Lompat ke konten
Ambaja.
Aktif Jabodetabek · LOD 300-400 · ISI Certified

// Ukur Tanah · As-Built Drawing · Handover & Retrofit

Jasa As-Built Drawing
Jabodetabek.

Rekam kondisi aktual lapangan pasca konstruksi — bukan sekedar revisi shop drawing. Survey ulang dengan Total Station Topcon + 3D Laser Scanner Faro/Leica, akurasi 2-5 mm untuk MEP dense. Output DWG AutoCAD + PDF certified + RVT Revit (opsional), standar LOD 300-400 AIA. Wajib untuk handover BAST, dokumentasi MEP, retrofit, dan baseline maintenance. Surveyor terdaftar di ISI (Ikatan Surveyor Indonesia). Lead time 10-30 hari kerja gedung 5-20 lantai.

Standar Tarif

Mulai Rp 8.000

per m² (arsitektur)

Akurasi Scan 3D

2-5 mm

Faro / Leica BLK360

Lead Time

10-30 Hari

gedung 5-20 lantai

LOD 300-400

AIA G202-2013 standard

2-5 mm

Akurasi 3D laser scan

DWG + RVT

AutoCAD + Revit (opsional)

BAST-Ready

Audit-grade + signed-off

// Definisi As-Built Drawing

Bukan revisi shop drawing.

As-built drawing adalah gambar teknis yang merekam kondisi aktual bangunan terbangun — bukan apa yang seharusnya dibangun menurut design drawing, dan bukan rencana kerja kontraktor menurut shop drawing. Setiap proyek konstruksi B2B punya deviasi antara rencana dan eksekusi: kolom yang digeser karena bentrok dengan utilitas eksisting, ducting AC yang re-routing karena ceiling clearance tidak cukup, jalur pipa yang dipindah karena standar API berubah. Rata-rata deviasi di proyek B2B Indonesia: 8% (struktur), 12% (arsitektur interior), 15-25% (MEP).

Jika as-built drawing hanya berdasar revisi shop drawing tanpa survey ulang lapangan, dokumen tersebut sekedar fiksi administratif — cocok untuk lulus syarat BAST di atas kertas, tapi tidak berguna saat 5 tahun kemudian owner mau ekspansi atau ada incident MEP. Standar Ambaja: survey ulang kondisi aktual dengan kombinasi Total Station Topcon GTS-235N untuk koordinat grid struktur + elevasi lantai, plus 3D Laser Scanner Faro Focus / Leica BLK360 untuk ruang MEP yang padat. Output digambar ulang di AutoCAD/Revit dengan layer & label terstruktur, bukan sekedar overlay anotasi merah.

Use case wajib: handover BAST ke owner (dokumen kontraktual), dokumentasi MEP padat untuk facility management, baseline pre-renovasi gedung, evidence sengketa konstruksi, dan input scan-to-BIM untuk fasilitas yang akan jadi smart building. Untuk layer site lahan dan infrastruktur outdoor, biasanya digabung dengan survey topografi supaya as-built kawasan jadi unified — dari batas pagar sampai sisi dalam panel listrik.

// Use Case

Kapan as-built drawing wajib?

Beberapa skenario as-built drawing menjadi non-optional — baik karena kontraktual (BAST), regulatori (sertifikasi fasilitas), atau pragmatic (renovasi tanpa as-built valid = trial-and-error mahal). Berikut 6 use case paling sering dipesan klien Ambaja sejak 2019.

Handover BAST Kontraktor

Dokumen kontraktual wajib pasca-PHO/FHO. Owner butuh as-built valid sebelum release retention 5%. Kontraktor butuh untuk close-out project. Lingkup: full set arsitektur + struktur + MEP, hardcopy signed-off A1.

Kontraktual

Dokumentasi MEP Pabrik

Pabrik dengan ribuan meter pipa proses, kabel power, ducting HVAC. Tanpa as-built MEP valid = facility engineer butuh waktu 3-6 bulan untuk re-map sistem. Scan 3D solusi paling efisien.

