Lompat ke konten
Ambaja.
Paket B2B · Kontraktor

Paket B2B Kontraktor

Stok prioritas, tarif kontraktor, dan top-up unit on-demand untuk multi-proyek. Dirancang untuk skala 500-2.000 set / proyek dengan tarif kontraktor, stok prioritas, dan termin pembayaran yang menjaga cash flow proyek Anda.

Skala Minimum
500–2.000 set
Diskon Kontraktor
15–25%
Garansi Delivery
H+1 Jabodetabek
Termin
NET-30
Ringkasan · Skema Kontraktor

Paket Scaffolding yang Dibangun untuk Cara Kerja Kontraktor

Paket B2B Kontraktor adalah paket sewa scaffolding yang disusun khusus untuk kontraktor yang menjalankan proyek dengan kebutuhan unit besar dan berulang. Alih-alih menyewa per transaksi dengan tarif publik, kontraktor masuk ke skema tarif kontraktor dengan diskon 15–25% dari publish rate, stok prioritas, dan termin pembayaran yang menjaga cash flow proyek tetap sehat.

Paket ini relevan untuk skala 500-2.000 set / proyek — titik di mana selisih tarif dan keandalan suplai berdampak nyata pada RAB dan jadwal. Mekanisme kontrak fleksibel: PO per proyek atau Master Agreement tahunan. Artinya Anda bisa memilih PO untuk satu proyek dengan scope jelas, atau payung Master Agreement tahunan bila menjalankan beberapa proyek paralel.

Tiga hal yang membedakan paket ini dari sewa biasa: keandalan suplai (stok prioritas + garansi delivery H+1 Jabodetabek), fleksibilitas volume (top-up on-demand tanpa minimum tambahan), dan kesiapan administrasi (dokumen operasional + as-built siap audit MK). Ketiganya menyelesaikan tiga titik nyeri paling umum kontraktor saat berhadapan dengan vendor scaffolding: unit telat, harga berubah saat butuh tambahan, dan dokumentasi yang tidak siap diaudit.

Skala Minimum
500-2.000 set / proyek
Diskon
15–25% publish rate
Kontrak
PO per proyek atau Master Agreement tahunan.
Termin
NET-30 (verified)
Profil Kontraktor yang Cocok

Dibuat untuk Kontraktor yang Memutar Beberapa Proyek Sekaligus

Paket B2B Kontraktor mencapai titik impasnya justru saat Anda mengelola lebih dari satu site dengan fase yang tidak sinkron — satu masuk struktur, satu finishing, satu baru mobilisasi. Di titik itu, selisih tarif dan keandalan suplai per lokasi berdampak langsung ke RAB dan kurva-S. Berikut profil kebutuhan yang paling pas dengan skema ini.

Kontraktor umum & spesialis struktur

Mengerjakan gedung, ruko, pabrik, atau infrastruktur dengan kebutuhan scaffolding 500 set ke atas per proyek.

Multi-site dengan fase tak sinkron

Menjalankan beberapa proyek bersamaan pada fase berbeda — butuh payung Master Agreement, PO per lokasi, dan top-up/retur yang mengikuti progres tiap site.

Beberapa tanggal mulai pasang berbeda

Tiap site punya kurva-S sendiri — butuh garansi delivery H+1 per lokasi agar mobilisasi ke satu site tidak menahan jatah unit site lain.

Cash flow ditarik banyak proyek

Termin penagihan ke owner berbeda-beda antar proyek — butuh NET-30 agar kewajiban ke vendor punya jeda dan kas tidak tertekan serentak.

Apa yang Anda Dapat

Lima Komitmen Inti Paket B2B Kontraktor

Setiap komitmen di bawah adalah bagian dari penawaran paket — diuraikan agar Anda tahu persis bagaimana mekanismenya bekerja di lapangan, bukan sekadar bullet pemanis.

