Lompat ke konten
Ambaja.
Aktif Jabodetabek · Surveyor Berlisensi ISI

// Drone UAV RTK · DJI Phantom 4 RTK / Mavic 3 Enterprise · Aerial Mapping

Sewa & Operator Drone UAV RTK.

Pemetaan lahan mulai 10 hektar, progress monitoring konstruksi, volumetric. Akurasi ±3-5 cm (dengan titik kontrol) · GSD 2.74 cm/px @ 100m. Brand DJI Phantom 4 RTK, DJI Mavic 3 Enterprise RTK, Wingtra One Gen II. Deliverable: Orthophoto, DSM/DTM, kontur, point cloud photogrammetry. Dikerjakan tim surveyor di bawah supervisi Kepala Surveyor terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia).

Akurasi

±3-5 cm (dengan titik kontrol) · GSD 2.74 cm/px @ 100m

spec brosur

Range / Coverage

10-100 hektar per misi

jangkauan efektif

Rate Akuisisi

50-100 ha/hari (multirotor) · lebih luas dengan fixed-wing

produktivitas standar

±3-5 cm (dengan titik kontrol) · GSD 2.74 cm/px @ 100m

Akurasi spec brosur

ISI

Kepala Surveyor terdaftar

Pemetaan lahan luas

Best for use case

Jabodetabek

+ Karawang/Cikarang/Nasional

// Tentang Drone UAV RTK

Instrumen teknis Ambaja.

Drone UAV RTK adalah unmanned aerial vehicle dengan modul GNSS RTK terintegrasi — koordinat foto direkam dengan akurasi sentimeter di setiap exposure, sehingga proses photogrammetry tidak butuh banyak GCP (Ground Control Point) terestrial. Ambaja mengoperasikan DJI Phantom 4 RTK (multirotor flagship Indonesia, GSD 2.74 cm/px @ 100m), DJI Mavic 3 Enterprise RTK (multirotor rilis 2022, sensor 4/3 CMOS 20 MP + modul RTK), dan Wingtra One Gen II (VTOL fixed-wing untuk lahan luas 100-1.000 ha) untuk armada pemetaan udara presisi.

Bedanya dengan drone non-RTK: drone RTK punya akurasi absolut 3-5 cm di output orthophoto/DSM tanpa banyak GCP — vs drone non-RTK yang butuh 8-15 GCP per 50 ha untuk capai akurasi yang sama. Trade-off-nya: harga sewa lebih tinggi (2-3x drone non-RTK) dan butuh koreksi NTRIP via CORS atau base station RTK lokal. Untuk proyek presisi (developer, kawasan industri, infrastruktur), drone RTK ROI lebih bagus karena hemat waktu pasang GCP (1-2 hari) dan output langsung deliverable-grade.

Ambaja standardize 3 platform: DJI Phantom 4 RTK sebagai workhorse utama (proven Indonesia, parts availability bagus, kompatibel dengan DJI Terra & Agisoft Metashape), DJI Mavic 3 Enterprise RTK untuk proyek dengan akses sulit (lipatable, sensor 4/3 CMOS detail lebih bagus), dan Wingtra One Gen II untuk lahan luas >100 ha (VTOL takeoff dari area kecil + fixed-wing hingga ±59 menit per misi). Phantom 4 RTK memakai remote controller bawaan dengan aplikasi GS RTK, Mavic 3E memakai DJI RC Pro Enterprise, dan Wingtra dikendalikan lewat tablet WingtraPilot; koreksi RTK lewat NTRIP (InaCORS BIG) atau base private. Setiap unit drone teregistrasi resmi dan dioperasikan pilot terlatih Ambaja dengan flight log tercatat.

