Lompat ke konten
Ambaja.
Cut & Fill 50.000 m³ Deltamas — 3 Minggu Selesai

Dasar keputusan dan batas sumber

Ketelitian dan keluaran data pada artikel Cut & Fill 50.000 m³ Deltamas mengacu pada kelas ketelitian Peraturan BIG 15/2014; peraturan itu menetapkan cara menyatakan mutu data, bukan menjamin hasil satu pengukuran tertentu.

Angka, durasi, dan kondisi pada catatan proyek ini berlaku untuk lokasi dan lingkup tersebut. Jangan digeneralisasi ke proyek lain tanpa survei dan perhitungan ulang.

Blog Case StudyKota Deltamas · Cikarang Pusat

Cut & Fill 50.000 m³ Deltamas — 3 Minggu Selesai

Chalifhannisa Al-Qadarin≈ 9 menit baca

Oktober 2026, sebuah tenant manufaktur otomotif tier-1 di Kota Deltamas, Cikarang Pusat, mengontak Ambaja dengan brief yang jelas: lahan kavling 4,2 hektar harus rata-finish-grade dalam 21 hari kerja, total volume earthworks ± 50.000 m³ (cut 32.000 m³ + fill 18.000 m³), supaya tim civil pondasi tiang pancang bisa mulai bulan berikutnya. Tidak boleh meleset — slot pile driver Komatsu sudah disewa, kontainer mesin produksi Eropa sudah dalam pelayaran. Berikut catatan lapangan tim ukur tanah Ambaja, dari pre-survey hingga laporan volumetric handover.

Ringkasan Proyek

Tipe Proyek
Site preparation kawasan industri tenant otomotif
Lokasi
Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi
Luas Lahan
4,2 hektar (42.000 m²)
Volume Cut
32.000 m³ (tanah lempung berpasir, OMC 14%)
Volume Fill
18.000 m³ (compacted 95% Proctor Standard)
Durasi Earthworks
21 hari kerja (Okt–Nov 2026)
Survey Tools
DJI M350 RTK + YellowScan Mapper+, Trimble R12i, Topcon GM-105
Toleransi Grade
± 30 mm vs design Civil 3D
Sistem Komersial
Paket survey + stake-out + laporan volumetric

01.Brief Proyek & Karakter Lahan Deltamas

Klien adalah kontraktor utama yang ditunjuk oleh tenant manufaktur otomotif tier-1 — pemain global yang baru saja mengakuisisi kavling industri 4,2 hektar di blok timur Kota Deltamas, Cikarang Pusat. Mereka membangun fasilitas perakitan komponen powertrain dengan target operasional Q2 2027. Brief yang masuk ke tim Ambaja pertengahan Oktober 2026 ringkas: lahan harus selesai cut and fill mencapai elevasi finish-grade +24,75 m DTLM (Datum Lokal Manga, referensi internal kawasan Deltamas yang diset ulang ke BM induk kawasan oleh developer), siap di-handover ke kontraktor sipil pondasi pada tanggal yang sudah dikunci kontrak.

Karakter lahan Deltamas blok timur cukup khas: bekas sawah tadah hujan yang sudah didewatering kawasan sejak 2018, elevasi natural berkisar +21,80 m hingga +27,40 m DTLM dengan kemiringan rata-rata 1,2% ke arah barat laut. Tanah top-soil setebal 30–60 cm di permukaan, di bawahnya lempung berpasir (CL menurut klasifikasi USCS) yang kadar airnya tepat di atas optimum moisture content (OMC) Proctor Standard. Karena tenant industri butuh slab heavy machinery dengan beban dasar 12 ton/m², elevasi finish-grade dirancang +24,75 m flat dengan crossfall 1,5% ke saluran drainase keliling — artinya separuh kavling harus dipangkas, separuh lainnya harus ditimbun.

Sebelum kontrak earthworks ditandatangani, tim Ambaja melakukan dua kali site visit: pertama untuk reconnaissance (boundary check vs masterplan kawasan Deltamas yang sudah di-handover dari developer dan inspeksi visual top-soil), kedua untuk koordinasi BM kawasan dengan tim surveyor estate developer. Output keduanya jadi dasar penghitungan volume earthworks dengan akurasi ± 2% — angka yang kami garansi tertulis di SPK karena akan jadi basis billing kontraktor galian.

