Lompat ke konten
Ambaja.
Surveyor ISI · Jabodetabek + Karawang

// Ukur Tanah · Stake Out · Pematokan Koordinat

Jasa Stake Out
/ Pematokan.

Transfer titik koordinat dari gambar desain (DWG / CSV / BIM) ke lapangan dalam bentuk paku, patok beton, atau cat marker — kebalikan dari survey topografi. Cakupan: batas kavling perumahan, as bangunan, jalur utility (kabel, pipa, fiber), alignment jalan, dan posisi pohon landscape. Akurasi ±5mm (Total Station) atau cm (GPS RTK). Surveyor terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), BAST + foto dokumentasi + laporan koordinat aktual vs desain. Mulai Rp 300/titikuntuk volume order >100 titik.

Harga

Rp 300

/ titik · volume >100 titik

Akurasi

±5 mm

Total Station presisi 2"/2mm

Produktivitas

50-80

Titik / surveyor / hari

Rp 300

/ titik · volume order

±5 mm

Toleransi Total Station

ISI

Surveyor berlisensi

BAST

+ foto dokumentasi tiap titik

// Tentang Stake Out

Lawan dari survey — desain menjadi patok.

Stake out (juga disebut setting out generik atau pematokan koordinat) adalah proses memindahkan titik koordinat dari gambar desain ke posisi fisik di lapangan. Alur datanya kebalikan dari survey topografi — kalau topografi capture data dari lapangan jadi peta, stake out menanam data desain jadi patok / paku / marker di tanah.

Ada lima skenario utama stake out: (1) titik pondasi sebelum pemancangan tiang, (2) as bangunan untuk pre-konstruksi vertikal, (3) batas kavling perumahan untuk pemecahan lot developer, (4) jalan utility (jalur kabel listrik, pipa air, gas, fiber optik) sebelum galian, dan (5) alignment jalan & posisi pohon untuk landscape. Setiap skenario punya akurasi target berbeda — mm untuk as kolom, cm untuk batas kavling, dm untuk pohon.

Ambaja pakai Total Station Topcon GTS-235N (akurasi 2"/2mm+2ppm) untuk titik akurasi mm dan GPS RTK Geodetic untuk lahan luas dengan akurasi cm. Senior surveyor terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia (ISI). Berita Acara Serah Terima (BAST) per fase ditandatangani surveyor berlisensi + PIC kontraktor — legal admissible untuk dispute resolution.

// Spec Alat & Akurasi

Pilih alat yang tepat sesuai skala & akurasi.

Bukan semua stake out butuh akurasi mm. Pemilihan alat yang tepat menentukan harga per titik dan kecepatan produktivitas di lapangan. Ambaja invest di tiga tier alat — Total Station presisi, GPS RTK Geodetic, dan Auto Level transfer elevasi — dengan kalibrasi tahunan independen di service center resmi.

ParameterTopcon GTS-235NLeica TS06GPS RTK Geodetic
Akurasi sudut2" (0,0006°)1" - 5"
Akurasi jarak2 mm + 2 ppm1,5 mm + 2 ppm8 mm + 1 ppm (RTK)
Range tanpa prism350 m500 m
Range RTK base→rover5 - 30 km
Reading time0,3 - 1 detik0,3 - 1 detik1 - 5 detik
IP ratingIP66IP55 - IP67IP67
Format fileDWG, DXF, LandXML, CSV, FC-5DWG, DXF, LandXML, CSV, GSIDWG, DXF, LandXML, CSV, NMEA
Use case stake outAs bangunan, mm-presisiHigh-end audit, BUMNBatas kavling, lahan luas terbuka
Produktivitas / hari50-80 titik60-90 titik150-250 titik

Alat pendukung

Auto Level Topcon AT-B4 untuk transfer elevasi presisi (akurasi ±0,7mm/km), prism reflector + prism pole carbon fiber 2,5m, tripod aluminium / fiberglass heavy duty, plumb bob laser, marker beton ready-mix, paku stainless 7,5cm, dan cat semprot industrial.