Use case dominan klien Ambaja sejak 2019: (1) pemetaan lahan 10-100 ha untuk developer perumahan / kawasan industri / kebun sawit, (2) progress monitoring konstruksi bulanan (high-rise, mall, kawasan industri) — output time-series orthomosaic + DSM untuk compare progress, (3) volumetric tambang & quarry (stockpile, galian terbuka) — akurasi volume ±2-3%, (4) inspeksi infrastruktur jarak jauh (jalan tol, tower listrik, jembatan, talud) — visual & 3D model, (5) feasibility study lahan pre-akuisisi developer — output cepat 2-3 hari untuk decision-making, dan (6) post-disaster mapping (banjir, longsor, gempa) untuk assessment damage area & estimasi recovery cost. Setiap misi dilengkapi bukti registrasi drone resmi + insurance liability + flight log.

// Spec Teknis Detail

Spec teknis Drone UAV RTK.

Spec lengkap brand & model Ambaja, akurasi lapangan, range operasi, dan software processing yang dipakai. Total Station, GPS, LiDAR, dan 3D scanner dikalibrasi atau di-healthcheck minimal setahun sekali di service center resmi pabrikan — sertifikat dapat diaudit; drone dikalibrasi IMU/kompas sebelum tiap mobilisasi.

ParameterDetail / Value
Brand & model primerDJI Phantom 4 RTK, DJI Mavic 3 Enterprise RTK, Wingtra One Gen II
Sensor kameraPhantom 4 RTK: 1" CMOS 20MP; Mavic 3E: 4/3 CMOS 20MP; Wingtra: Sony RX1R II 42MP
GSD @ 100m altitudePhantom 4 RTK: 2.74 cm/px; Mavic 3E: 2.6 cm/px; Wingtra (Sony RX1R II): ±1.3 cm/px
Akurasi absolut horizontal±3-5 cm dengan RTK + GCP minimal (2-3 per 50 ha)
Akurasi absolut vertikal±3-5 cm dengan RTK + titik kontrol
Flight time per batteryPhantom 4 RTK: 30 min; Mavic 3E: 45 min; Wingtra: 59 min
Coverage per misi (avg)Phantom 4 RTK: ±1 km² per terbang hanya pada 182 m (GSD ±5 cm; di atas 120 m perlu persetujuan ruang udara) — lebih kecil pada 80-120 m; Mavic 3E: ±2 km² pada GSD 5 cm (±185 m) — lebih kecil pada ≤120 m; Wingtra (RX1R II, 120 m AGL): ±2 km² @ GSD ±1.5 cm
Cruise speed (mapping)Phantom/Mavic: 36-50 km/h; Wingtra: 58 km/h (VTOL fixed-wing)
Max wind tolerancePhantom 4 RTK: 10 m/s; Mavic 3E: 12 m/s; Wingtra: 12 m/s sustained
Software flight planningDJI Pilot 2, DJI Terra, Wingtra Pilot, UgCS, Pix4D Mapper Pro
Software photogrammetryDJI Terra, Agisoft Metashape, Pix4D Mapper, ContextCapture
Output processing time8-24 jam per 100 ha (workstation Xeon W + RTX 4090 + 128 GB RAM)

Kalibrasi & QA

Total Station dan GPS dikalibrasi minimal setahun sekali di service center resmi pabrikan dan dicek internal per kuartal; LiDAR dan 3D scanner menjalani healthcheck tahunan di service resmi pabrikan, drone dikalibrasi IMU/kompas sebelum tiap mobilisasi. Sertifikat kalibrasi tersedia untuk diaudit. Pre-mobilization test wajib sebelum mobilisasi ke setiap proyek baru.

Surveyor ISI & Operator Terlatih

Laporan ditandatangani Kepala Surveyor terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia). Operator alat (DJI Phantom 4 RTK) menjalani training internal platform, dengan log pengalaman proyek minimal 5 tahun.

Backup & Redundancy

Untuk proyek high-stakes, Ambaja sediakan backup alat on-site dan crew cadangan supaya minimal down-time jika primary alat trouble. Standar untuk proyek BUMN / time-critical.

// Use Case

Kapan butuh Drone UAV RTK?