02. Pre-Earthworks Survey: 4 Hari Kerja Efektif

Tim ukur tanah Ambaja masuk site H-7 sebelum hari pertama galian. Empat pekerjaan survey utama di fase pre-earthworks ini jadi fondasi seluruh kontrak — kalau angka volumetric awal salah, semua billing & schedule earthworks ikut salah.

a. Boundary & BM Verification

Surveyor utama (terdaftar di Ikatan Surveyor Indonesia) membawa Trimble R12i GNSS receiver multi-frequency dengan base station di BM induk kawasan Deltamas yang sudah ditegakkan developer. Empat patok batas kavling ditracing ulang, akurasi horizontal ± 8 mm di mode RTK. Hasilnya: satu patok sudut timur laut geser 4,2 cm ke dalam dibanding shop drawing developer — selisih kecil tapi langsung kami BA-kan ke estate manager karena pengaruh ke offset pagar keliling. Detail proses ini relevan dengan workflow surveyor berlisensi yang kami uraikan di halaman service.

b. Topografi Existing dengan LiDAR Drone

Karena rumput & vegetasi semak setinggi 60–80 cm masih menutupi sebagian besar permukaan lahan, photogrammetry biasa akan gagal menangkap ground level akurat. Tim menerbangkan DJI Matrice 350 RTK dibekali payload LiDAR YellowScan Mapper+ (sensor Hesai XT32, multi-return) di altitude 80 m AGL, side-overlap 50%, flight speed 6 m/s. Total akuisisi 2 hari kerja efektif (1 hari flight + 1 hari ground control point checking) menghasilkan point cloud kerapatan rata-rata 280 titik/m². Akurasi vertikal hasil setelah filtering ground class adalah ± 4,8 cm — lebih akurat 5–8 kali lipat dibanding drone photogrammetry pada lahan bervegetasi sejenis. Output diolah jadi DTM (Digital Terrain Model) raster 0,25 m via LP360 dan TBC (Trimble Business Center). Konsep dasar perbedaan teknologi ini kami bahas di panduan total station vs GPS vs LiDAR.

c. Ground Truth Total Station

Untuk validasi silang point cloud LiDAR, tim juga mengoperasikan Topcon GM-105 total station mengambil 320 spot height pada grid 12 m × 12 m. Selisih elevasi total station vs DTM LiDAR rata-rata 3,1 cm dengan standar deviasi 4,4 cm — well within tolerance. Spot height ini juga dipakai sebagai check-point eksternal yang masuk lampiran BA serah-terima volumetric. Workflow hybrid ini detail di panduan kapan butuh drone survey vs ground survey.

d. Volumetric Calculation di Civil 3D

DTM existing kemudian di-overlay dengan finish-grade surface +24,75 m (crossfall 1,5% NW) di Autodesk Civil 3D 2026. Engine TIN-prismoidal menghasilkan angka: cut 32.180 m³, fill 17.940 m³, net cut 14.240 m³. Karena tanah lempung berpasir Deltamas punya shrinkage factor 0,88 untuk fill compacted 95% Proctor (asumsi konservatif dari data lab tenant), volume timbunan butuh stockpile loose 20.380 m³ — artinya material cut on-site cukup memenuhi kebutuhan fill dengan surplus net 11.800 m³ yang harus di-disposal ke luar lahan. Konsep shrinkage factor & mass-haul diagram selengkapnya di panduan cut & fill kapan diperlukan.

03.Stake-Out Grid & Strategi Eksekusi 21 Hari

Begitu volume disetujui klien (signed approval 2 hari kerja), tim mulai stake-out elevation control di lapangan. Pola yang dipasang adalah grid 25 m × 25 m menggunakan patok kayu mahoni 5×5 cm tinggi 1,2 m, dengan cat warna merah-putih bermerk MOWILEX dan label PVC. Setiap patok diberi tanda elevation cut/fill dalam centimeter (misal "C –1,82" berarti cut 1,82 m dari elevasi existing). Total 672 patok grid + 48 patok batas + 24 patok BM sekunder. Patok BM sekunder dipasang permanen dengan cor beton K-225 supaya tahan selama 21 hari plus periode handover dan pekerjaan civil setelahnya.

Komponen LapanganAlat / TipeVolume / JumlahFungsi
Excavator Long-ArmKomatsu PC400LC-8R (2 unit)Bucket 1,9 m³Cut tanah lempung utama
Excavator StandarHitachi ZX350LC-6 (2 unit)Bucket 1,4 m³Loading dump truck
Dump TruckHino FM 260 JD (14 unit)Cap. 7 m³ / tripHauling disposal & reposisi
Articulated HaulerVolvo A45G (2 unit)Cap. 41 tonInternal cut-to-fill hauling
BulldozerKomatsu D85ESS-2A (1 unit)Blade 4,1 mSpreading + rough grading
Vibratory RollerSakai SV525D (2 unit)Drum 2,13 m, 16 tonKompaksi fill 95% Proctor
Motor GraderCaterpillar 140K (1 unit)Blade 3,7 mFinish grading + crossfall

Strategi paralel cut-to-fill internal kami kunci dari hari pertama: 70% volume fill akan diambil dari volume cut sisi timur lahan (jarak haul rata-rata 180 m), sehingga articulated hauler Volvo A45G beroperasi loop internal tanpa keluar kawasan. Hanya net surplus 11.800 m³ yang di-disposal dengan dump truck Hino ke disposal site sejauh 8,4 km arah Tegalgede. Cara ini memangkas durasi total ± 18% dibanding skenario cut-all-then-fill-all. Logikanya dijelaskan di service cut and fill volumetric.