Komitmen #1

Diskon Tarif Kontraktor 15–25%

Setiap kontraktor terverifikasi mendapat potongan 15–25% dari publish rate yang tercantum di halaman harga publik kami. Besaran diskon ditentukan oleh volume per proyek dan durasi sewa — semakin besar skala dan semakin panjang kontrak, semakin dalam diskonnya. Diskon ini berlaku terhadap tarif dasar per set per bulan, sehingga pada proyek multi-tower yang berjalan paralel, selisihnya bisa membiayai pos lain di RAB Anda. Angka pasti dikunci di dalam penawaran (quotation) per proyek, bukan estimasi lisan.

Komitmen #2

Stok Prioritas — Garansi Delivery H+1 Jabodetabek

Kontraktor di paket ini masuk antrian stok prioritas. Untuk titik di dalam Jabodetabek, kami menggaransi delivery H+1 setelah PO dan jadwal mobilisasi disepakati — sehingga Anda bisa mengikat tanggal mulai pasang scaffolding ke dalam kurva-S proyek tanpa khawatir unit tertahan. Stok prioritas berarti kuota unit Anda dipisahkan dari pool sewa harian, mengurangi risiko bentrok ketersediaan saat musim ramai konstruksi.

Komitmen #3

Top-Up Unit On-Demand Tanpa Minimum Tambahan

Volume kebutuhan scaffolding jarang statis — fase struktur dan fase finishing menuntut jumlah set yang berbeda. Pada paket ini, Anda bisa menambah (top-up) unit kapan pun sesuai progres aktual lapangan tanpa harus memenuhi minimum order baru. Penambahan unit otomatis mengikuti tarif kontraktor yang sama dengan kontrak induk, sehingga tidak ada renegosiasi harga di tengah jalan untuk setiap kali Anda butuh tambahan frame, ringlock, atau aksesori.

Komitmen #4

Dokumen Operasional + As-Built Siap Audit MK

Manajemen Konstruksi (MK) dan konsultan pengawas Anda akan meminta bukti administratif yang rapi. Paket ini menyertakan dokumen operasional lengkap — checklist pasang/bongkar, scaffolding tag inspeksi, dan dokumentasi APD crew — plus as-built scaffolding yang menggambarkan konfigurasi terpasang di lapangan. Berkas ini disiapkan dalam format yang siap dilampirkan ke laporan progres dan audit MK, sehingga tim QA/QC Anda tidak perlu merekonstruksi dokumentasi dari nol.

Komitmen #5

Termin Pembayaran NET-30 (Kontraktor Terverifikasi)

Cash flow proyek konstruksi sering tertekan jarak antara termin pembayaran dari owner dan kewajiban ke vendor. Untuk kontraktor terverifikasi, kami membuka termin NET-30 — pembayaran jatuh tempo 30 hari setelah tanggal invoice. Verifikasi mencakup legalitas badan usaha dan kelengkapan dokumen dasar; setelah lolos, NET-30 berlaku untuk PO di bawah Master Agreement. Untuk kontraktor baru yang belum melewati verifikasi, transaksi awal dapat berjalan dengan termin standar sambil proses verifikasi diselesaikan.

Inti Operasional · Multi-Site

Logistik Multi-Proyek & Top-Up On-Demand

Kontraktor jarang menjalankan satu proyek dalam satu waktu. Bagian ini menjelaskan persis bagaimana Ambaja melayani beberapa site secara simultan di bawah satu payung kontrak — dari alokasi stok per lokasi sampai retur unit sisa per fase — sehingga supply tidak menjadi bottleneck saat tiga proyek Anda berjalan paralel.

Inti masalah kontraktor multi-proyek bukan harga per set, melainkan koordinasi suplai lintas-lokasi. Site A masuk fase struktur dan butuh volume puncak, Site B baru selesai galian, Site C sudah finishing dan mulai melepas unit — semua dalam minggu yang sama. Tanpa mekanisme yang tepat, Anda terjebak antara membayar idle stock di satu lokasi sementara lokasi lain kekurangan unit. Paket B2B Kontraktor menyusun logistik agar tiga kondisi itu tertangani dalam satu kontrak.