Operasional

Baseline Pre-Renovasi

Gedung lama 1990-2010-an yang gambar konsultan asli hilang/incomplete. Sebelum renovasi/retrofit, butuh as-built dari kondisi aktual lewat reverse engineering scan 3D + drafting CAD ulang.

Pre-renovasi

Evidence Sengketa Kontrak

Dispute volume galian, deviasi ukuran kolom, perubahan rute pipa yang tidak ter-RFI. As-built audit-grade dengan raw point cloud + foto EXIF dipakai di mediasi atau arbitrase BANI.

Legal-admissible

Sertifikasi Fasilitas

Audit OHSAS 18001, ISO 14001, sertifikasi green building (Greenship/EDGE), atau sertifikasi industri spesifik (FDA, halal MUI, BPOM, OSHA equivalent) — semua require as-built drawing valid.

Regulatori

Input Scan-to-BIM

Owner yang mau migrasi facility management ke BIM workflow — butuh model parametrik 3D dari kondisi aktual. As-built scan + drafting Revit LOD 350 jadi base model untuk integrasi CMMS/CAFM.

Digital twin

* Untuk pekerjaan setting out (lawan dari as-built — pematokan dari koordinat desain ke lapangan) sebelum konstruksi mulai, lihat layanan terpisah.

// LOD Standard AIA G202-2013

Level of Development.

LOD adalah standar internasional dari AIA (American Institute of Architects) untuk mendefinisikan tingkat detail geometri & kekayaan informasi gambar/model. Ambaja default produksi LOD 300-350; LOD 400 custom quote.

LODDefinisiUse Case KhasStatus Ambaja
LOD 200Geometri perkiraan (mass model), dimensi indikatif, tanpa orientasi presisi.Schematic design awal, presentasi investor.Tidak relevan untuk as-built.
LOD 300Geometri akurat dengan dimensi, posisi, & orientasi terverifikasi lapangan.BAST proyek skala menengah, dokumentasi general.Default standar (DWG arsitektur + struktur).
LOD 350LOD 300 + interface antar disiplin resolved (clash kolom vs ducting sudah selaras).Pabrik, gedung komersial, RS skala menengah.Default full set (DWG arsitektur + struktur + MEP).
LOD 400LOD 350 + detail fabrikasi & instalasi (bolt, weld, mounting bracket, spek vendor).Chemical plant, RS tinggi-risiko, data center, oil & gas.Custom quote (butuh data fabrikasi vendor + scan extra dense).
LOD 500LOD 400 + verified maintenance & operational data (link ke CMMS, serial number aktual).Digital twin operasional, smart building, IoT integration.Konsultasi terpisah (out of scope drawing service standar).

Sumber: AIA G202-2013 Project Building Information Modeling Protocol. Klasifikasi LOD ini diadopsi luas oleh kontraktor, konsultan, dan owner global termasuk di Indonesia.

// Workflow Produksi

Dari survey lapangan sampai delivery CAD.

SOP standar Ambaja untuk gedung 5 lantai ~5.000 m²: 7 tahap, 10-15 hari kerja. Setiap tahap ada checkpoint dengan PIC proyek klien supaya tidak ada surprise di delivery final.

  1. 01

    Brief proyek & scope freeze

    Klien share dokumen pendukung yang ada (shop drawing terakhir, RFI register, BoQ as-executed, foto progress) plus tujuan akhir (BAST, retrofit, digital twin). Tim Ambaja kasih estimasi tarif berdasar lingkup (arsitektur/struktur/MEP), LOD target (300/350/400), dan luas bangunan via WhatsApp dalam <60 menit jam kerja.

  2. 02

    Site visit & pre-survey

    H+1 sampai H+2 tim surveyor datang ke lokasi untuk verifikasi akses tiap lantai, identifikasi area kritis (ruang MEP, void, atap), setup grid kontrol referensi (BM internal lantai dasar), dan koordinasi safety briefing dengan tim operasional dari kontraktor/owner. Output: rencana survey detail (jumlah station scan, urutan, durasi estimasi).

