL VUX-120) — survey-grade. Termasuk depresiasi alat dan kalibrasi periodik.

~15%

Drone platform & flight

Drone multirotor heavy-lift (muatan sensor Voyager 3,5 kg, di atas batas DJI M300/M350) + 6-8 set baterai per hari. Pilot drone berpengalaman + asisten flight monitor real-time density.

~10%

GPS base & kontrol

GPS Geodetic base station untuk koreksi PPK (Trimble R10 / Topcon HiPer), anchor koordinat UTM Zona 48S. Pemasangan & pengukuran GCP (1 per 10 ha, marker 60x60 cm) dihitung terpisah per titik.

~20%

Processing point cloud

PPK post-processing GPS, klasifikasi (ground/low veg/med veg/high veg/building), QC manual data processor in-house.

~10%

Drafting & laporan

Generate DTM/DSM GeoTIFF + kontur DWG editable + laporan teknis PDF 20-40 halaman + cetak A0/A1 opsional.

~10%

Mobilisasi

Transport crew + cargo alat (Jabodetabek + Karawang/Cikarang included; luar area itu dihitung terpisah). Akomodasi crew hanya untuk lokasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang dan dihitung terpisah.

[ Catatan Tarif ]

Tarif yang dipublish adalah before PPN. PPN 11% di-charge terpisah di invoice e-Faktur resmi PT Amanah Bangun Nanjaya. Untuk lahan di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang, komponen mobilisasi + akomodasi crew di-quote spesifik per lokasi dan medan.

// Scenario Kalkulasi

Lima scenario tipikal procurement.

Semua scenario di bawah mengasumsikan lahan yang masih bervegetasi — industrial estate, township, atau kawasan industri yang lahannya sudah terbuka lebih ekonomis dipetakan dengan UAV pemetaan (Rp 500 rb/ha, minimum 10 ha). Angka di bawah adalah rough estimate untuk membantu kalkulasi awal anggaran feasibility. Quote final per proyek menyesuaikan akses lokasi (biaya akses sulit), lokasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang, jumlah GCP, dan apakah ada deliverable custom (Civil 3D LandXML, point cloud klasifikasi detail, dll).

LuasProfilTarif/HaSubtotal*Lead Time
25 ha
Kebun karet sisa, Bogor
Mobilisasi: Termasuk (Jabodetabek)
GCP: 3 titik @ standar
Rp 1.000.000 / haRp 25.000.0008-10 hari kerja
Tier minimum publish; sweet spot developer kecil-menengah.
50 ha
Lahan industrial estate bervegetasi, Karawang
Mobilisasi: Termasuk (Karawang)
GCP: 5 titik @ standar
Rp 950.000 / haRp 47.500.00012-14 hari kerja
Mulai turun ~5%; coverage 2 hari flight, ekonomis.
100 ha
Township residential, Tangerang Selatan
Mobilisasi: Termasuk (Jabodetabek)
GCP: 10 titik @ cluster
Rp 900.000 / haRp 90.000.00018-21 hari kerja
Volume discount ~10%; dedicated project manager onsite.
250 ha
Kawasan industri bervegetasi, Karawang
Mobilisasi: Include (Karawang industrial belt)
GCP: 25 titik @ cluster
Rp 800.000 / haRp 200.000.0004-5 minggu kerja
Termin bertahap dapat disepakati di SPK; opsi multiple flight crew paralel.
500+ ha
Koridor jalan tol / kebun sawit
Mobilisasi: Cargo antar pulau
GCP: 1 per 10 ha + redundancy
Custom (enterprise)Quote spesifik5-8 minggu kerja
Enterprise tier; multi-temporal monitoring tahunan.

* Subtotal sebelum PPN. Belum termasuk biaya GCP (dihitung terpisah per titik), mobilisasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang, akomodasi crew untuk proyek multi-hari di luar area tersebut, atau deliverable custom (point cloud klasifikasi detail, LandXML, profil melintang khusus). Angka untuk rough estimate procurement — quote final di SPK resmi setelah site assessment.

// Komparasi Metode Survey

LiDAR vs photogrammetry vs total station vs satelit.

