// Ukur Tanah · Stake Out · Pematokan Koordinat
Jasa Stake Out
/ Pematokan.
Transfer titik koordinat dari gambar desain (DWG / CSV / BIM) ke lapangan dalam bentuk paku, patok beton, atau cat marker — kebalikan dari survey topografi. Cakupan: batas kavling perumahan, as bangunan, jalur utility (kabel, pipa, fiber), alignment jalan, dan posisi pohon landscape. Akurasi ±5mm (Total Station) atau cm (GPS RTK). Surveyor terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), BAST + foto dokumentasi + laporan koordinat aktual vs desain. Quote per project tergantung volume titik & kompleksitas.
Harga
Quote
Per project (jumlah titik & jenis patok)
Akurasi
±5 mm
Total Station 5" · 2 mm + 2 ppm
Produktivitas
50-80
Titik / surveyor / hari
Quote
Per project · sesuai volume
±5 mm
Toleransi Total Station
ISI
Kepala Surveyor terdaftar
BAST
+ foto dokumentasi tiap titik
// Tentang Stake Out
Apa itu stake out survey? Desain menjadi patok.
Stake out survey (juga ditulis stakeout, disebut pula setting out generik atau pematokan koordinat) adalah proses memindahkan titik koordinat dari gambar desain ke posisi fisik di lapangan. Alur datanya kebalikan dari survey topografi — kalau topografi capture data dari lapangan jadi peta, stake out menanam data desain jadi patok / paku / marker di tanah.
Ada lima skenario utama stake out: (1) titik pondasi sebelum pemancangan tiang, (2) as bangunan untuk pre-konstruksi vertikal, (3) batas kavling perumahan untuk pemecahan lot developer, (4) jalur utility (jalur kabel listrik, pipa air, gas, fiber optik) sebelum galian, dan (5) alignment jalan & posisi pohon untuk landscape. Setiap skenario punya akurasi target berbeda — mm untuk as kolom, cm untuk batas kavling, dm untuk pohon.
Ambaja pakai Total Station Topcon GTS-235N (akurasi 5"/2mm+2ppm) untuk titik akurasi mm dan GPS RTK Geodetic untuk lahan luas dengan akurasi cm. Kepala Surveyor kami terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia (ISI). Crew lapangan dipimpin surveyor senior di bawah supervisinya; Berita Acara Serah Terima (BAST) per fase ditandatangani Kepala Surveyor terdaftar ISI + PIC kontraktor — menjadi rujukan teknis bila ada perselisihan.
// Spec Alat & Akurasi
Pilih alat yang tepat sesuai skala & akurasi.
Bukan semua stake out butuh akurasi mm. Pemilihan alat yang tepat menentukan harga per titik dan kecepatan produktivitas di lapangan. Ambaja invest di tiga tier alat — Total Station presisi, GPS RTK Geodetic, dan Auto Level transfer elevasi — dengan kalibrasi tahunan independen di service center resmi.
| Parameter | Topcon GTS-235N | Leica TS06 | GPS RTK Geodetic |
|---|---|---|---|
| Akurasi sudut | 5" (0,0014°) | 1" - 5" | — |
| Akurasi jarak | 2 mm + 2 ppm | 1,5 mm + 2 ppm | 8–10 mm + 1 ppm (RTK, horizontal) |
| Range tanpa prism | — (hanya prisma; 1 prisma 3.000 m) | 500 m | — |
| Range RTK base→rover | — | — | Radio UHF internal tipikal 3–5 km (optimal ±10 km); RTK single baseline ≤30 km |
| Reading time | 0,4 - 1,2 detik (tracking–fine) | 1 - 2,4 detik (fast–precise) | 1 - 5 detik |
| IP rating | IP66 | IP55 | IP67 |
| Format file | Koordinat dari PC via kabel RS-232C (DWG/DXF/CSV dikonversi software) | GSI, DXF, LandXML, CSV, ASCII | DWG, DXF, LandXML, CSV, NMEA |
| Use case stake out | As bangunan, mm-presisi | High-end audit, BUMN | Batas kavling, lahan luas terbuka |
| Produktivitas / hari | 50-80 titik (kavling/utility); ±40-60 titik untuk as bangunan presisi mm | 60-90 titik | 150-250 titik |
Alat pendukung
Auto Level Topcon AT-B4 untuk transfer elevasi presisi (akurasi ±2 mm/km double-run), prism reflector + prism pole carbon fiber 2,5m, tripod aluminium / fiberglass heavy duty, plumb bob laser, marker beton ready-mix, paku stainless 7,5cm, dan cat semprot industrial.