Pemetaan lahan mulai 10 hektar, progress monitoring konstruksi, volumetric. Berikut use case paling sering dipesan klien Ambaja — masing-masing punya konfigurasi alat, density target, dan output deliverable spesifik.

Pemetaan Developer 10-100 ha

Perumahan, cluster, mixed-use 10-100 ha. Output orthomosaic resolusi 3-5 cm/px + DSM/DTM + kontur 0,5/1 m (interval 25 cm di-quote terpisah). Lebih cepat & ekonomis dari Total Station untuk lahan luas tanpa vegetasi padat.

› Most popular

Progress Monitoring Bulanan

Time-series orthomosaic + DSM untuk konstruksi high-rise, mall, kawasan industri. Compare progress per bulan dengan tools seperti DroneDeploy / Agisoft. Output dashboard visual untuk owner / investor.

› Time-series

Volumetric Tambang & Quarry

Stockpile material, galian terbuka, atau timbunan TPA. Akurasi volume ±2-3% dengan RTK + GCP minimal. Output report volumetric per stockpile + visualisasi 3D. Frekuensi standar bulanan/kuartalan.

› Volumetric

Inspeksi Infrastruktur

Jalan tol, jalur kereta, tower listrik, jembatan, talud — visual inspection jarak jauh tanpa setup scaffolding. Output: foto detail high-res + 3D model + report condition assessment.

› Visual + 3D

Feasibility Study Pre-Akuisisi

Lahan calon akuisisi 10-50 ha (di bawah ±10 ha: topografi terestris) — drone deploy 2-3 hari, output indikasi buildable area + slope mayor + risiko elevasi. Decision-making cepat sebelum tanda tangan akuisisi.

› Quick decision

Post-Disaster Mapping

Banjir, longsor, gempa — emergency mapping 1-2 hari untuk assessment damage area, identifikasi area terdampak, dan estimasi cost recovery. Output peta thematik + komparasi pre/post-disaster.

› Emergency

// Workflow Operasional

Dari brief sampai delivery.

SOP standar Ambaja untuk operasi Drone UAV RTK: 6 tahap dengan checkpoint PIC klien di setiap milestone. Tidak ada surprise di delivery final.

  1. 01

    Konsultasi & feasibility flight

    Klien share koordinat lahan + tujuan misi. Tim cek feasibility: zona terbang (NOTAM, restricted area, KKOP bandara), kebutuhan persetujuan terbang Ditjen Perhubungan Udara (dengan koordinasi AirNav Indonesia) bila lokasi di KKOP/ruang udara terkontrol, dan rekomendasi drone (multirotor vs fixed-wing) berdasarkan luas + kondisi lahan. Estimasi awal ±30 menit pada jam layanan chat (08.00–22.00 WIB); recce lokasi (wajib untuk lahan ≥1 ha) dilakukan sebelum quotation final, yang menyusul 1-2 hari kerja setelah kunjungan.

  2. 02

    Persiapan izin & flight plan

    Area dekat bandara/KKOP: permohonan persetujuan terbang ke Ditjen Hubud + koordinasi AirNav diajukan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang (PM 37/2020). H-1 sampai H-3: koordinasi dengan pemilik lahan untuk akses dan persiapan flight plan di DJI Pilot 2 / Wingtra Pilot / UgCS. Density flight: 80% forward + 70% side overlap standar mapping.

  3. 03

    SPK + setup GCP + base RTK

    Setelah klien approve quote + SPK + DP 50%, mobilisasi drone + GCP plate markers + GPS RTK base. Setup 5-10 GCP per 50 ha (target plate ukuran 60×60 cm orange-black, koordinat diukur GPS RTK + PPK akurasi 2-3 cm). Untuk RTK drone, koneksi NTRIP via CORS BIG ditest.