Kalibrasi tahunan

Semua Total Station Ambaja di-kalibrasi minimum 1× per tahun di service center resmi (Topcon Indonesia / Leica Geosystems Singapore). Sertifikat kalibrasi terlampir untuk setiap proyek yang meminta — wajib untuk audit BUMN & MNC kontraktor.

Backup alat

Setiap mobilisasi membawa 1 alat primer + 1 Auto Level + spare prism + spare battery. Untuk proyek >5 hari kerja, alat backup standby di basecamp. Zero downtime — alat utama mati tidak menghentikan timeline proyek klien.

// Use Case Stake Out

Kapan Anda butuh stake out?

Stake out adalah service yang sangat horizontal — dipakai developer perumahan, kontraktor utility, dinas teknis, hingga landscape architect. Berikut 6 skenario paling sering di-engage Ambaja di Jabodetabek + Karawang.

Paling Umum

Pematokan batas kavling perumahan

Stake out batas lot perumahan setelah pemecahan kavling (200-500 lot). Patok beton 15×15cm di setiap sudut kavling, akurasi ±2-5 cm dengan GPS RTK. Wajib sebelum mulai pembangunan rumah individual.

Kritis

Pematokan titik pondasi tiang pancang

Stake out posisi 50-500+ titik pondasi sebelum mobilisasi pile driver. Akurasi ±5mm per titik dengan Total Station. Wajib re-check setelah pemancangan untuk verifikasi tilt & posisi aktual vs desain.

Pematokan as bangunan

Marking as kolom struktur, as dinding, grid lantai sebelum galian fondasi. Akurasi mm untuk gedung vertikal. Untuk konteks lebih dalam lihat halaman setting out bangunan dedicated.

Jalur utility (kabel, pipa, fiber)

Stake out alignment jalur kabel listrik, pipa air bersih, pipa gas, dan fiber optik sebelum galian — biasanya 100-500 titik linier. Akurasi cm dengan GPS RTK. Output: paku + cat semprot biru/kuning.

Alignment jalan & median

Pematokan center line jalan tol / jalan kabupaten / jalan kompleks, posisi median, batas right-of-way. Akurasi cm-mm tergantung kategori jalan. Output: patok beton + paku setiap 25 meter.

Posisi pohon landscape

Stake out posisi pohon dewasa atau pole lampu sesuai desain landscape architect. Akurasi dm (±10cm) sudah cukup. Output: paku + cat ground spot. Sering bundle dengan stake out jalur drainase taman.

// Workflow Stake Out

7 langkah dari load DWG sampai BAST.

SOP stake out Ambaja mengacu standar industri konstruksi modern — workflow yang dipakai kontraktor besar (Wika, PP, Adhi, Brantas) untuk proyek BUMN dan developer multinasional. Setiap fase ada dokumentasi penuh untuk audit.

  1. 01

    Brief proyek & load file DWG

    Chat WhatsApp / email: kirim file desain (DWG / Civil 3D / CSV / Revit), brief jenis stake out (batas kavling / pondasi / utility / alignment), jumlah titik estimasi, alamat lokasi, urgency. Tim Ambaja balas dalam <30 menit jam kerja dengan estimasi quote per titik + durasi mobilisasi.

  2. 02

    Site visit &amp; verifikasi koordinat

    Senior surveyor visit lokasi: cek akses jalan, identifikasi titik aman untuk BM primer (di luar zona galian &amp; vibrasi alat berat), review file koordinat dengan PIC klien, verifikasi sistem koordinat (lokal proyek / UTM Zona 48S). Output: laporan site visit + draft work plan.

  3. 03

    SPK &amp; jadwal mobilisasi

    Setelah quote disetujui &amp; SPK ditandatangani, tim Ambaja schedule mobilisasi. Lead time standar: H+2 sampai H+5 dari SPK tergantung urgency &amp; ketersediaan crew. Alat + senior surveyor + asisten + helper marker siap di site sesuai jadwal disepakati.