Bukan setiap proyek butuh LiDAR. Untuk lahan terbuka mulai 10 ha, berapa pun luasnya, UAV pemetaan (photogrammetry RTK) lebih ekonomis; untuk detail engineering pakai Total Station; untuk pre-feasibility lahan ribuan hektar cukup citra satelit. Tarif Ambaja di tabel belum termasuk PPN 11%. Tabel di bawah cheat sheet untuk procurement decision.

MetodeTarif/HaTimeline 50 HaAkurasi VertikalVegetasi PadatBest For
LiDAR Drone (Ambaja)← Halaman iniRp 1.000.00012-14 hari kerja5-10 cm dengan GCP✓ Penetrasi kanopiLahan >25 ha + vegetasi padat
UAV Photogrammetry RTKRp 500rb - Rp 750rb7-10 hari kerja3-5 cm dengan GCP (lahan terbuka)✗ Gagal di kanopiLahan terbuka 10-100 ha
Topografi Total StationRp 2-3,5 jt (Rp 200-350/m²; > 5 ha quote)60-90 hari kerja2-5 cm (paling akurat)△ Bisa, tapi lambatLahan <10 ha atau detail engineering
Citra Satelit (DEM)Rp 50rb - Rp 200rb3-7 hari kerja50 cm - 5 meter✗ Tidak akuratPre-feasibility, study luas >1000 ha

Rule of thumb procurement

Lahan <10 ha: pakai survey topografi (per m²). Lahan terbuka mulai 10 ha, berapa pun luasnya: pakai UAV pemetaan (photogrammetry RTK). Lahan >25 ha + vegetasi padat: LiDAR drone. Lahan >1.000 ha untuk pre-FS: citra satelit dulu, baru UAV pemetaan (area terbuka) atau LiDAR (area bervegetasi) untuk area prioritas.

Kombinasi metode (paling cost-effective)

Workflow developer kawasan 100+ ha tipikal: LiDAR drone untuk kontur dasar area bervegetasi (area terbuka cukup UAV pemetaan) + Total Station spot untuk detail engineering di area gedung utama. Hemat biaya dan waktu dibanding semua-Total-Station, akurasi engineering tetap terjaga.

// Kenapa Ambaja

Yang procurement dapat di tarif ini.

Pricing per hektar saja tidak cukup — yang lebih penting buat procurement: transparansi komponen, compliance pajak, dan fleksibilitas termin pembayaran. Ini yang Ambaja deliver setiap proyek LiDAR drone.

Efisiensi biaya per akurasi

Per hektar memang 1,3–2x tarif UAV photogrammetry (Rp 500–750 rb/ha), tapi LiDAR menggantikan kebutuhan Total Station di vegetasi padat — tarif publik topografi Total Station Rp 2–3,5 juta per hektar (lahan 0,5–5 ha; di atas 5 ha by quote). Untuk lahan >25 ha bervegetasi padat, LiDAR umumnya jauh lebih hemat dan lebih cepat daripada topografi terestris; perbandingan pastinya (termasuk GCP) ada di quotation. Semua tarif belum termasuk PPN 11%.

Akurasi vertikal 5-10 cm (dengan GCP)

Pakai GCP cluster + PPK post-processing — bukan asumsi. Setiap proyek dilengkapi laporan akurasi RMSE per axis (X, Y, Z) sehingga klien & konsultan engineer punya angka real untuk dokumen quality control.

Output langsung CAD/GIS-ready

DWG kontur untuk Civil 3D, GeoTIFF DTM/DSM untuk ArcGIS/QGIS, LAS/LAZ untuk Bentley OpenRoads & ReCap. Tim engineer Anda bisa langsung kerja tanpa konversi format manual.

Sistem deposit transparan

Tidak ada premi asuransi tersembunyi. Deposit refundable cover risk operasional alat — dikembalikan penuh kalau alat aman. Pendekatan paling fair untuk B2B procurement.

Invoice resmi e-Faktur PT ABN

Semua proyek dengan SPK dan invoice resmi e-Faktur Pajak atas nama PT Amanah Bangun Nanjaya. Compliance procurement BUMN/multinational; kredit pajak masuk normal untuk klien PKP.