  4. 04

    Misi penerbangan akuisisi

    Take-off dari area aman (terbuka, jauh dari kabel/pohon). Misi otomatis dengan flight plan: drone terbang grid pattern, ambil foto setiap 1-3 detik. Untuk Phantom 4 RTK: 30 min per battery, swap battery cepat (3-4 misi per hari). Untuk Wingtra: 1 misi ±1 jam, cakupan ±2 km² pada 120 m AGL (GSD ±1.5 cm).

  5. 05

    Processing photogrammetry

    Raw foto + EXIF RTK koordinat di-import ke DJI Terra / Agisoft Metashape / Pix4D Mapper. Processing pipeline: align photos → dense cloud → mesh → orthomosaic + DSM. Workstation Xeon W + RTX 4090 + 128 GB RAM butuh 8-24 jam per 100 ha. QA: cek RMS reproject error <1 piksel.

  6. 06

    Delivery deliverable multi-format

    Output: orthomosaic GeoTIFF (UTM 48S) high-res, DSM + DTM GeoTIFF (DSM = top of canopy, DTM = ground filtered), kontur 0,5/1 m AutoCAD DWG (interval 25 cm di-quote terpisah), point cloud LAS, foto raw on-request, dan report PDF dengan volumetric & area calculation. Delivery via Google Drive / WeTransfer.

// Output & Deliverable

Yang Anda terima.

Semua deliverable diserahkan via Google Drive (link aktif minimal 6 bulan); file besar bisa via WeTransfer atau SSD shipped (>50 GB). Raw data tersedia on-request untuk audit independen pihak ketiga.

Orthomosaic GeoTIFF

Primary deliverable

Foto mosaik geo-referenced (UTM Zona 48S, datum SRGI2013/WGS84) resolusi 3-5 cm/px — high-res aerial map siap pakai di GIS (QGIS / ArcGIS), AutoCAD Civil 3D, atau presentasi. File size 2-20 GB tergantung luas.

DSM + DTM GeoTIFF

Elevation data

Digital Surface Model (top of canopy / bangunan) + Digital Terrain Model (ground level setelah filter vegetasi). Resolusi 5-10 cm/px. Untuk lahan dengan vegetasi padat, DTM photogrammetry kurang akurat — rekomendasi LiDAR.

Kontur CAD DWG

CAD-ready

Garis kontur interval 50 cm / 1 m generated dari DTM (interval 25 cm sesuai request, di-quote terpisah). File AutoCAD 2018-2024 dengan layer terstruktur. Siap untuk desain Civil 3D, drainase, atau site plan developer.

Point Cloud LAS

3D analysis

Point cloud photogrammetry format LAS 1.4 standar — density 50-200 titik/m² tergantung overlap & GSD. Kompatibel dengan AutoCAD Civil 3D, CloudCompare, Global Mapper. Untuk visualisasi 3D & analisis lanjut.

Volumetric Report PDF

Quantitative

Untuk tambang/quarry/stockpile: report volumetric per area dengan grafik komparasi periode (kalau time-series), screenshot 3D model, dan tabel summary volume cut/fill. Submit-ready untuk operasional tambang.

Raw Photos + Flight Log

Audit-grade

On-request: raw photos format JPEG dengan EXIF GPS tag + flight log CSV (timestamp, altitude, GPS, IMU). Berguna untuk klien yang punya tim photogrammetry internal atau ingin verify pipeline independen.

// Mini Case Study

Pemetaan 73 Hektar Kawasan Perumahan · Bogor.

Klien: developer perumahan menengah-atas di koridor Sentul - Babakan Madang, akuisisi lahan 73 ha bekas tegalan & kebun campur untuk dikembangkan menjadi cluster perumahan 380 unit landed + commercial strip + danau buatan 2 ha. Brief utama: orthomosaic + DSM + kontur 25 cm untuk site plan + design jalan kawasan + grading cut/fill (lahan ber-relief tajam dengan elevation drop 18 m dari sisi utara ke selatan dan beberapa lereng curam >30%).