  4. 04

    Setup base station / Total Station

    Hari kerja 1 pagi: pasang BM primer (patok beton 30×30×60cm dengan paku stainless tengah) di lokasi aman luar zona kerja, backsight 2 titik untuk verifikasi orientasi. Untuk GPS RTK: setup base station di BM dengan transmisi radio UHF ke rover. Transfer koordinat dari sistem proyek ke alat.

  5. 05

    Stake titik fisik dengan paku / patok beton

    Eksekusi stake out per titik dari file koordinat: arahkan rover / prism ke koordinat target → alat menunjukkan delta jarak &amp; arah → asisten menanam patok / paku / cat marker → re-measure untuk validasi akurasi. Setiap titik di-foto closeup + wide shot dengan ID number.

  6. 06

    Re-check &amp; log koordinat aktual

    Setelah semua titik di-stake, surveyor re-measure 10-20% titik random sebagai QC check (atau 100% untuk titik super-kritis seperti as kolom struktur utama). Output: file CSV koordinat aktual vs desain dengan delta penyimpangan per titik dalam mm — log raw measurement disimpan untuk audit ulang.

  7. 07

    BAST + laporan + foto bukti

    Final delivery: Berita Acara Serah Terima (BAST) per fase ditandatangani surveyor ISI + PIC kontraktor + saksi, laporan PDF berisi metodologi + tabel koordinat + delta penyimpangan, folder foto dokumentasi semua titik, file CAD update marker layer. Soft copy via email + hard copy 3 rangkap.

[ Benchmark produktivitas ]

Standar crew Ambaja (1 senior surveyor ISI + 1 asisten + 1 helper marker): ~50-80 titik per hari kerja dengan Total Station, atau ~150-250 titik per hari dengan GPS RTK di lahan terbuka. Stake out perumahan 300 lot (~1.200 titik sudut kavling) = ~5-7 hari kerja. Bisa di-paralel ke 2-3 crew untuk timeline ekstra ketat — diskusi via WhatsApp.

// Deliverables

Output lengkap — siap audit.

Setiap proyek stake out Ambaja menghasilkan 5 deliverable standar — semua diserahkan di akhir fase baik soft copy maupun hardcopy untuk arsip kontraktor & owner:

  • BAST stake out per fase (signed surveyor ISI)Dokumen formal per fase (BM setup, pondasi, kavling block A, kavling block B, dst) — ditandatangani senior surveyor berlisensi ISI + PIC kontraktor + saksi independen. Legal admissible untuk dispute resolution di pengadilan / arbitrase.
  • Laporan koordinat aktual vs desain (CSV + PDF)File CSV format X-Y-Z atau Northing-Easting-Elevation per titik + tabel PDF dengan delta penyimpangan per titik dalam milimeter. Bisa langsung di-import balik ke Total Station / Civil 3D / Revit untuk update model BIM atau re-check independen.
  • Foto dokumentasi per titik (min. 2 angle)Min. 2 foto per titik: closeup marker dengan ID number + wide shot orientasi terhadap struktur sekitar. Untuk proyek 500 titik = ~1.000 foto, dikemas dalam folder terstruktur per fase &amp; per zone, naming convention sesuai standar BIM.
  • File CAD (DWG / DXF) update marker layerGambar desain original di-update dengan layer baru 'STAKE_OUT_ASBUILT' berisi posisi aktual hasil pematokan. Compatible dengan AutoCAD Civil 3D, Revit (via DWG link), Navisworks. Bisa di-overlay langsung dengan layer desain untuk visual QC.
  • Sertifikat kalibrasi alat (lampiran)Untuk proyek dengan audit ketat (BUMN, MNC, dokumentasi due diligence), Ambaja melampirkan sertifikat kalibrasi Total Station + GPS RTK dari service center resmi Topcon Indonesia / Leica Geosystems. Wajib untuk proyek pemerintah dengan e-procurement.