04. Eksekusi: 21 Hari Kerja, Survey Harian

Tim Ambaja menjaga 1 surveyor on-site setiap shift kerja (07.00–17.00, satu shift saja karena tidak ada night-work constraint kawasan industri Deltamas). Tugas utamanya: (a) progress monitoring volumetric harian via drone, (b) re-stake patok yang tergusur alat berat, (c) check elevation grade pasca rolling, (d) handle BA progress berkala dengan klien. Berikut linimasa yang dijalankan, sudah dilebur dari worklog harian PM & surveyor lapangan.

  • Hari 1–3Mobilisasi alat berat (12 unit) + clearing top-soil 30–60 cm di seluruh permukaan (12.600 m³ top-soil distockpile di sudut barat daya untuk re-vegetasi pasca pekerjaan, tidak masuk volume cut struktural).
  • Hari 4–8Cut zona timur (elevasi +27,40 → +24,75) dengan dua excavator long-arm Komatsu PC400LC-8R. Hauling internal via Volvo A45G ke zona barat (fill area). Produktivitas rata-rata 3.200 m³ cut/hari.
  • Hari 9–14Paralel: lanjut cut zona tengah-timur + spreading fill zona barat per lift 30 cm + kompaksi vibratory roller Sakai SV525D. Survey monitoring drone tiap 3 hari, side-by-side perbandingan progres dengan plan.
  • Hari 15–18Disposal net surplus 11.800 m³ ke disposal site Tegalgede via dump truck (14 unit, loop 1 trip ~ 95 menit). Lift kompaksi terakhir di zona barat (95% Proctor verified via field density test sand cone ASTM D1556).
  • Hari 19–21Finish grading dengan motor grader Caterpillar 140K, crossfall 1,5% NW, final rolling smooth-drum. As-built survey LiDAR final + spot-check Topcon GM-105. Handover BA + laporan volumetric ke kontraktor sipil.

Drone survey progress kami terbangkan H+3, H+7, H+10, H+14, H+18, dan H+21. Setiap penerbangan menghasilkan DTM baru yang langsung dibandingkan dengan DTM hari sebelumnya — laju cut/fill harian terbaca dalam hitungan jam pasca-flight. Output disampaikan ke project manager klien via WhatsApp PDF dashboard berisi heatmap progress, volume akumulatif, dan deviasi vs schedule. Sekali, di H+10, kami flag bahwa zona tenggara terlambat 1.800 m³ — klien langsung add satu unit Hitachi ZX350LC selama 2 hari untuk catch-up.

05.Tantangan Lapangan & Mitigasi

Hujan Awal Musim

Oktober–November di Cikarang masuk transisi musim hujan (curah hujan mingguan 60–110 mm BMKG). Dua hari di minggu kedua (H+9 dan H+10) hujan deras 38 mm/hari membuat zona cut tenggara tergenang sementara. Mitigasi: kami sudah mempersiapkan tiga titik sump-pump portable 4 inch yang dibangun di low-point cut existing (info dari pre-survey), sehingga genangan habis dalam 4 jam pasca hujan reda. Tidak ada hari kerja yang batal total — hanya delay pagi 2 jam untuk dewatering & pengeringan jalur loading.

OMC Tanah Lempung Berpasir

Tanah lempung berpasir Deltamas punya OMC 14% dari uji lab klien — kadar air natural in-situ di musim hujan ini diukur antara 16–19%. Kompaksi 95% Proctor Standard sulit dicapai kalau langsung di-roll dengan kadar air segitu. Tim engineer earthworks meminta interval drying 2–3 hari per lift fill di zona barat sebelum rolling — bulldozer menyebar tanah tipis 20 cm lalu dibiarkan menguap di terik matahari Cikarang. Pasca drying, sand cone test ASTM D1556 verifikasi dry density rata-rata 1,72 g/cm³, dari target 1,68 g/cm³. Pass.

Disposal Site Jam Operasional

Disposal site di Tegalgede hanya menerima material pukul 07.00–16.30, sementara jam kerja site Deltamas berakhir pukul 17.00. Itu artinya ada window 30 menit setiap hari di mana dump truck terakhir tidak punya tempat buang. Solusi: kami koordinasikan dispatch manager untuk schedule trip akhir lebih awal (cut-off 15.30 loading di site), dan dump truck terakhir distockpile sementara di area buffer kavling sebelum diberangkatkan keesokan paginya. Total kehilangan produktivitas: ± 40 m³/hari, masih dalam buffer schedule.