Termin pembayaran fleksibel

Default S&K: DP 50% + pelunasan 50% sebelum kick-off; termin bertahap untuk proyek besar dapat disepakati di SPK. Untuk klien BUMN dengan NET 30/60, kami fleksibel asal sepakat di SPK awal.

// Termin Pembayaran

Cash flow yang predictable.

Termin pembayaran default Ambaja mengikuti Syarat & Ketentuan: DP 50% setelah SPK ditandatangani untuk mengunci jadwal alat & crew, lalu pelunasan 50% sebelum kick-off terbang; untuk proyek besar, termin bertahap mengikuti milestone dapat disepakati di SPK. Untuk klien BUMN/multinational dengan policy procurement berbeda (NET 30/60, retention 5-10%), kami fleksibel asal sepakat di SPK awal.

  1. Termin 1 — DP 50%Dibayar setelah SPK ditandatangani, sebelum mobilisasi crew & alat — mengunci jadwal terbang, booking crew, dan setup GCP awal.
  2. Termin 2 — Pelunasan 50%Dibayar sebelum kick-off terbang (default Syarat & Ketentuan). Untuk proyek besar, sebagian dapat dijadwalkan pasca-flight — verifiable via flight log + bukti data — bila disepakati di SPK.
  3. Serah terima & BASTFinal deliverable (LAS/LAZ + DTM + DSM + kontur DWG + laporan PDF) diserahkan dengan BAST yang ditandatangani PIC procurement; termin terakhir jatuh di sini hanya bila SPK menyepakati termin bertahap.

// Dokumen & Compliance

Yang Anda terima di setiap termin

Procurement BUMN/multinational typically butuh dokumen compliance khusus. Ambaja siap deliver semua dokumen standar — tinggal sebut compliance requirement Anda saat diskusi awal SPK.

SPK lengkapLingkup, deliverable, timeline, termin
Invoice e-Faktur PajakResmi atas nama PT ABN; PKP
NPWP & PKP confirmedUntuk kredit pajak klien PKP
Flight log & koordinat GCPLampiran teknis pasca-flight (dasar penagihan bila termin bertahap disepakati)
BAST + serah terimaHardcopy + soft copy lengkap
NDA & data securityOpsional untuk proyek strategis / militer

* Output LiDAR Ambaja adalah pemetaan teknis untuk perencanaan engineering & investasi, bukan dokumen legal kepemilikan tanah.

// FAQ Harga LiDAR Drone

Yang sering ditanya procurement & founder.

Kenapa minimum order LiDAR drone 25 hektar di tier Rp 1jt/ha?

Mobilisasi alat LiDAR drone bukan biaya kecil: sensor YellowScan Voyager (3,5 kg tanpa baterai, dibawa dalam casing rugged), drone multirotor heavy-lift pembawanya + 6-8 set baterai, GPS Geodetic Trimble R10 untuk GCP, plus crew minimal 3 orang (pilot, asisten flight, surveyor GCP). Fixed cost setup awal sama, apakah lahannya 10 ha atau 100 ha. Di bawah 25 ha, biaya per hektar membengkak karena fixed cost tidak ter-amortisasi. Untuk lahan <25 ha vegetasi padat, kami biasanya rekomendasi kombinasi UAV photogrammetry RTK untuk area terbuka (Rp 500rb-Rp 750rb/ha, minimum 10 ha) + survey topografi Total Station di spot strategis bawah vegetasi (minimum Rp 1,5 jt untuk area < 5.000 m²; 0,5-1 ha Rp 250-350/m²; 1-5 ha Rp 200-275/m²). Untuk lahan di bawah 10 ha, cukup survey topografi Total Station. Diskusi via WhatsApp dengan kirim KMZ/foto satelit — tim hitung opsi paling cost-effective.

Apa yang sudah termasuk di tarif Rp 1.000.000 per hektar?