// Mini Case Study

Perumahan 320 Kavling · Cikarang, Bekasi

Klien: developer perumahan kelas menengah dengan tapak 18 hektar di kawasan industri Cikarang. Tantangan: 320 kavling dengan luas variatif (72-200 m²) harus di-stake out dalam 7 hari sebelum mulai pembangunan rumah tahap pertama. Tim Ambaja deploy 2 crew paralel — satu crew GPS RTK untuk batas kavling perimeter, satu crew Total Station untuk titik as bangunan show unit.

Total titik di-stake~1.380 titik
Batas kavling (4 sudut/lot)1.280 titik
As bangunan show unit100 titik
Jenis patokBeton 15×15×60 cm + paku stainless
Alat utamaGPS RTK Topcon HiPer V + Topcon GTS-235N
Durasi total6 hari kerja (target 7 hari ✓)
Crew on-site2 surveyor ISI + 4 asisten
Delta penyimpangan max18 mm (kavling) · 3 mm (as bangunan)

Klien repeat order untuk fase 2 dengan 280 kavling tambahan. Kasus disamarkan; detail spesifik tersedia under NDA via WhatsApp setelah penandatanganan SPK.

// Harga Stake Out

Pricing per skala & volume titik.

Stake out di-quote per titikuntuk volume order >50 titik dan per projectuntuk volume kecil. Harga per titik turun signifikan saat volume naik karena biaya mobilisasi alat & crew di-amortisasi ke lebih banyak titik.

VOLUME KECIL

Quote / project

Untuk volume 10-50 titik (proyek rumah tinggal, pemecahan 5-10 kavling, marking titik MEP individual).

  • · Durasi 1-2 hari kerja
  • · 1 crew (1 surveyor + 1 asisten)
  • · Total Station Topcon GTS-235N
  • · Patok beton standar atau kayu sesuai brief
  • · BAST + foto + CAD update
  • · Mobilisasi terpisah jika >30 km dari Kebon Jeruk
Paling Umum

VOLUME MENENGAH

Rp 500-1.500 / titik

Untuk volume 50-100 titik (perumahan 20-50 kavling, jalur utility kompleks pabrik, marking pondasi gedung mid-rise).

  • · Durasi 2-3 hari kerja
  • · 1 crew dedicated
  • · Total Station + Auto Level
  • · Patok beton + paku stainless
  • · BAST per fase + log koordinat raw
  • · Re-check QC 10-20% titik random
  • · Akurasi ±5mm (as bangunan) / ±2cm (batas)

VOLUME BESAR

Mulai Rp 300 / titik

Untuk volume >100 titik (perumahan 200-500 lot, kawasan industri, jalur tol & jembatan, infrastruktur utility skala kota).

  • · Durasi 5-30 hari (long engagement)
  • · 2-3 crew paralel + supervisor
  • · GPS RTK + Total Station kombinasi
  • · Patok beton ready-mix delivery on-site
  • · Full BIM integration (Revit / Navisworks)
  • · Akurasi sub-cm untuk titik kritis
  • · Termin B2B fleksibel + SLA dedicated

+ Operasional (mobilisasi alat, transport crew, akomodasi untuk lokasi jauh, material patok beton) menyesuaikan jarak & durasi. Invoice resmi e-Faktur Pajak (PT Amanah Bangun Nanjaya, PKP). Deposit refundable untuk material patok dikembalikan setelah BAST selesai. Termin pembayaran fleksibel · Lihat harga lengkap →

// FAQ Stake Out / Pematokan

Yang sering ditanya PM, developer & kontraktor utility.

Apa beda stake out, survey topografi, dan setting out bangunan?

Tiga layanan ini sering tertukar karena pakai alat serupa, padahal arah datanya berbeda. (1) Survey topografi = capture data dari lapangan jadi peta — alur data lapangan → CAD, output peta kontur. (2) Stake out = lawan dari survey: transfer titik desain dari CAD jadi patok fisik di lapangan — alur data CAD → lapangan, output paku/patok beton. (3) Setting out bangunan = sub-kategori stake out khusus pre-konstruksi vertikal (as kolom, pondasi, grid struktur) dengan akurasi mm. Stake out generik mencakup batas kavling, jalur utility (kabel, pipa, fiber), alignment jalan, posisi pohon landscape, dan titik as bangunan dengan akurasi cm-mm tergantung kebutuhan.