Tantangan: lahan 73 ha = topografi konvensional Total Station butuh 25-30 hari, sementara klien need-by 10 hari untuk presentasi investor. Solusi: DJI Phantom 4 RTK dengan 3 hari misi penerbangan (3 misi per hari × 30 menit per misi × 3 hari = total ±4,5 jam flying, coverage 73 ha @ GSD 3 cm/px) + 6 GCP terestrial diukur Trimble R12 RTK untuk check. Processing di workstation Xeon W + RTX 4090 + 128 GB RAM butuh 22 jam compute time. Cross-validation di 6 GCP check menunjukkan akurasi rata-rata 4.2 cm horizontal & 6.8 cm vertikal — sesuai target 5-10 cm.

// Project Stats

Drone UAV RTK · Project Stats

Luas lahan total73 hektar
GSD orthomosaic3 cm/px
Akurasi tercapai±4.2 cm horizontal, ±6.8 cm vertikal
Total foto akuisisi≈ 4.800 foto
GCP check terestrial6 GCP (Trimble R12 RTK)
Alat utamaDJI Phantom 4 RTK + Trimble R12 RTK
Durasi lapangan3 hari flight + 1 hari GCP
Lead time total9 hari (incl. processing + drafting)

Output deliver 1 hari sebelum deadline presentasi investor klien. Klien repeat order untuk monitoring progress bulanan selama 24 bulan periode konstruksi. Detail proyek disamarkan; nama proyek & koordinat tersedia under NDA via WhatsApp.

// Harga Sewa & Operator

Pricing transparan.

Tarif dasar UAV & LiDAR ditampilkan publik; Total Station, GNSS, dan scan 3D dihitung per proyek. Komponen operasional (mobilisasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang, kondisi lahan spesifik, dokumen audit-grade) menyesuaikan — quote spesifik per project via WhatsApp setelah review brief teknis.

STANDAR

Mulai Rp 500rb /hektar (min. 10 ha)

DJI Phantom 4 RTK + pilot terlatih Ambaja untuk lahan 10-50 ha dengan akses standar Jabodetabek.

  • · DJI Phantom 4 RTK
  • · Akurasi 3-5 cm (dengan titik kontrol)
  • · Orthomosaic + DSM + kontur
  • · GCP 5-10 per 50 ha
  • · Output GeoTIFF + DWG + LAS
  • · Pilot terlatih + insurance
Populer

LAHAN LUAS & MONITORING

Custom quote per proyek

Mavic 3 Enterprise RTK atau Wingtra Gen II untuk lahan luas 50-500+ ha atau proyek monitoring time-series.

  • · Mavic 3 RTK / Wingtra Gen II
  • · Lahan 50-500+ ha
  • · Time-series monitoring
  • · Volumetric report periodik
  • · 3D mesh model add-on
  • · Satu quotation & SPK — harga tiap layanan sesuai tarif publish

OPERASIONAL

Menyesuaikan per project

Komponen di luar tarif standar — dihitung terpisah sesuai kondisi lokasi & izin yang dibutuhkan.

  • · Mobilisasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang
  • · Persetujuan terbang Ditjen Hubud + koordinasi AirNav (permohonan ≥ 14 hari kerja)
  • · Akomodasi crew remote
  • · Multispectral / thermal sensor
  • · Emergency mapping (post-disaster)
  • · Inspeksi infrastruktur high-risk

+ Invoice resmi e-Faktur Pajak (harga belum termasuk PPN 11%) · Termin DP 50% + pelunasan 50% sebelum kick-off survei (default Syarat & Ketentuan; termin lain bila disepakati di SPK) · Lihat harga lengkap ukur tanah →

// FAQ Drone UAV RTK

Yang sering ditanya soal Drone UAV RTK.

Apa beda drone RTK vs non-RTK & berapa GCP yang dibutuhkan?