Cara kerjanya: satu Master Agreement menjadi payung yang mengunci tarif kontraktor dan termin NET-30. Di bawahnya, tiap site berjalan sebagai PO turunan dengan kode lokasi sendiri. Kuota stok prioritas dialokasikan per PO — bukan ditarik dari satu pool bersama — sehingga mobilisasi ke Site A tidak menunda delivery ke Site B. Karena alokasi terpisah inilah garansi delivery H+1 dihitung per titik di dalam Jabodetabek, bukan dibagi rata antar-lokasi. PIC lapangan yang Anda tunjuk per site menjadi counterpart koordinasi, sehingga tanggal mulai pasang masing-masing proyek bisa diikat ke kurva-S-nya sendiri.

Top-up on-demand menjawab fluktuasi volume per fase. Saat Site C butuh tambahan frame mendadak untuk percepatan struktur, top-up diajukan ke PIC tanpa harus memenuhi minimum order baru dan masuk ke PO site terkait pada tarif induk yang sama — tidak ada renegosiasi di tengah jalan. Sebaliknya, saat satu site rampung lebih dulu, retur unit sisa dijalankan lewat demobilisasi parsial: sewa atas unit yang dikembalikan berhenti dihitung sejak unit diverifikasi di gudang, dan deposit refundable direkonsiliasi (dipotong hanya bila ada unit hilang/rusak). Anda tidak perlu menunggu seluruh proyek di payung selesai untuk melepas unit yang sudah tidak terpakai.

Di sisi administrasi, beban kontraktor multi-proyek berlipat: tiap site punya laporan progres, opname QS, dan audit MK sendiri. Paket ini menyertakan dokumen as-built scaffolding per site — checklist pasang/bongkar, scaffolding tag inspeksi, dan dokumentasi APD crew — dalam format yang siap dipakai QS untuk verifikasi kuantitas terpasang vs PO saat opname, dan oleh MK untuk audit kepatuhan K3. Dipadu termin NET-30 yang memberi jeda 30 hari sejak invoice, cash flow proyek Anda punya ruang di antara termin penagihan ke owner dan kewajiban ke vendor — krusial ketika beberapa proyek menagih dan menarik kas pada ritme yang berbeda.

Satu Payung, Banyak Site

Di bawah satu Master Agreement, tiap proyek berjalan sebagai PO turunan dengan kode site sendiri. Tarif kontraktor dan termin NET-30 dikunci di payung; Anda tidak menegosiasi ulang harga tiap kali membuka lokasi baru.

Garansi H+1 per Lokasi

Komitmen delivery H+1 dihitung per titik di dalam Jabodetabek, bukan dibagi rata antar-site. Mobilisasi ke Site A tidak menunda Site B karena kuota stok prioritas Anda dialokasikan per PO, bukan dari satu pool bersama.

Top-Up On-Demand Tanpa Minimum

Saat fase struktur Site C butuh tambahan 200 frame mendadak, ajukan top-up ke PIC tanpa memenuhi minimum order baru. Unit tambahan masuk ke PO site terkait dengan tarif induk yang sama — tidak ada renegosiasi di tengah jalan.

Retur Unit Sisa per Site

Begitu satu fase selesai, unit sisa di site itu bisa diretur lebih awal lewat penjadwalan demobilisasi parsial. Sewa berhenti dihitung sejak unit kembali dan diverifikasi, sehingga Anda tidak membayar idle stock yang sudah tidak terpakai.

Garansi delivery H+1 berlaku per titik di dalam Jabodetabek; lokasi di luar Jabodetabek menyesuaikan jarak & volume. Top-up & retur parsial mengikuti ketersediaan stok prioritas dan jadwal demobilisasi yang disepakati per site.

Termin NET-30 & SLA Lapangan

Skema Termin Pembayaran & Service Level

Tabel berikut merangkum alur termin pembayaran dan komitmen layanan (SLA) sepanjang siklus kontrak — dari aktivasi PO hingga demobilisasi. Detail final dituangkan di dalam PO/Master Agreement Anda.