Kalibrasi tahunan
Semua Total Station Ambaja di-kalibrasi minimum 1× per tahun di service center resmi (Topcon Indonesia / Leica Geosystems Singapore). Sertifikat kalibrasi terlampir untuk setiap proyek yang meminta — biasanya untuk audit BUMN & MNC kontraktor.
Backup alat
Setiap mobilisasi membawa 1 alat primer + 1 Auto Level + spare prism + spare battery. Untuk proyek >5 hari kerja, alat backup standby di basecamp; untuk proyek lebih singkat, penggantian alat dijadwalkan secepatnya agar gangguan jadwal minimal.
// Use Case Stake Out
Kapan Anda butuh stake out?
Stake out adalah service yang sangat horizontal — dipakai developer perumahan, kontraktor utility, dinas teknis, hingga landscape architect. Berikut 6 skenario paling sering di-engage Ambaja di Jabodetabek + Karawang.
Pematokan batas kavling perumahan
Stake out batas lot perumahan setelah pemecahan kavling (200-500 lot). Patok beton 15×15cm di setiap sudut kavling, akurasi ±1–3 cm dengan GPS RTK. Dikerjakan sebelum mulai pembangunan rumah individual.
Pematokan titik pondasi tiang pancang
Stake out posisi 50-500+ titik pondasi sebelum mobilisasi pile driver. Akurasi ±5mm per titik dengan Total Station. Setelah pemancangan, posisi aktual kepala tiang vs desain diverifikasi lewat survey as-built (quote terpisah).
Pematokan as bangunan
Marking as kolom struktur, as dinding, grid lantai sebelum galian fondasi. Akurasi mm untuk gedung vertikal. Untuk konteks lebih dalam lihat halaman setting out bangunan dedicated.
Jalur utility (kabel, pipa, fiber)
Stake out alignment jalur kabel listrik, pipa air bersih, pipa gas, dan fiber optik sebelum galian — biasanya 100-500 titik linier. Akurasi cm dengan GPS RTK. Output: paku + cat semprot biru/kuning.
Alignment jalan & median
Pematokan center line jalan tol / jalan kabupaten / jalan kompleks, posisi median, batas right-of-way. Akurasi orde cm (±2–5 cm) tergantung kategori jalan. Output: patok beton + paku setiap 25 meter.
Posisi pohon landscape
Stake out posisi pohon dewasa atau pole lampu sesuai desain landscape architect. Akurasi dm (±10cm) sudah cukup. Output: paku + cat ground spot. Sering dikombinasikan dengan stake out jalur drainase taman.
// Workflow Stake Out
7 langkah dari load DWG sampai BAST.
SOP stake out Ambaja mengikuti praktik umum survey konstruksi untuk proyek BUMN, kontraktor, dan developer — setiap fase terdokumentasi penuh untuk kebutuhan audit.
- 01
Brief proyek & load file DWG
Chat WhatsApp / email: kirim file desain (DWG / Civil 3D / CSV / Revit), brief jenis stake out (batas kavling / pondasi / utility / alignment), jumlah titik estimasi, alamat lokasi, urgency. Tim Ambaja balas dalam <30 menit jam kerja dengan estimasi quote per titik + durasi mobilisasi.