  3. 03

    SPK + DP + mobilisasi alat

    Setelah klien approve quote final & scope freeze, tanda tangan SPK + DP 40-50% (depending project size). Tim mobilisasi alat: Total Station Topcon GTS-235N + reflektor untuk grid struktur, 3D Laser Scanner Faro Focus atau Leica BLK360 untuk scan multi-station ruang MEP dense, plus 1 senior surveyor + 1-3 asisten + 1 BIM drafter on-call.

  4. 04

    Survey lapangan & scan 3D

    Total Station setup di benchmark untuk capture grid kolom, balok utama, elevasi lantai (akurasi 2-5 mm). 3D Laser Scanner setup multi-station per ruang/lantai (typical 8-15 station per lantai untuk gedung 5.000 m²) — overlap minimal 30% antar station untuk registrasi point cloud. Estimasi 1-3 hari per lantai tergantung kompleksitas MEP. Dokumentasi foto setiap ruang dengan EXIF GPS coordinate.

  5. 05

    Registrasi point cloud + ekstraksi

    Raw point cloud dari semua station diregistrasi di Faro Scene / Leica Cyclone — error registrasi target ≤3 mm RMS. Setelah unified, point cloud diekstrak menjadi penampang horizontal (denah per lantai) & penampang vertikal (potongan) sebagai backbone CAD. QC: cek closure error grid struktur vs Total Station, validasi elevasi lantai konsisten.

  6. 06

    Drafting CAD + RVT (opsional)

    BIM drafter team mulai drafting di AutoCAD 2024 (layer terstruktur AIA standard: A-WALL, S-COLS, M-PIPE, dst) atau Revit 2024 untuk klien yang request BIM. Lingkup biasanya: denah per lantai (arsitektur + struktur overlay), potongan minimum 2 arah, detail tipikal MEP critical path, daftar koordinat grid. 5-10 hari kerja untuk gedung 5 lantai full set.

  7. 07

    QC internal + delivery signed-off

    QC internal 2-level: technical (cross-check dimensi DWG vs point cloud) + editorial (layer, label, legenda, kop signed surveyor ISI). Preview PDF dikirim ke klien untuk review di H+25 (revisi minor included). Final delivery: DWG + DXF + PDF certified + RVT (jika request) + hardcopy A1 signed-off. Sisa pembayaran 50% setelah delivery final.

[ Benchmark lead time ]

Standar tim Ambaja: 3-5 hari survey lapangan + scan 3D per 5.000 m² gedung 5 lantai (typical office/commercial) + 7-12 hari drafting CAD multi-disiplin + 2-3 hari QC. Total ~12-20 hari. Gedung 10-20 lantai biasanya 25-35 hari. Pabrik dengan MEP dense (kimia, pharma, F&B) custom timeline karena scan station bisa 2-3x lipat.

// Deliverables

Yang Anda terima di akhir proyek.

Semua deliverable diserahkan via Google Drive / WeTransfer (link aktif 30 hari) plus hardcopy A1 signed-off untuk dokumen BAST. Raw point cloud RCP/E57 dishare on-request untuk klien yang mau lanjut scan-to-BIM internal.

Gambar DWG AutoCAD full set

Format utama

AutoCAD 2018-2024 (DWG) + DXF universal. Layer terstruktur AIA standard per disiplin: A-WALL/DOOR/FURN (arsitektur), S-COLS/BEAM/SLAB (struktur), M-PIPE/DUCT/EQUIP (mekanikal), E-POWR/LITE/COMM (elektrikal). Siap edit untuk renovasi & retrofit di Civil 3D atau Revit.

PDF certified + hardcopy A1

BAST-ready

PDF print-ready ukuran A1/A0, sudah include kop perusahaan + signed-off surveyor berlisensi ISI + nomor proyek + tanggal survey. Hardcopy 2 set: 1 untuk klien (handover BAST), 1 untuk arsip Ambaja. Kertas glossy 200 gsm anti-air.

Model BIM RVT Revit (opsional)

Add-on BIM

Revit 2022-2024 native (RVT) untuk klien yang sudah running BIM workflow. Model parametrik LOD 300-400, family terstruktur per disiplin, includes shared parameters untuk integrasi CMMS/CAFM lanjut. Export IFC open BIM tersedia. Biaya tambahan 40-60% dari DWG.