Berapa harga stake out per titik — kapan bisa dapat Rp 300/titik?

Harga starting from Rp 300/titik berlaku untuk volume order >100 titik dalam satu lokasi dan satu mobilisasi (contoh: stake out kavling perumahan 200-500 lot, atau marking 300+ titik utility di kawasan industri). Untuk volume 50-100 titik harga berkisar Rp 500-1.500/titik tergantung kompleksitas. Untuk volume <50 titik (proyek kecil) di-quote per project supaya biaya mobilisasi + crew + alat tidak membuat harga per titik tidak masuk akal. Faktor pengaruh harga: (a) jenis patok (cat semprot termurah, patok beton tertinggi), (b) akurasi required (cm pakai GPS RTK lebih murah; mm pakai Total Station presisi lebih tinggi), (c) jarak lokasi dari Kebon Jeruk, (d) urgency timeline. Quote definitif dikirim setelah brief proyek via WhatsApp.

Berapa banyak titik yang bisa di-stake out per surveyor per hari?

Estimasi produktivitas Ambaja berdasar pengalaman lapangan Jabodetabek: 1 surveyor + 1 asisten standar mengerjakan 50-80 titik per hari kerja (8 jam efektif) untuk stake out batas kavling perumahan dengan jarak antar titik 10-20 meter dan akses terbuka. Faktor penurun produktivitas: vegetasi padat (turun 30-40%), kontur curam atau lahan rawa (turun 40-50%), akurasi mm dengan re-check ganda (turun 25%), patok beton vs cat semprot (turun 30% karena perlu gali + cor). Faktor penambah produktivitas: akses jalan aspal di seluruh tapak (naik 20%), titik berdekatan grid <5m (naik 30%), pakai GPS RTK vs Total Station di lahan luas terbuka (naik 50%). Untuk proyek dengan timeline ketat bisa di-paralel ke 2-3 crew supaya 200+ titik selesai dalam 1-2 hari.

Toleransi akurasi ±5mm itu realistis — atau hanya spec alat?

Toleransi ±5mm adalah spec aktual lapangan untuk stake out dengan Total Station presisi (Topcon GTS-235N akurasi sudut 2"/2mm+2ppm, Leica TS06 akurasi 1"/1,5mm+2ppm) yang dapat dipertahankan dengan SOP: (a) BM primer di luar zona getaran, (b) backsight 2 titik untuk verifikasi orientasi, (c) re-checking tiap 4 jam karena drift suhu, (d) doubling reading di titik super-kritis. Untuk stake out batas kavling besar tidak butuh akurasi 5mm — toleransi 1-5cm dengan GPS RTK Geodetic (Trimble R8 / Topcon HiPer V) sudah memenuhi standar industri pemetaan teknis untuk referensi internal pemilik. Ambaja melakukan stake out berdasar koordinat yang sudah jadi — kami vendor survey teknis, bukan lembaga sertifikasi pemerintah. Toleransi disesuaikan ke jenis output: as bangunan (±5mm), batas kavling (±10-30mm), alignment jalan (±20-50mm), pohon landscape (±100mm).

Apakah patok beton stake out tahan lama di lapangan terbuka?

Tergantung jenis patok yang dipilih saat marking. (1) Patok beton 15×15×60 cm dengan paku stainless tengah — paling permanen, tahan 1-3 tahun di lapangan terbuka, cocok untuk batas kavling final, BM primer, dan titik as bangunan utama. Biaya material 50-150rb per patok. (2) Patok kayu 5×5×60 cm dengan paku — ekonomis, tahan 3-6 bulan, cocok untuk marking sementara yang akan segera di-tindak lanjut konstruksi. (3) Pipa besi galvanis Ø1 inci × 1 meter — semi-permanen, tahan 1-2 tahun, cocok untuk patok titik utility yang perlu tinggi (mudah dicari). (4) Cat semprot + nail di permukaan beton existing — paling cepat, tahan 2-6 minggu, cocok untuk marking pre-konstruksi di lantai kerja yang segera di-cor. (5) Plywood marker dengan koordinat tertulis — backup visual, mudah hilang. Standar Ambaja: pilihan jenis patok diskusi di awal sesuai kebutuhan durabilitas vs budget.