- 02
Site visit & verifikasi koordinat
Senior surveyor visit lokasi: cek akses jalan, identifikasi titik aman untuk BM primer (di luar zona galian & vibrasi alat berat), review file koordinat dengan PIC klien, verifikasi sistem koordinat (lokal proyek / UTM Zona 48S). Output: laporan site visit + draft work plan.
- 03
SPK & jadwal mobilisasi
Setelah quote disetujui & SPK ditandatangani, tim Ambaja schedule mobilisasi. Lead time standar: H+2 sampai H+5 dari SPK tergantung urgency & ketersediaan crew. Alat + senior surveyor + asisten + helper marker siap di site sesuai jadwal disepakati.
- 04
Setup base station / Total Station
Hari kerja 1 pagi: pasang BM primer (patok beton 30×30×60cm dengan paku stainless tengah) di lokasi aman luar zona kerja, backsight 2 titik untuk verifikasi orientasi. Untuk GPS RTK: setup base station di BM dengan transmisi radio UHF ke rover. Transfer koordinat dari sistem proyek ke alat.
- 05
Stake titik fisik dengan paku / patok beton
Eksekusi stake out per titik dari file koordinat: arahkan rover / prism ke koordinat target → alat menunjukkan delta jarak & arah → asisten menanam patok / paku / cat marker → re-measure untuk validasi akurasi. Setiap titik di-foto closeup + wide shot dengan ID number.
- 06
Re-check & log koordinat aktual
Setelah semua titik di-stake, surveyor re-measure 10-20% titik random sebagai QC check (atau 100% untuk titik super-kritis seperti as kolom struktur utama). Output: file CSV koordinat aktual vs desain dengan delta penyimpangan per titik dalam mm — log raw measurement disimpan untuk audit ulang.
- 07
BAST + laporan + foto bukti
Final delivery: Berita Acara Serah Terima (BAST) per fase ditandatangani Kepala Surveyor terdaftar ISI + PIC kontraktor + saksi, laporan PDF berisi metodologi + tabel koordinat + delta penyimpangan, folder foto dokumentasi semua titik, file CAD update marker layer. Soft copy via email + hard copy 3 rangkap.
[ Benchmark produktivitas ]
Standar crew Ambaja (1 surveyor senior + 1 asisten + 1 helper marker, di bawah supervisi Kepala Surveyor terdaftar ISI): ~50-80 titik per hari kerja dengan Total Station, atau ~150-250 titik per hari dengan GPS RTK di lahan terbuka. Stake out perumahan 300 lot (~1.200 titik sudut kavling) = ~5-8 hari kerja dengan 1 crew GPS RTK. Bisa di-paralel ke 2-3 crew untuk timeline ekstra ketat — diskusi via WhatsApp.
// Deliverables
Output lengkap — siap audit.
Setiap proyek stake out Ambaja menghasilkan 4 deliverable standar (plus sertifikat kalibrasi bila diminta) — semua diserahkan di akhir fase baik soft copy maupun hardcopy untuk arsip kontraktor & owner:
- BAST stake out per fase (ditandatangani Kepala Surveyor ISI)Dokumen formal per fase (BM setup, pondasi, kavling block A, kavling block B, dst) — ditandatangani Kepala Surveyor terdaftar ISI + PIC kontraktor + saksi independen. Menjadi rujukan teknis bila ada perselisihan atau audit.
- Laporan koordinat aktual vs desain (CSV + PDF)File CSV format X-Y-Z atau Northing-Easting-Elevation per titik + tabel PDF dengan delta penyimpangan per titik dalam milimeter. Bisa langsung di-import balik ke Total Station / Civil 3D / Revit untuk update model BIM atau re-check independen.