Point cloud RCP/E57 (opsional)

Audit-grade

Raw 3D point cloud dari Faro Focus / Leica BLK360, format Autodesk RCP (Recap) atau ASTM E57 universal. Klien bisa pakai untuk verifikasi independen, scan-to-BIM internal, atau virtual walkthrough dengan software apa saja. Size 5-50 GB tergantung kompleksitas — share via portable SSD.

File koordinat CSV grid struktur

Re-usable

Koordinat XYZ semua titik grid (kolom, BM, IP) dalam format CSV (Number, X, Y, Z, Code) — siap import ulang ke Civil 3D, ETABS, SAP2000, atau software analisa struktur lain untuk verifikasi pre-renovasi.

Berita acara + dokumentasi audit

Compliance

Berita acara survei tertandatangan PIC klien + supervisor Ambaja, log harian aktivitas lapangan, foto dokumentasi setiap ruang dengan EXIF GPS, profil surveyor + nomor ISI, sertifikat kalibrasi alat terbaru. Standar dokumen audit untuk klien BUMN, perbankan, dan MNC.

// Tools & Software Stack

Alat survey & software drafting.

Kami pakai instrumen brand established (Topcon, Faro, Leica) dan software industry-standard (Autodesk, Trimble) — bukan workflow improvisasi. Sertifikat kalibrasi alat dan lisensi software berbayar tersedia untuk audit klien.

ALAT SURVEY LAPANGAN

Hardware presisi

  • Total Station Topcon GTS-235N — akurasi sudut 2 detik, jarak 2 mm + 2 ppm. Dipakai untuk koordinat grid struktur, elevasi lantai, dan BM kontrol.
  • 3D Laser Scanner Faro Focus — phase-shift scanner, akurasi 2 mm @ 25 m, range 350 m, capture 976.000 titik/detik. Standar untuk ruang MEP dense & gedung 5+ lantai.
  • 3D Scanner Leica BLK360 — portable scanner, akurasi 4 mm @ 10 m, scan time 3 menit per station. Ideal untuk ruang sempit & area dengan akses terbatas.
  • GPS RTK Trimble R8s (opsional) — untuk geo-referencing as-built site plan ke koordinat UTM Zona 48S WGS84.
  • Auto Level Topcon AT-B4 — kontrol elevasi independen untuk verifikasi closure error vertikal lantai per lantai.

SOFTWARE DRAFTING

Stack BIM lisensi resmi

  • Faro Scene / Leica Cyclone — registrasi point cloud multi-station dengan error target ≤3 mm RMS. Includes target-based & cloud-to-cloud registration.
  • Autodesk AutoCAD 2024 — drafting 2D primary, layer terstruktur AIA standard, signed-off via certified PDF export.
  • Autodesk Revit 2024 — BIM modeling LOD 300-400, family parametrik untuk klien yang request RVT delivery atau scan-to-BIM workflow.
  • Autodesk ReCap Pro — point cloud processing & ekstraksi penampang sebagai backbone CAD/Revit drafting.
  • Navisworks Manage (opsional) — clash detection antar disiplin untuk proyek yang butuh validasi LOD 350+ pre-handover.

Kalibrasi rutin — Total Station kalibrasi per kuartal di lab pihak ketiga (sertifikat dapat diaudit). 3D Laser Scanner di-service per 12 bulan ke service center resmi Faro/Leica regional. Auto level diuji 2-peg test sebelum tiap mobilisasi proyek baru. Lisensi software AutoCAD/Revit aktif tahunan dari Autodesk subscription — bisa ditunjukkan invoice untuk klien yang minta validasi.

// Mini Case Study

As-built pabrik manufaktur 50.000 m² Cikarang.

Klien: tenant pabrik manufaktur komponen otomotif di kawasan industri Cikarang Selatan, fasilitas terbangun ~50.000 m² (3 gedung produksi + 1 gedung office + utility area). Brief utama: as-built drawing full set untuk close-out kontrak dengan kontraktor utama (handover BAST tertunda 4 bulan karena gambar as-built internal kontraktor incomplete) plus baseline untuk rencana ekspansi line ke-3 di tahun berikutnya.