Fase KontrakTermin PembayaranSLA / Komitmen Layanan
PO Terbit & AktivasiDeposit unit (refundable) sesuai nilai asetKonfirmasi ketersediaan + jadwal mobilisasi ≤ 1 hari kerja
Mobilisasi / DeliveryTermasuk dalam invoice sewa periode pertamaGaransi delivery H+1 untuk titik di dalam Jabodetabek
Sewa Berjalan (per periode)NET-30 sejak tanggal invoice (kontraktor terverifikasi)Top-up unit on-demand diproses tanpa minimum order baru
Maintenance / Penggantian UnitPenyesuaian pada invoice periode berikutnyaRespons koordinasi cepat selama jam operasi sales
Demobilisasi & Tutup KontrakDeposit dikembalikan, dipotong jika unit hilang/rusakPenjadwalan bongkar mengikuti kesepakatan kurva-S proyek

NET-30 berlaku untuk kontraktor terverifikasi. Deposit unit bersifat refundable dan dipotong hanya jika unit hilang atau rusak. Garansi delivery H+1 berlaku untuk titik di dalam Jabodetabek; di luar Jabodetabek menyesuaikan jarak & volume.

Ilustrasi Biaya per Proyek

Simulasi Biaya Ilustratif per Skala Proyek

Simulasi / Ilustrasi — angka di bawah bukan penawaran resmi. Ini ilustrasi yang diturunkan dari tarif publik Ambaja: Frame Rp 25.000/set/bulan dan Paket 6+ Bulan Rp 15.000/set/bulan, lalu dikurangi diskon kontraktor 15–25%. Belum termasuk biaya operasional (delivery, pasang/bongkar, deposit) yang menyesuaikan per proyek. Angka resmi keluar lewat quotation.

Skala ProyekVolume & DurasiBasis Tarif PublikEstimasi Net (diskon 15–25%)
Proyek single-tower (entry)500 set × 3 bulanRp 25.000/set/blnRp 28.125.000Rp 31.875.000
Proyek mid-scale1.000 set × 6 bulanRp 15.000/set/blnRp 67.500.000Rp 76.500.000
Multi-proyek paralel2.000 set × 6 bulanRp 15.000/set/blnRp 135.000.000Rp 153.000.000

Cara baca: estimasi net = (tarif publik × jumlah set × durasi) dikurangi diskon kontraktor. Rentang muncul karena diskon berkisar 15% (biaya tertinggi) sampai 25% (biaya terendah). Proyek 6+ bulan memakai basis Paket 6+ Bulan (Rp 15.000/set/bln) yang memang sudah lebih rendah dari Frame standar. Untuk angka yang mengikat, minta quotation resmi.

Dari Payung Kontrak ke PO per Site

Alur Aktivasi: Satu Payung, PO Mengikuti Tiap Site

Alurnya dirancang untuk kontraktor multi-proyek: payung kontrak ditetapkan sekali, lalu tiap site cukup membuka PO turunan dengan jadwalnya sendiri. Quotation ditargetkan keluar H+1, dan verifikasi NET-30 berjalan paralel agar tidak menghambat mobilisasi proyek pertama Anda.

  1. 1

    Brief & Verifikasi Badan Usaha

    Kirim profil perusahaan dan kebutuhan proyek (jenis unit, estimasi volume, lokasi, durasi). Untuk membuka NET-30, kami verifikasi legalitas badan usaha Anda. Proses ini menentukan apakah PO berjalan di bawah termin NET-30 atau termin standar sementara.

  2. 2

    Quotation & Penetapan Diskon

    Kami terbitkan penawaran dengan tarif kontraktor — diskon 15–25% diterapkan berdasarkan volume dan durasi. Quote keluar cepat (target H+1) sehingga bisa langsung masuk ke RAB atau perbandingan tender Anda.

  3. 3

    Tetapkan Payung: Master Agreement vs PO

    Untuk satu site dengan scope jelas, PO per proyek cukup. Untuk beberapa site paralel, pilih Master Agreement sebagai payung — tarif kontraktor dan NET-30 terkunci di sini, lalu tiap proyek cukup menerbitkan PO turunan dengan kode lokasi tanpa renegosiasi ulang.