Apakah Ambaja bisa stake out langsung dari file DWG / Civil 3D / Revit?

Bisa. Workflow standar Ambaja terima koordinat dari file desain format AutoCAD DWG / DXF, AutoCAD Civil 3D LandXML, Revit (via DWG link), Trimble TBC, atau CSV / TXT (Northing-Easting-Elevation). Surveyor convert ke format internal Total Station Topcon (FC-5 series) atau Leica (GSI / DBX), upload ke alat via Bluetooth / USB, eksekusi stake out di lapangan, lalu export koordinat aktual hasil pematokan balik ke format DWG / CSV untuk update model. Untuk proyek dengan workflow BIM full (Common Data Environment seperti BIM 360 / Trimble Connect), kami bisa join project workspace dengan akses read-only ke koordinat aktual. Diskusi technical workflow di kickoff meeting awal — kirim sample file koordinat via WhatsApp untuk verifikasi compatibility sebelum SPK.

Bagaimana dengan dokumen serah terima — apakah ada BAST resmi?

Ya. Setiap proyek stake out Ambaja menghasilkan Berita Acara Serah Terima (BAST) per fase yang ditandatangani senior surveyor berlisensi ISI + PIC kontraktor / developer + saksi. Isi BAST: (1) Metodologi pengukuran (alat yang dipakai + sertifikat kalibrasi terlampir), (2) Tabel koordinat desain vs aktual + delta penyimpangan per titik (mm), (3) Foto dokumentasi tiap patok (closeup marker + wide shot orientasi), (4) Pernyataan compliance terhadap toleransi proyek, (5) Catatan teknis (titik yang harus re-marking karena akses sulit, dll). BAST diserahkan dalam bentuk soft copy PDF + hard copy 3 rangkap (untuk arsip surveyor, kontraktor, owner). Legal admissible untuk dispute resolution & audit BUMN/MNC. File raw measurement log disimpan minimum 6 bulan untuk re-verifikasi independen.

Apakah ada garansi atau re-survey gratis kalau patok hilang atau salah?

Ya, dengan syarat tertentu. Garansi re-survey Ambaja: (1) Gratis jika error penyimpangan terbukti dari pihak surveyor melalui log raw measurement (kesalahan setup, orientasi backsight, atau salah input koordinat) — Ambaja menanggung biaya mobilisasi + crew + alat. (2) Charged 50% jika patok hilang dalam window <2 minggu karena vandalisme atau bencana alam (force majeure) yang bukan kesalahan klien. (3) Charged full jika patok hilang karena aktivitas konstruksi klien (alat berat menabrak, galian) atau >2 minggu setelah handover. Untuk proyek besar dengan risiko vandalisme tinggi, kami sarankan kombinasi patok beton + BM primer ekstra di lokasi terlindung (dalam pos satpam, di luar zona kerja). Garansi re-survey didokumentasikan dalam SPK — diskusi termin specific via WhatsApp sebelum penandatanganan.

Surveyor ISI Standby

Brief
Stake Out.

Kirim brief proyek 5 menit: alamat lokasi, jenis stake out (kavling / pondasi / utility / alignment), jumlah titik estimasi, file desain (DWG / CSV jika ada), toleransi akurasi yang diminta. Tim Ambaja balas dengan quotation per titik + jadwal mobilisasi + profil surveyor dalam <30 menit jam kerja. Konsultasi awal gratis untuk hitung volume titik & pemilihan alat yang tepat.

// Info Mobilisasi

Coverage

Jabodetabek + Karawang & Cikarang

Lead time

H+2 sampai H+5 dari SPK

Tim

Senior surveyor ISI + asisten + helper

WhatsApp

+62 822 2055 5035

› Response < 30 menit jam kerja

WhatsApp