Tantangan: gedung produksi punya MEP sangat dense (compressed air ring, cooling tower distribution, dust collector ducting, kabel power 3-phase ke setiap machine line). Solusi: 3D laser scan multi-station Faro Focus — total 142 station scan untuk 3 gedung produksi, registrasi point cloud final error 2,4 mm RMS. Drafting Revit LOD 350 lengkap arsitektur + struktur + MEP, plus penyerahan RCP point cloud untuk facility engineer tenant. Total durasi 28 hari kerja, deliverable accepted first review tanpa revisi major.

// Project Stats

Pabrik Otomotif · Cikarang Selatan

Luas fasilitas total≈ 50.000 m² (4 gedung)
Lingkup gambarArsitektur + Struktur + MEP
LOD target350 (AIA G202-2013)
Total scan station142 (3 gedung produksi)
Registrasi error final2,4 mm RMS
Alat utamaFaro Focus + Topcon GTS-235N
Software outputRevit 2024 + AutoCAD 2024
Crew on-site1 senior + 3 asisten (9 hari)
Drafter team4 BIM drafter (15 hari)
Lead time total28 hari kerja

Tenant repeat order untuk fase ekspansi line ke-3 (8.000 m² lanjutan, 9 bulan kemudian). Kasus disamarkan; detail nama tenant & sub-kontraktor tersedia under NDA via WhatsApp.

// Harga As-Built Drawing

Pricing transparan.

Tarif base per m² ditampilkan untuk gedung sederhana standar; bangunan kompleks (pabrik, RS, data center) custom quote setelah review lingkup & LOD target. Deposit alat refundable berlaku untuk scan 3D ke lokasi high-risk.

ARSITEKTUR ONLY

Mulai Rp 8.000/m²

Untuk gedung standar (office, ruko, gudang) tanpa MEP dense — lingkup as-built denah + tampak + potongan arsitektur saja.

  • · Minimum order 1.000 m² built-up area
  • · LOD 300 standar
  • · Survey Total Station (tanpa scan 3D)
  • · Output DWG + PDF + hardcopy A1 (1 set)
  • · Lead time 10-15 hari kerja
  • · Surveyor berlisensi ISI
Populer

FULL SET BUNDLE

Rp 15.000 - 25.000/m²

Arsitektur + struktur + MEP lengkap dengan scan 3D multi-station. Paling banyak dipakai untuk handover BAST kontraktor & dokumentasi pabrik.

  • · Full set 3 disiplin (A + S + MEP)
  • · LOD 350 default
  • · Scan 3D Faro/Leica multi-station
  • · DWG + DXF + PDF certified + RVT opsional
  • · Hardcopy A1 signed-off 2 set
  • · Berita acara + dokumentasi audit complete
  • · Diskon bundle 15-20% vs per-disiplin terpisah

KOMPLEKS / LOD 400

Custom quote

Untuk fasilitas tinggi-risiko atau detail fabrikasi vendor: chemical plant, rumah sakit, data center, oil & gas, pabrik pharma/F&B sertifikasi.

  • · LOD 400 (detail fabrikasi & instalasi)
  • · Scan extra dense (point spacing ≤5 mm)
  • · Integrasi data spek vendor MEP
  • · Model BIM Revit + IFC export
  • · Reverse engineering (gambar konsultan hilang)
  • · Audit-grade dokumentasi BUMN/perbankan
  • · Dedicated project manager full-project
  • · SLA & timeline garansi tertulis

+ Invoice resmi e-Faktur Pajak (PPN inklusi/eksklusi) · Termin 40-50% DP + 50-60% setelah delivery final · Deposit alat refundable berlaku untuk lokasi high-risk · Lihat harga lengkap ukur tanah →

// FAQ As-Built Drawing

Yang sering ditanya kontraktor & owner.

Apa beda as-built drawing, shop drawing, dan design drawing?