Drone non-RTK (standar): koordinat foto pakai GPS standalone receiver — akurasi 2-5 m. Untuk capai akurasi 5 cm di orthomosaic output, butuh 8-15 GCP terestrial per 50 ha (target plate diukur GPS RTK terpisah). Setup GCP makan waktu 1-2 hari = cost & lead time naik. Drone RTK (Phantom 4 RTK / Mavic 3 RTK / Wingtra): koordinat foto direkam RTK akurasi cm di setiap exposure — output akurasi 5 cm dapat tercapai dengan hanya 2-3 GCP check per 50 ha (untuk validasi, bukan koreksi). Hemat 50-70% waktu GCP setup. Trade-off: drone RTK lebih mahal sewa (2-3x non-RTK), tapi total project cost biasanya lebih ekonomis karena hemat waktu lapangan. Ambaja default rekomendasi drone RTK untuk semua proyek developer/industri yang butuh akurasi 5 cm — drone non-RTK hanya untuk visual mapping non-presisi (marketing aerial, dokumentasi general).

Apakah butuh persetujuan terbang Ditjen Perhubungan Udara untuk operasi drone Ambaja?

Tergantung area: (1) Area umum jauh dari bandara/KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan), ketinggian ≤ 120 m (400 ft) di uncontrolled airspace, dan luas area kecil — TIDAK butuh persetujuan khusus, cukup operator bersertifikat Remote Pilot DGCA + lapor lokal jika perlu; (2) Area dekat bandara/KKOP (misal Soekarno-Hatta, Halim, atau bandara lokal) — wajib persetujuan Ditjen Perhubungan Udara dengan koordinasi AirNav Indonesia; (3) Restricted area (military, area presiden, dll) — koordinasi khusus diperlukan, kadang tidak bisa. Untuk Jabodetabek: hampir semua area developer/industri butuh check KKOP — Ambaja mengurus pengajuan persetujuan (PM 37/2020: permohonan paling lambat 14 hari kerja sebelum terbang); biaya pengurusannya dihitung terpisah per proyek. Operasi Ambaja dilengkapi: unit drone teregistrasi resmi, pilot terlatih dengan log book terbang, insurance liability third-party, dan SOP kepatuhan PM 37 Tahun 2020 (regulasi drone Indonesia).

Bisa terbang dalam cuaca apa saja & batasan operasinya?

Batasan drone RTK Ambaja: (1) angin sustained <10 m/s (Phantom 4 RTK), <12 m/s (Mavic 3E dan Wingtra) — di atas itu misi dibatalkan untuk safety; (2) Phantom 4 RTK dan Mavic 3E tidak punya rating tahan air (IP) dari pabrikan — hujan = no-fly; (3) jarak pandang terbang minimal 3 mil (4,8 km) dari stasiun kendali (PKPS Bagian 107) dan drone selalu dalam garis pandang visual (VLOS) pilot; (4) suhu operasi 0-40°C (Phantom 4 RTK) / -10 sampai 40°C (Mavic 3E) — panas terik siang hari bisa membuat motor & battery overheat; (5) area tanpa interferensi RF berat (tower 5G, radar, military) yang bisa cause RC link lost. Praktis di Indonesia: jendela terbang terbaik dalam jam kerja lapangan 08.00-10.00 (cuaca stabil, angin rendah) dan 15.00-17.00 (hindari hujan sore); slot di luar jam itu sesuai kesepakatan. Untuk proyek time-critical, kami siapkan rolling weather window 3-5 hari supaya kalau cuaca buruk hari H, geser ke H+1/H+2.

Berapa lead time pemetaan drone 50 ha & output-nya?