Tarif base sudah include: (1) sensor LiDAR YellowScan Voyager dengan pemindai RIEGL VUX-120, (2) drone multirotor heavy-lift pembawanya + 6-8 set baterai per hari flight, (3) flight execution dengan crew pilot + asisten, (4) data processing PPK & klasifikasi point cloud, diserahkan sebagai point cloud LAS/LAZ terklasifikasi, (5) generate DTM/DSM GeoTIFF + kontur DWG 0,5m / 1m, (6) laporan teknis PDF 20-40 halaman, (7) serah terima via Google Drive + 1 set hardcopy laporan A4. Belum termasuk: mobilisasi crew & alat untuk lahan di luar Jabodetabek, Karawang, dan Cikarang, pemasangan & pengukuran GCP, akomodasi crew untuk proyek multi-hari di luar Jabodetabek, Karawang, dan Cikarang, pengurusan persetujuan ruang udara ke Ditjen Perhubungan Udara bila lokasi di KKOP/ruang udara terkontrol (NOTAM terbit setelah persetujuan), serta deposit refundable alat bila berlaku (akuisisi LiDAR tertentu, mis. lokasi berisiko tinggi, remote, atau bersengketa). Komponen ini di-quote spesifik per medan dan di-breakdown jelas di SPK.

Bagaimana komponen mobilisasi & GCP dihitung?

Mobilisasi dihitung berdasarkan jarak dari gudang Ambaja Kebon Jeruk Jakarta Barat ke lokasi proyek. Coverage utama: Jakarta (Pusat/Selatan/Barat/Timur/Utara), Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Cikarang — mobilisasi sudah masuk tarif base untuk seluruh Jabodetabek + industrial belt Karawang/Cikarang. Untuk lahan ber-akses sulit (akses jalan sempit, kontur curam, atau alat harus diangkut manual dari gerbang ke titik base station), biaya akses sulit (additional crew time, dolly transport alat) dicantumkan di quotation; untuk kawasan industri yang butuh multi-gate approval, dokumen akses kami ajukan sesuai SOP pengelola kawasan (umumnya H-2 hingga H-3) tanpa surcharge area. Untuk GCP: 1 titik per 10 hektar standar, dipasang marker 60x60 cm dan diukur GPS Geodetic. Biaya GCP per titik mencakup marker, GPS Geodetic crew, dan post-processing PPK. Detail breakdown di SPK.

Apa ada perbedaan harga LiDAR untuk vegetasi padat vs lahan terbuka?

Tarif base per hektar sama. Yang berbeda adalah point density target dan tinggi terbang. Untuk lahan yang seluruhnya terbuka, UAV pemetaan (Rp 500 rb/ha, minimum 10 ha) umumnya lebih ekonomis; bila LiDAR tetap dipakai di bagian lahan terbuka (sawah, tanah kosong, kebun jarang), drone terbang di 120 m AGL (batas tanpa persetujuan khusus PM 37/2020), coverage 80-100 ha/hari, density 100-150 titik/m² sudah cukup. Vegetasi padat (sawit umur 7+ tahun, hutan sekunder, mangrove): drone terbang lebih rendah 80-100m AGL agar pulsa laser lebih banyak menembus kanopi, coverage turun ke 50-70 ha/hari, density target 200-300 titik/m². Lead time vegetasi padat 20-30% lebih lama. Tidak ada surcharge per ha, tapi durasi flight & processing lebih panjang — yang otomatis tercermin di lead time SPK. Untuk vegetasi sangat padat (kanopi >95% tutupan), kami diskusikan rencana terbang khusus (jalur terbang lebih rapat, overlap strip lebih besar, density target lebih tinggi) atau opsi sensor RIEGL VUX-1 dengan tarif terpisah.

Apakah ada diskon volume untuk lahan 100+ atau 500+ hektar?