Tiga jenis gambar dengan fungsi berbeda di lifecycle proyek. (1) Design drawing — gambar konseptual hasil konsultan arsitek/struktur sebagai dasar tender & perizinan; sifatnya intent design, belum detail konstruksi. (2) Shop drawing — gambar kerja kontraktor sebelum eksekusi, detail fabrikasi & instalasi lapangan, biasanya direvisi 2-5 kali selama eksekusi. (3) As-built drawing — gambar final yang merekam kondisi AKTUAL pasca-konstruksi, termasuk semua deviasi dari shop drawing (rute pipa berubah karena obstruksi, ukuran kolom berubah karena revisi RFI, dll). As-built wajib di dokumen handover BAST karena jadi referensi maintenance & renovasi sepanjang umur bangunan.

Kenapa harus pakai surveyor + scan 3D, kenapa tidak cuma update gambar konsultan?

Karena rata-rata deviasi konstruksi vs gambar konsultan di proyek B2B Indonesia 8-25% tiap disiplin (struktur lebih kecil, MEP paling besar). Tanpa survey ulang lapangan, as-built drawing yang sekadar merevisi gambar konsultan menjadi dokumen 'fiksi'. Tim Ambaja survey ulang menggunakan Total Station Topcon GTS-235N (untuk koordinat struktur & elevasi) plus 3D Laser Scanner Faro Focus / Leica BLK360 untuk ruang MEP yang padat — hasil point cloud akurasi 2-5 mm dipakai sebagai backbone CAD. Output as-built jadi audit-grade: setiap dimensi yang digambar bisa diverifikasi balik ke point cloud original. Standar inilah yang dipakai owner BUMN, perbankan (collateral), dan pabrikan MNC.

Berapa lead time as-built drawing & berapa biaya untuk gedung 5-20 lantai?

Lead time standar: 10-30 hari kerja untuk gedung 5-20 lantai (luas 5.000-25.000 m²). Breakdown khas: H+1 sampai H+3 survey lapangan & scan 3D, H+4 sampai H+7 registrasi point cloud + ekstraksi penampang, H+8 sampai H+20 drafting CAD multi-disiplin, H+21 sampai H+25 QC internal + cross-check dimensi, H+26 sampai H+30 revisi minor klien + delivery final. Biaya mulai Rp 8.000/m² untuk lingkup arsitektur saja gedung sederhana — naik menjadi Rp 15.000-25.000/m² untuk full set (arsitektur + struktur + MEP) dengan LOD 350 dan scan 3D. Bangunan kompleks (pabrik kimia, rumah sakit, fasilitas data center) custom quote karena padatnya MEP & redundansi sistem.

Format file apa saja & apakah bisa request format BIM Revit?

Standar deliverable: (1) DWG AutoCAD 2018-2024 — full set arsitektur, struktur, MEP dalam layer terstruktur AIA standard, (2) PDF certified — cetakan A1/A0 ditandatangani surveyor berlisensi ISI sebagai dokumen handover, (3) File koordinat CSV untuk grid struktur, (4) Foto dokumentasi tagged per ruang/lantai. Format opsional: RVT Revit (model BIM LOD 300-400) untuk klien yang sudah running BIM workflow — biaya tambahan 40-60% dari tarif DWG karena effort modeling parametrik berbeda. Format ekspor lain yang sering diminta: IFC (open BIM), NWD Navisworks (clash detection), Sketchup SKP (presentasi), point cloud RCP/E57 (untuk klien yang mau lanjut scan-to-BIM sendiri). Brief target format di awal supaya workflow disesuaikan.

Apa itu LOD 300, 350, 400 — level mana yang dipakai untuk handover BAST?

LOD (Level of Development) standar AIA G202-2013 mendefinisikan tingkat detail & akurasi geometri pada gambar/model. (1) LOD 200 — geometri perkiraan, hanya untuk schematic; tidak cukup untuk handover. (2) LOD 300 — geometri akurat dengan dimensi, posisi, orientasi; minimum untuk BAST proyek skala menengah. (3) LOD 350 — LOD 300 + interface antar disiplin (mis. clash kolom dengan ducting AC sudah resolved); standar pabrik & gedung komersial. (4) LOD 400 — LOD 350 + detail fabrikasi/instalasi (mis. spesifikasi bolt, weld, mounting bracket); dipakai untuk fasilitas tinggi-risiko seperti chemical plant, RS, data center. Ambaja default produksi LOD 300-350 untuk pricing standar; LOD 400 custom quote karena butuh data fabrikasi vendor + scan 3D extra dense.