Standar Ambaja untuk pemetaan 50 ha (asumsi: cuaca normal, akses mudah, persetujuan terbang sudah terbit bila lokasi di KKOP/ruang udara terkontrol): 5-7 hari kerja total — Hari 1 site recce + setup GCP + base RTK, Hari 2-3 misi penerbangan (Phantom 4 RTK butuh 1-2 hari untuk 50 ha, Wingtra cuma 0.5 hari), Hari 4-6 processing photogrammetry (8-24 jam compute time + drafting CAD), Hari 7 delivery final. Untuk lahan sekitar 10 ha (minimum tagihan UAV; di bawah ±10 ha topografi terestris umumnya lebih ekonomis) bisa selesai 3-4 hari. Untuk 100-500 ha (Wingtra) sekitar 8-14 hari. Output meliputi: orthomosaic GeoTIFF (3-5 cm/px), DSM + DTM GeoTIFF, kontur CAD DWG (interval 0,5/1 m; 25 cm di-quote terpisah), point cloud LAS, dan report PDF lengkap. Add-on opsional: volumetric calculation, 3D mesh model OBJ/FBX, time-series comparison (kalau monitoring bulanan), inspeksi visual report (kalau infrastruktur).

Apakah drone bisa untuk lahan dengan vegetasi padat (hutan, kebun)?

Limitasi drone photogrammetry: hanya capture top of canopy — DSM akurat, tapi DTM (ground-level setelah filter vegetasi) tidak reliable di area vegetasi padat. Untuk lahan dengan kanopi 50%+ tertutup pohon/sawit/karet, kami rekomendasi: (1) LiDAR drone YellowScan — bisa penetrasi kanopi sampai ke tanah asli, density 50-100 titik/m² ground-level after filter (lihat /ukur-tanah/alat/lidar-yellowscan); (2) combo drone photogrammetry untuk situasi (jalan, sungai, bangunan) + Total Station terestrial untuk titik ground di clearing/jalan; (3) drone fixed-wing dengan multispectral (NDVI) untuk inventarisasi vegetasi (luas tutupan, kerapatan) — tidak untuk DTM. Untuk lahan campuran (sebagian terbuka, sebagian vegetasi), Ambaja sering rekomendasi combo drone RTK + LiDAR untuk satu deliverable unified — diskusi via WhatsApp untuk konfigurasi optimal.

Bagaimana SOP keamanan operasi drone Ambaja?

SOP keamanan Ambaja: (1) Unit drone teregistrasi resmi dan dioperasikan pilot terlatih Ambaja dengan log book terbang tercatat; (2) Pre-flight check standar (battery health, motor, prop, GPS lock, RC link, RTK fix, area scan sky obstacle); (3) Area pengamanan saat take-off & landing (radius 30 m clear dari orang/kendaraan); (4) Insurance liability third-party included (cover damage to third-party property/person up to Rp 100 juta); (5) Fitur failsafe bawaan (return-to-home / pendaratan otomatis saat link putus atau baterai kritis) dicek sebelum misi; (6) Geo-fencing aktif untuk no-fly zone (bandara, military, presiden); (7) Battery cycle log + retire battery setelah 200 cycles; (8) Backup drone on-site untuk proyek high-stakes (jika primary drone trouble, switch ke backup tanpa down-time signifikan). Untuk klien BUMN/perbankan yang require dokumen safety, kami share SOP lengkap + bukti registrasi drone resmi + insurance policy on-request.

Surveyor ISI · Alat Kalibrasi

Sewa
Drone UAV RTK.

Brief proyek 5 menit: koordinat lokasi, luas / scope, target akurasi. Tim balas dengan estimasi tarif, lead time, dan konfigurasi alat optimal dalam <30 menit jam kerja. Konsultasi gratis untuk pilih method optimal (Drone UAV RTK vs alat alternatif).

// Info Order Drone UAV RTK

Brand & Model

DJI Phantom 4 RTK

Akurasi

±3-5 cm (dengan titik kontrol) · GSD 2.74 cm/px @ 100m

Coverage Area

Jabodetabek + Karawang & Cikarang + Nasional

WhatsApp

+62 822 2055 5035

› Response < 30 menit jam kerja

← Hub alat ukur tanah: 5 instrumen presisi Ambaja

Lihat Semua Alat
WhatsApp