  4. 4

    Buka PO per Site & Kunci Jadwal Mobilisasi

    Tiap lokasi dibuka sebagai PO turunan: deposit refundable per site masuk, slot stok prioritas lokasi itu aktif, dan jadwal mobilisasi dikunci ke kurva-S site tersebut. Karena kuota dipisah per PO, garansi delivery H+1 Jabodetabek berlaku per titik — site baru tidak menahan jatah unit site yang sudah jalan.

  5. 5

    Jalankan: Top-Up, Retur Parsial & Audit per Site

    Sepanjang kontrak, top-up on-demand menaikkan volume saat fase struktur memuncak, dan retur parsial menurunkannya saat satu site rampung — sewa unit yang dikembalikan berhenti dihitung. Dokumen operasional + as-built per site disiapkan untuk opname QS dan audit MK, sementara invoice tiap PO berjalan pada NET-30.

FAQ · Supply Paralel, Top-Up & NET-30

Yang Ditanyakan Kontraktor Multi-Proyek

Bisakah satu Master Agreement mensuplai 3 site yang berjalan paralel sekaligus?

Bisa. Master Agreement berfungsi sebagai payung; tiap site Anda jalan sebagai PO turunan dengan kode lokasi sendiri, tapi tarif kontraktor (diskon 15–25%) dan termin NET-30 sudah terkunci di payung. Jadi membuka Site 2 dan Site 3 tidak perlu renegosiasi harga ulang. Stok prioritas dialokasikan per PO, bukan dari satu pool bersama, sehingga mobilisasi ke satu site tidak menahan ketersediaan unit untuk site lainnya. Garansi delivery H+1 dihitung per titik di dalam Jabodetabek, bukan dibagi rata antar-lokasi.

Apakah ada minimum kuantitas untuk top-up unit di tengah proyek?

Tidak ada minimum order baru untuk top-up. Saat fase struktur atau finishing salah satu site butuh tambahan — misalnya 200 frame atau beberapa lift ringlock mendadak — Anda cukup mengajukan ke PIC dan unit tambahan masuk ke PO site terkait dengan tarif induk yang sama. Tidak ada renegosiasi harga, dan tidak ada syarat membeli paket minimum dulu. Yang dikonfirmasi hanya ketersediaan stok prioritas untuk tanggal mobilisasi yang Anda minta.

Bagaimana retur unit sisa jika satu site sudah selesai duluan?

Karena tiap site adalah PO terpisah, demobilisasi bisa dijalankan parsial per lokasi — Anda tidak perlu menunggu seluruh proyek di payung selesai. Begitu fase di satu site rampung, unit sisa dijadwalkan retur lebih awal; sewa berhenti dihitung sejak unit kembali ke gudang dan diverifikasi kondisinya. Deposit refundable atas unit tersebut direkonsiliasi, dipotong hanya bila ada unit yang hilang atau rusak. Mekanisme ini mencegah Anda membayar idle stock di site yang sudah tidak aktif.

Apa saja syarat verifikasi agar termin NET-30 dibuka?

Verifikasi NET-30 berfokus pada keabsahan badan usaha penandatangan PO/Master Agreement: legalitas perusahaan (akta/NIB & NPWP) dan kelengkapan dokumen dasar kontraktor. Setelah lolos, NET-30 berlaku untuk seluruh PO turunan di bawah payung — termasuk site baru yang Anda buka kemudian. Untuk kontraktor yang dokumennya masih diproses, transaksi pertama tetap bisa jalan dengan termin standar sambil verifikasi diselesaikan, lalu otomatis berpindah ke NET-30 untuk PO berikutnya. NET-30 memberi jeda 30 hari sejak invoice, menyelaraskan kewajiban ke vendor dengan termin penagihan Anda ke owner.

Diskon kontraktor dihitung per site atau dari total volume seluruh proyek?