- Foto dokumentasi per titik (min. 2 angle)Min. 2 foto per titik: closeup marker dengan ID number + wide shot orientasi terhadap struktur sekitar. Untuk proyek 500 titik = ~1.000 foto, dikemas dalam folder terstruktur per fase & per zone, naming convention sesuai standar BIM.
- File CAD (DWG / DXF) update marker layerGambar desain original di-update dengan layer baru 'STAKE_OUT_AKTUAL' (as-staked) berisi posisi aktual hasil pematokan. Compatible dengan AutoCAD Civil 3D, Revit (via DWG link), Navisworks. Bisa di-overlay langsung dengan layer desain untuk visual QC.
- Sertifikat kalibrasi alat (lampiran)Untuk proyek dengan audit ketat (BUMN, MNC, dokumentasi due diligence), Ambaja melampirkan sertifikat kalibrasi Total Station + GPS RTK dari service center resmi Topcon Indonesia / Leica Geosystems. Biasanya diminta bila dokumen pengadaan pemerintah/BUMN mensyaratkannya.
// Mini Case Study
Perumahan 320 Kavling · Cikarang, Bekasi
Klien: developer perumahan kelas menengah dengan tapak 18 hektar di kawasan industri Cikarang. Tantangan: 320 kavling dengan luas variatif (72-200 m²) harus di-stake out dalam 7 hari sebelum mulai pembangunan rumah tahap pertama. Tim Ambaja deploy 2 crew paralel — satu crew GPS RTK untuk batas kavling perimeter, satu crew Total Station untuk titik as bangunan show unit.
Klien repeat order untuk fase 2 dengan 280 kavling tambahan. Kasus disamarkan; detail spesifik tersedia under NDA via WhatsApp setelah penandatanganan SPK.
// Harga Stake Out
Pricing per skala & volume titik.
Stake out di-quote per project karena biaya bergantung pada jumlah titik, jenis patok, akurasi required, dan durasi engagement. Harga efektif per titik turun signifikan saat volume naik karena biaya mobilisasi alat & crew di-amortisasi ke lebih banyak titik. Berikut 3 tier standar — referensi untuk estimasi budget awal.
VOLUME KECIL
Quote / project
Untuk volume 10-50 titik (proyek rumah tinggal, pemecahan 5-10 kavling, marking titik MEP individual).
- · Durasi 1-2 hari kerja
- · 1 crew (1 surveyor + 1 asisten)
- · Total Station Topcon GTS-235N
- · Patok beton standar atau kayu sesuai brief
- · BAST + foto + CAD update
- · Mobilisasi di luar Jabodetabek–Karawang–Cikarang dihitung terpisah
VOLUME MENENGAH
Quote / project
Untuk volume 50-100 titik (perumahan ±12-25 kavling, jalur utility kompleks pabrik, marking pondasi gedung mid-rise).
- · Durasi 2-3 hari kerja
- · 1 crew dedicated
- · Total Station + Auto Level
- · Patok beton + paku stainless
- · BAST per fase + log koordinat raw
- · Re-check QC 10-20% titik random
- · Akurasi ±5mm (as bangunan) / ±2cm (batas)
VOLUME BESAR
Quote / project
Untuk volume >100 titik (perumahan 200-500 lot, kawasan industri, jalur tol & jembatan, infrastruktur utility skala kota).
- · Durasi 1-30 hari kerja (sesuai jumlah titik & crew)
- · 2-3 crew paralel + supervisor
- · GPS RTK + Total Station kombinasi
- · Patok beton ready-mix delivery on-site
- · Full BIM integration (Revit / Navisworks)
- · Akurasi sub-cm untuk titik kritis
- · Termin B2B fleksibel + SLA dedicated
+ Mobilisasi alat & crew di Jabodetabek–Karawang–Cikarang sudah termasuk dalam quote; mobilisasi & akomodasi di luar wilayah itu serta material patok beton dihitung terpisah. Harga belum termasuk PPN 11% (invoice resmi e-Faktur Pajak PT Amanah Bangun Nanjaya, PKP). Pekerjaan stake-out standar tidak memakai deposit alat; garansi data 6 bulan berlaku setelah BAST selesai. Termin DP 50% + pelunasan 50% sebelum kick-off survei (default Syarat & Ketentuan; termin lain bila disepakati di SPK) · Lihat harga lengkap →
Yang sering ditanya PM, developer & kontraktor utility.