Iya. Tier publish hanya untuk 25-100 hektar (Rp 1jt/ha). Untuk 100-500 hektar tarif per hektar turun karena fixed cost mobilisasi & setup alat ter-amortisasi lebih baik — diskusi via WhatsApp untuk quote spesifik. Untuk 500+ hektar (koridor jalan tol, jalur transmisi listrik, lahan tambang konsesi luas), kami punya tier enterprise dengan tarif paling ekonomis, multiple flight crew paralel, dan opsi multi-temporal monitoring (mapping ulang 2-4x setahun). Kontrak panjang 12+ bulan dapat tarif retainer khusus. Kirim luas estimasi + jenis proyek + lokasi via WhatsApp — estimasi awal kami balas ±30 menit pada jam layanan chat (08.00–22.00 WIB), lalu tim Account Executive menyusun proposal komersial final 1–2 hari kerja setelah kunjungan lokasi (wajib untuk LiDAR).

Bagaimana sistem pembayaran & invoice untuk proyek LiDAR drone?

Termin default Ambaja untuk LiDAR drone mengikuti Syarat & Ketentuan: DP 50% saat SPK disetujui (sebelum mobilisasi) dan pelunasan 50% sebelum kick-off terbang; termin bertahap — mis. sebagian pasca-flight dan sisanya saat serah terima deliverable (LAS/LAZ + DTM + DWG + PDF) — dapat disepakati di SPK untuk proyek besar. Invoice resmi e-Faktur Pajak atas nama PT Amanah Bangun Nanjaya (PT ABN). NPWP tersedia untuk B2B. Untuk klien BUMN / multinational dengan termin tetap (NET 30/60), kami fleksibel asal disetujui di SPK; termin lebih panjang dibahas di quotation. Pembayaran via transfer bank — tidak menerima cash atau crypto.

Apa bedanya sistem deposit refundable dengan asuransi alat?

Ambaja TIDAK menjual paket asuransi alat. Sistem deposit refundable hanya diberlakukan untuk akuisisi LiDAR tertentu (mis. lokasi berisiko tinggi, remote, atau bersengketa) dan alat tetap dioperasikan pilot serta surveyor Ambaja: deposit ditahan di awal kontrak sebagai jaminan operasional alat (sensor LiDAR & drone), terpisah dari DP, lalu dikembalikan PENUH setelah pekerjaan selesai bila tidak ada kerusakan atau kehilangan yang dibebankan. Jika selama operasional terjadi kerusakan atau kehilangan akibat kondisi lokasi di luar kendali tim Ambaja (mis. gangguan pihak ketiga atau kehilangan komponen GPS base di lokasi), biaya repair/replacement dipotong dari deposit dengan invoice resmi service center alat; kerusakan akibat kesalahan operator Ambaja menjadi tanggungan Ambaja. Pendekatan ini lebih transparan karena Anda tidak bayar premi asuransi terpisah — biaya yang muncul hanya jika benar-benar ada insiden. Detail nominal deposit menyesuaikan kompleksitas medan (area sulit akses, cuaca ekstrem) & durasi pengukuran; angka final di SPK.

Apakah harga sudah termasuk PPN dan biaya admin?

Tarif yang dipublish di halaman ini adalah harga sebelum PPN. PPN 11% di-charge terpisah di invoice resmi e-Faktur. Tidak ada biaya admin tersembunyi — semua komponen di-breakdown di SPK: tarif per hektar, GCP, biaya akses sulit (jika ada), mobilisasi & akomodasi untuk lokasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang, deposit alat (bila berlaku), dan PPN. e-Faktur dikirim H+1 setelah pembayaran termin masuk; klien PKP dapat mengkreditkannya sebagai pajak masukan, sedangkan bagi klien non-PKP PPN tetap ditagihkan tetapi tidak dapat dikreditkan. Diskusi detail compliance pajak Anda saat tahap awal SPK.

// Mulai Quote

Kirim batas lahan Anda.
Kami balas estimasi awal ±30 menit.

Tim Ambaja standby 24/7 via WhatsApp. Kirim file batas lahan (KMZ, SHP, atau foto Google Earth) + luas estimasi + jenis proyek (developer / perkebunan / tambang / koridor). Estimasi awal kami kirim ±30 menit pada jam layanan chat (08.00–22.00 WIB); quotation final dengan breakdown biaya, GCP, dan timeline menyusul 1–2 hari kerja setelah kunjungan lokasi (wajib untuk LiDAR).

WhatsApp