Diskon 15–25% diterapkan terhadap publish rate per komponen, dan besarannya naik mengikuti volume per proyek serta durasi sewa. Untuk kontraktor multi-proyek, volume di tiap site dinilai di PO masing-masing, namun komitmen agregat di bawah satu Master Agreement memperkuat posisi Anda di sisi atas rentang diskon. Angka final dikunci di quotation per PO, bukan estimasi lisan — tabel simulasi ilustratif di halaman ini hanya menggambarkan pola perhitungan, bukan penawaran resmi.

Dokumen as-built apa yang bisa langsung saya serahkan ke MK / QS saat audit?

Per site Anda menerima paket dokumen operasional: checklist pasang/bongkar, scaffolding tag inspeksi, dan dokumentasi APD crew, plus as-built scaffolding yang menggambarkan konfigurasi terpasang aktual di lapangan. As-built ini siap dilampirkan ke laporan progres dan dipakai QS untuk verifikasi kuantitas terpasang vs PO saat opname, serta oleh MK untuk audit kepatuhan K3. Format disusun agar tim QA/QC Anda tidak perlu merekonstruksi dokumentasi dari nol di akhir proyek.

Bagaimana penjadwalan mobilisasi jika tanggal mulai pasang tiap site berbeda?

Setiap PO site memiliki jadwal mobilisasi sendiri yang dikunci ke kurva-S proyek tersebut. Anda menunjuk satu PIC lapangan per site sebagai counterpart koordinasi, sehingga delivery H+1 Jabodetabek bisa diikatkan ke tanggal mulai pasang masing-masing tanpa saling bentrok. Karena kuota stok prioritas dipisah per PO, fase struktur yang dimulai lebih awal di satu site tidak memakan jatah unit site yang baru mulai berikutnya.

Kalau kebutuhan unit berbeda antar fase, apakah saya bayar untuk volume puncak terus?

Tidak. Anda hanya membayar unit yang benar-benar terpasang per periode di tiap site. Saat fase struktur menuntut volume puncak, top-up on-demand menaikkan jumlah set; saat masuk finishing dan kebutuhan turun, retur parsial menurunkannya dan sewa atas unit yang dikembalikan berhenti dihitung. Kombinasi top-up tanpa minimum dan retur parsial inilah yang membuat paket ini mengikuti progres aktual lapangan — bukan mengunci Anda pada satu volume tetap sepanjang kontrak.

Pendalaman · Harga & Layanan

Bandingkan publish rate & lihat layanan scaffolding penuh sebelum minta quote?

Diskon kontraktor dihitung dari publish rate. Cek tarif dasar dan layanan inti di dua tautan berikut sebelum Anda meminta penawaran.

Harga Dasar & Layanan Penuh
Checklist Dokumen Aktivasi

Yang Perlu Disiapkan

  • Profil perusahaan / company profile kontraktor.
  • Dokumen legalitas badan usaha untuk verifikasi NET-30.
  • PO atau Master Agreement yang ditandatangani.
  • Detail proyek: jenis unit, estimasi volume (set), lokasi titik, dan durasi sewa.
  • PIC lapangan per site untuk koordinasi mobilisasi & jadwal pasang/bongkar.
  • Persetujuan skema deposit refundable (dipotong bila unit hilang/rusak).

Catatan: NET-30 dibuka untuk kontraktor terverifikasi. Jika dokumen verifikasi masih dalam proses, transaksi awal tetap bisa berjalan dengan termin standar — lalu berpindah ke NET-30 untuk PO berikutnya di bawah Master Agreement.

Siap Diskusi Proposal?

Minta Proposal Paket B2B Kontraktor.

Kirim profil perusahaan + brief proyek (jenis unit, estimasi volume, lokasi, durasi). Tim sales Ambaja balas dengan quotation tarif kontraktor — target H+1 — lengkap dengan skema diskon & termin NET-30.

Belum yakin? Lihat portofolio proyek scaffolding & ukur tanah Ambaja dulu

Kontak Langsung

WhatsApp / Phone
+62 822 2055 5035
Email
sales@ambaja.co.id
Jam Operasi Sales
WA Sales 24/7 · Lapangan Sen–Sab 08–17
Gudang
Jl. Masjid As-Surur No. 49A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jakarta Barat
WhatsApp