Stake-out presisi dari BM sampai patok.
- Ukur Tanah · 2 Agustus 2026Setting Out Bangunan — Prosedur LengkapProsedur lengkap setting out bangunan: pre-survey, pasang BM, marking as pondasi & kolom, re-checking galian, hingga berita acara per fase.Baca artikel
- Ukur Tanah · 11 Oktober 2026Network RTK & CORS: Survey Presisi dengan Stasiun InaCORSNetwork RTK & CORS: cara kerja NRTK via NTRIP & jaringan InaCORS BIG, akurasi tipikal, syarat sinyal, kapan pakai vs static di proyek Jabodetabek.Baca artikel
- Ukur Tanah · 22 Oktober 2026UTM vs TM-3 & SRGI2013: Sistem Koordinat SurveyUTM (6°) vs TM-3 (3°, standar BPN) & datum SRGI2013 pengganti DGN95: kenapa koordinat beda antar dokumen survey dan apa yang wajib diminta di TOR.Baca artikel
- Ukur Tanah · 18 Juli 2026Total Station vs GPS RTK vs LiDAR — Mana AkuratTotal Station vs GPS RTK vs LiDAR drone: bedah akurasi, produktivitas, sumber error & biaya per skala proyek — Topcon, Trimble, DJI, YellowScan.Baca artikel
// Service Terkait · Harga mulai, belum termasuk PPN 11%
Lengkapi paket survey proyek.
Setting Out Bangunan
Pematokan as kolom, pondasi tiang pancang, grid struktur — akurasi mm untuk pre-konstruksi vertikal.
Quote per project
Survey Topografi
Peta kontur + situasi eksisting sebelum desain — output untuk basis stake out. Lahan di bawah 5.000 m² memakai minimum Rp 1,5 juta per proyek.
Mulai Rp 250/m²
Boundary & Pemecahan Kavling
Pengukuran batas teknis & pemecahan kavling untuk pengembang perumahan & kawasan industri — minimum tagihan 1.000 m², di atas 1 ha quote per proyek.
Mulai Rp 500/m²
As-Built Drawing
Gambar as-built kondisi terbangun — input wajib stake out untuk renovasi & ekspansi.
Quote per project
Cut & Fill
Hitung volume galian/timbunan untuk earthwork — sering dikombinasikan dengan stake out alignment.
Quote per project
LiDAR Drone
Pemetaan lahan bervegetasi padat mulai 25 ha (minimum tagihan 25 ha; GCP dihitung terpisah) — DTM & kontur untuk desain site plan sebelum stake out.
Mulai Rp 1jt/hektar
Brief
Stake Out.
Kirim brief proyek 5 menit: alamat lokasi, jenis stake out (kavling / pondasi / utility / alignment), jumlah titik estimasi, file desain (DWG / CSV jika ada), toleransi akurasi yang diminta. Tim Ambaja membalas dengan estimasi awal dalam <30 menit pada jam chat (08.00–22.00 WIB); quotation tertulis, jadwal mobilisasi, dan profil surveyor menyusul same-day s/d H+1. Konsultasi awal gratis untuk hitung volume titik & pemilihan alat yang tepat.
// Info Mobilisasi
Coverage
Jabodetabek + Karawang & Cikarang
Lead time
H+2 sampai H+5 dari SPK
Tim
Surveyor senior + asisten + helper (supervisi Kepala Surveyor ISI)
+62 822 2055 5035
› Response < 30 menit jam kerja