06.Hasil & Deliverable

Pekerjaan selesai hari ke-21 sesuai SPK — tanpa eskalasi biaya scope survey, tanpa klaim hari kerja tambahan, dan tanpa rework finish grade. As-built LiDAR final menunjukkan deviasi maksimum +22 mm / –17 mm dari design +24,75 m DTLM (toleransi kontrak ± 30 mm). Berikut deliverable formal yang kami serahkan ke project manager klien & tenant otomotif di handover meeting.

  • DTM existing pre-earthworks (LAS + DWG kontur 0,25 m)
  • DTM as-built finish grade (LAS + DWG kontur 0,1 m)
  • Laporan volumetric Civil 3D 2026 (PDF + DWG)
  • Mass haul diagram + cut-fill diagram (PDF)
  • BA progress mingguan (6 dokumen PDF + foto drone)
  • BA stake-out + patok BM sekunder (PDF + foto)
  • Log field density sand cone test ASTM D1556 (PDF)
  • As-built survey + check-point Topcon GM-105 (CSV + PDF)

“Volume yang dilaporkan tim Ambaja di pre-survey hampir persis dengan billing aktual kontraktor galian — selisih akhir kurang dari 1,8% dari estimasi awal. Untuk proyek dengan slot pile driver dan kontainer mesin Eropa yang sudah on-the-way, akurasi seperti ini bukan kemewahan, tapi syarat. Earthworks 4,2 hektar selesai tepat 21 hari kerja, kontraktor sipil bisa mulai tanggal yang sama persis sesuai schedule master.”

— Project Manager kontraktor utama, kavling Deltamas tenant otomotif tier-1

07. Lessons Learned untuk Earthworks Kawasan Industri

Enam ringkasan untuk developer kawasan, tenant industri, atau kontraktor utama yang merencanakan pekerjaan cut and fill di kavling industri 1–10 hektar di koridor Cikarang — Karawang — disarikan dari pengalaman langsung proyek ini.

  1. LiDAR drone wajib di lahan bervegetasi.Photogrammetry biasa akan over-estimate volume cut 12–18% di lahan dengan rumput & semak setinggi 50+ cm. YellowScan Mapper+ atau setara mutlak supaya billing volumetric defensible.
  2. Shrinkage factor harus dari lab klien. Asumsi default 0,9 sering meleset 5–8% untuk tanah lempung berpasir Deltamas/Cikarang. Minta data Proctor Standard + sand cone preview sebelum hitung volumetric final.
  3. Cut-to-fill internal hemat waktu dan biaya.Articulated hauler Volvo A45G atau setara untuk loop internal < 500 m jauh lebih efisien daripada dump-truck round-trip via jalan kawasan. Pangkas durasi ± 18% sekaligus disposal eksternal hanya net surplus.
  4. Drone monitoring tiap 3–5 hari. Heatmap progress yang dishare ke PM klien lewat WA tiap flight bikin korektif lapangan cepat — telat 1.500 m³ ketahuan dalam hitungan jam, bukan minggu.
  5. OMC vs musim hujan = drying period wajib.Jangan paksakan kompaksi langsung di kadar air natural > OMC + 3%. Sediakan window 2–3 hari drying per lift untuk tetap capai 95% Proctor.
  6. Toleransi grade ± 30 mm realistis. Dengan LiDAR pre/post + grade survey total station + motor grader CAT 140K, deviasi finish grade di bawah 30 mm defensible untuk slab industri. Jangan pasang tolerance ± 10 mm yang akan memaksa over-engineering 40% biaya.

08.Untuk Proyek Anda di Cikarang & Bekasi

Kota Deltamas, bersama koridor MM2100, Jababeka, Lippo Cikarang, GIIC, dan EJIP, masuk dalam karakter pasar kawasan industri Cikarang-Bekasi dengan agenda tenant manufaktur yang konstan masuk 2025–2027 — terutama tenant otomotif, semikonduktor, dan farmasi. Profil tantangan earthworks-nya konsisten: lahan eks-sawah, tanah lempung berpasir, kadar air natural mendekati OMC, vegetasi menutupi ground level, dan timeline ketat karena schedule slot alat berat & kontainer mesin import. Ambaja menangani profil earthworks seperti ini secara berkala — lihat halaman wilayah Cikarang dan wilayah Bekasi untuk profil lengkap layanan kami di area ini.

Untuk paket pekerjaan kombinasi survey + stake-out + laporan volumetric earthworks, skema komersial yang kami sarankan adalah service cut and fill volumetric digabung dengan UAV photogrammetry atau LiDAR drone, plus laporan topografi CAD sebagai deliverable final. Operasional pasti menyesuaikan via WhatsApp.

Artikel Terkait Kategori Case Study

// Topik Terkait

Artikel Lain dari Case Study

WhatsApp