Apakah dokumen as-built Ambaja bisa dipakai sebagai bukti hukum di sengketa kontrak?

Bisa, dengan catatan. Ambaja menyertakan dokumen pendukung yang dirancang audit-admissible: (1) Berita acara survei ditandatangani PIC klien + supervisor Ambaja, (2) Raw point cloud read-only timestamp (sulit dimanipulasi), (3) Foto dokumentasi setiap ruang dengan EXIF GPS coordinate, (4) Profil surveyor + nomor lisensi ISI (Ikatan Surveyor Indonesia), (5) Sertifikat kalibrasi alat terbaru dari lab pihak ketiga. Untuk kasus sengketa konstruksi (mis. dispute volume galian, deviasi ukuran kolom, perubahan rute pipa) — dokumen ini sering diterima sebagai evidence teknis di mediasi atau arbitrase BANI. Catatan posisi Ambaja: kami adalah vendor survey teknis dengan surveyor terdaftar ISI — untuk sengketa batas tanah formal yang membutuhkan lembaga lisensi khusus pemerintah, scope tersebut di luar lini layanan Ambaja.

Bagaimana jika gambar konsultan original sudah hilang — apakah bisa as-built reverse engineering?

Bisa, ini sub-layanan as-built reverse engineering. Kondisi umum: gedung lama 1990-2010-an yang gambar aslinya hilang/tidak terstruktur, lalu owner mau renovasi/retrofit/sale-and-leaseback. Workflow Ambaja: (1) Pre-survey discovery — interview facility manager, foto reconnaissance, cek meter listrik & panel MEP yang masih ada, (2) Full 3D laser scan multi-station 1 lantai sekaligus, (3) Registrasi point cloud + ekstraksi as-built CAD dengan asumsi tertulis untuk komponen tertutup (mis. tulangan dalam beton butuh ground-penetrating radar terpisah, atau diasumsikan dari era konstruksi & kode SNI tahun terkait), (4) Delivery as-built drawing + executive summary asumsi vs verified. Biaya 30-50% lebih tinggi dari as-built dengan referensi shop drawing karena effort discovery & verifikasi independen.

Apakah biaya termasuk kunjungan ulang jika ada koreksi atau revisi minor?

Termasuk revisi minor 2 putaran dalam 14 hari setelah delivery final — cukup untuk koreksi dimensi typo, perubahan layer, label & legenda, atau penambahan detail spot. Tidak termasuk: (1) Penambahan scope baru (mis. awalnya order arsitektur, mau tambah MEP), (2) Re-survey lapangan setelah ada renovasi pasca-delivery, (3) Re-modeling BIM kalau awalnya order CAD 2D, (4) Cetak ulang hardcopy A0/A1 batch besar. Untuk skenario tersebut kami quote add-on terpisah. Tip cost-saving: minta bundle full set (arsitektur + struktur + MEP) di awal walau tidak semua langsung butuh — diskon 15-20% vs order disiplin per-batch terpisah, dan surveyor cuma sekali mobilisasi.

Surveyor ISI · Faro Scanner · LOD 350

Order
As-Built Drawing.

Brief proyek 5 menit: tipe bangunan, luas built-up, lingkup gambar (arsitektur/struktur/MEP), tujuan akhir (BAST/retrofit/BIM). Tim balas dengan estimasi tarif, LOD recommended, & lead time dalam <60 menit jam kerja. Konsultasi gratis untuk pilih combo alat (Total Station vs scan 3D vs hybrid).

// Info Order As-Built

Luas built-up

1.000 m² sampai 50.000+ m²

Lead time

10-30 hari gedung 5-20 lantai

Coverage

Jabodetabek + Karawang & Cikarang

WhatsApp

+62 822 2055 5035

› Response < 60 menit jam kerja

WhatsApp